x

Insentif Diduga Dipangkas dan Temuan Pangan Tak Layak, Pengelolaan Dapur MBG Labuan Caringin Menuai Kritik Serius

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Apr 2026 15:49 75 siberadmin

Pandeglang, Banten,AnalisasiberNews.com – Pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Labuan 006 Caringin kini menghadapi sorotan tajam publik. Sejumlah persoalan mencuat ke permukaan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian insentif operasional hingga temuan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, memicu kekhawatiran atas kualitas pelaksanaan program tersebut, Selasa (14/04/2026).

 

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, seorang kader pelaksana berinisial AS mengungkap adanya selisih signifikan antara insentif yang dijanjikan dengan realisasi yang diterima. Ia menyebutkan, nominal insentif yang sebelumnya diinformasikan sebesar Rp1.000 per porsi, pada praktiknya hanya dibayarkan sekitar Rp400 per porsi.

β€œPerbedaan ini cukup mencolok. Selain itu, beban kerja di lapangan juga tinggi, sehingga apa yang diterima tidak sebanding dengan tanggung jawab yang dijalankan,” ungkap AS.

Tak hanya itu, persoalan kualitas makanan turut menjadi perhatian serius. Seorang penerima manfaat berinisial AI mengaku menemukan ulat pada buah jeruk yang diterimanya dalam paket MBG. Temuan tersebut bahkan sempat viral di media sosial melalui video yang beredar luas, memicu reaksi publik dan mempertanyakan standar pengawasan pangan.

Insiden ini memperkuat dugaan lemahnya kontrol kualitas serta pengawasan dalam operasional dapur MBG di wilayah tersebut. Padahal, program ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Pengamat menilai, jika tidak segera ditangani secara serius, persoalan ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap program MBG. Selain itu, aspek keamanan pangan yang seharusnya menjadi prioritas justru dipertanyakan.

AI berharap adanya langkah cepat dari pihak terkait, termasuk Satuan Tugas (Satgas) MBG dan Badan Gizi Nasional (BGN), untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta audit menyeluruh terhadap sistem distribusi dan kualitas makanan.

β€œHarus ada tindakan nyata, jangan sampai masyarakat menerima makanan yang tidak layak. Ini menyangkut kesehatan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG SPPG Labuan 006 Caringin maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai temuan dan keluhan tersebut.

Sejumlah kalangan menilai, diperlukan langkah tegas berupa evaluasi menyeluruh, peningkatan transparansi anggaran, serta penguatan sistem pengawasan internal agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak menyimpang dari standar yang telah ditetapkan.

Catatan Redaksi:
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait, termasuk pengelola dapur MBG SPPG Labuan 006 Caringin, Satgas MBG, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Hak jawab dapat disampaikan secara tertulis melalui email resmi redaksi guna menjamin pemberitaan yang berimbang, akurat, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik.


Ditulis Oleh : Tim/Red.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
xπŸ“’ KIRIM INFORMASI & IKLAN ANDA SEKARANG! Punya berita, laporan, atau ingin pasang iklan? Tim redaksi kami siap menerima dan menindaklanjuti informasi Anda. πŸ“² WhatsApp Redaksi: 0821-1477-4427 ⚑ Cepat β€’ Akurat β€’ Terpercaya Suara Anda, Informasi untuk Publik