

Analisasibernews.com, SINTANG – Komandan Kodim (Dandim) 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wicaksono, secara resmi menyambut kedatangan Tim Satgas Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Markas Kodim 1205/Sintang, Jumat (28/8/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian audiensi strategis lintas sektoral guna mengonsolidasikan kekuatan wilayah dalam memitigasi potensi bencana Karhutla.
Dalam pertemuan tersebut, Dandim 1205/Sintang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif pre-emptive yang diusung oleh tim delegasi. Beliau menekankan bahwa kehadiran multi-unsur ini menjadi momentum krusial untuk menyamakan persepsi di lapangan.
“Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Dengan koordinasi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, Polri, perusahaan, perguruan tinggi, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat, potensi Karhutla dapat kita antisipasi sejak dini,” tegas Letkol Arm Anggit Wicaksono.
Kedatangan Tim Satgas Edukasi di Makodim Sintang didampingi langsung oleh Kapolres Sintang, AKBP Budi Hartono Sutrisno, S.H., S.I.K., M.Si., beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Sintang. Kolaborasi matra darat dan kepolisian ini dirancang dalam bingkai kemitraan strategis guna mengoptimalkan penetrasi penyuluhan di zona geografis Sintang yang memiliki tingkat kerawanan (vulnerabilitas) tinggi.

Sebelum menyambangi Makodim 1205/Sintang, rangkaian diplomasi institusional ini telah diawali pada pukul 10.00 WIB di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sintang melalui pertemuan resmi bersama Wakil Bupati Sintang. Di sana, tim memaparkan proyeksi substansial mengenai pentingnya rekonstruksi paradigma publik agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
Sebagai penutup rumusan taktis, koordinasi diperluas dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang untuk sinkronisasi langkah tanggap darurat berbasis data kewilayahan.
Melalui soliditas interinstitusional yang mapan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan BPBD ini, diharapkan program edukasi publik dapat berjalan secara persuasif, edukatif, dan efektif guna mewujudkan tata kelola lingkungan yang bebas dari ancaman asap. ( Wid )


Tidak ada komentar