JAKARTA, AnalisaSiberNews.com – 11 September 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) merilis pembaruan penting terkait daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini disampaikan secara resmi oleh Kepala BGN, Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar, pada Kamis (10/9/2026), guna memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran, transparan dan akurat.
Dalam peninjauan dan penyegaran data tersebut, tercatat sebanyak 1.653 satuan pendidikan mengalami penyesuaian statusnya sehingga tidak lagi masuk dalam daftar penerima manfaat. Sekolah-sekolah yang disesuaikan mencakup kelompok: sekolah swasta berstandar internasional, yang bekerja sama dengan lembaga luar negeri/tingkat nasional, serta lembaga pendidikan yang mandiri secara keuangan dan tidak bergantung pada Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Penyusunan dan pemutakhiran data tidak dilakukan secara sepihak. BGN terus berkoordinasi erat bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama. Kolaborasi ini bertujuan memeriksa kesesuaian kondisi nyata setiap satuan pendidikan di lapangan agar sasaran program benar-benar tepat.
Dari gambaran cakupan secara nasional di mana terdapat sekitar 580.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, hingga saat ini lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan layanan Program Makan Bergizi Gratis.
BGN menegaskan fokus utamanya adalah memperluas jangkauan program secara bertahap, terukur dan akurat, dengan prioritas utama wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), serta daerah dengan angka gizi buruk dan stunting yang masih tinggi.
Untuk menunjang keberlangsungan pelayanan, pembukaan dan pengaktifan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga disusun bertahap dan terencana. Hal ini bertujuan menjamin pelaksanaan program berjalan aman, lancar, efisien, serta memberikan manfaat yang merata bagi kelompok yang paling membutuhkan.
Prinsip kerja yang dipegang teguh oleh Badan Gizi Nasional adalah: Baik, Bagus, Benar, Bersih dan Bergizi.(**) Ajn
Tidak ada komentar