

DELI SERDANG,| AnalisasiberNews.com — Bupati Kabupaten Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan, M.Ked(PD), Sp.PD., menegaskan bahwa setiap pembangunan yang dilaksanakan pemerintah maupun melalui program strategis harus benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya menghasilkan bangunan yang terlihat megah dan indah, tetapi harus mampu meningkatkan kesejahteraan warga yang berada di sekitar lokasi pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Asri saat menerima audiensi dari PT Multi Gapura Pembangunan Semesta terkait pelaksanaan proyek strategis Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Desa Paluh Sibaji, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (9/9/2026).

Proyek tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp4 miliar.
Bagi Bupati Asri, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari kokohnya bangunan, besarnya nilai investasi, maupun fasilitas yang berhasil didirikan. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan harus dilihat dari seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Saya minta tegas, setiap pelaksanaan proyek fisik ini wajib melibatkan warga sekitar secara langsung. Utamanya masyarakat golongan Desil 1 dan Desil 2 yang belum memiliki pekerjaan tetap. Libatkan mereka mulai dari tahap pelaksanaan, agar mereka sekaligus mendapatkan penghasilan, keahlian baru, dan langsung merasakan manfaat dari pembangunan di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Bupati Asri.
Bupati menjelaskan, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Paluh Sibaji diharapkan mampu membawa perubahan positif terhadap kehidupan masyarakat pesisir.
Salah satu manfaat yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat, baik selama proses pembangunan berlangsung maupun setelah kawasan tersebut selesai dibangun dan mulai beroperasi.
Pelibatan masyarakat lokal dinilai penting agar keberadaan proyek tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk fasilitas, tetapi juga memberikan kesempatan ekonomi bagi warga.
“Jangan sampai warga yang tinggal di sini hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Mereka adalah pemilik sah masa depan daerah ini, maka pembangunan harus melibatkan dan menguntungkan mereka terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain membuka lapangan pekerjaan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih juga diarahkan untuk menghadirkan berbagai fasilitas pendukung bagi aktivitas masyarakat nelayan.
Di antaranya berupa sandaran kapal, tempat berlindung atau shelter, tempat usaha, serta kios yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan tersedianya fasilitas tersebut, aktivitas nelayan diharapkan menjadi lebih tertata, sementara hasil tangkapan dapat dikelola dan dipasarkan dengan lebih baik sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.
Pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap fasilitas penunjang usaha, termasuk rencana penyediaan pabrik es dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional nelayan ketika melaut. Dengan biaya operasional yang lebih efisien, pendapatan dan keuntungan masyarakat nelayan diharapkan dapat meningkat.
Bupati Asri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat pesisir.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga dibarengi dengan pendidikan, pelatihan keterampilan, serta penyuluhan bagi masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi nelayan yang semakin terampil, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing dalam mengembangkan usaha di sektor kelautan dan perikanan.
“Pembangunan bukan sekadar membangun kawasan fisik, tetapi juga harus membangun manusia yang tinggal di dalamnya,” tegas Bupati.
Untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai tujuan, Bupati Asri meminta Camat Pantai Labu, Kepala Desa Paluh Sibaji, serta perangkat daerah terkait untuk melakukan pengawalan secara ketat terhadap seluruh tahapan pembangunan.
Pengawasan tersebut diperlukan agar pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus memastikan masyarakat setempat memperoleh manfaat sebagaimana yang diharapkan.
Bupati juga meminta agar proses pembangunan dapat segera dimulai. Menurutnya, peletakan batu pertama perlu segera dilaksanakan sebagai tanda dimulainya pembangunan sekaligus menjadi momentum edukasi bagi masyarakat nelayan dan warga sekitar.
“Peletakan batu pertama harus segera dilaksanakan secepatnya. Momen itu sekaligus menjadi awal edukasi bagi seluruh nelayan dan warga bahwa proyek ini bukan sekadar membangun kawasan fisik semata, melainkan membangun kemajuan, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik bagi seluruh keluarga besar masyarakat pesisir,” tambahnya.
Di akhir arahannya, Bupati Asri kembali menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan harus dikembalikan kepada manfaat yang diterima masyarakat.
“Pembangunan yang hebat itu bukan yang paling megah bangunannya, melainkan yang mampu mengangkat harkat, martabat, dan kesejahteraan manusia di dalamnya,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berkomitmen memastikan setiap proyek pembangunan yang hadir di wilayahnya tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Prinsip tersebut diwujudkan melalui semangat direncanakan untuk rakyat, dilaksanakan bersama rakyat, dan dinikmati sepenuhnya oleh rakyat.
Dengan demikian, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Paluh Sibaji diharapkan tidak hanya menjadi kawasan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pesisir dan membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan warga Deli Serdang.
Sumber: Paulus Limbong, Wakaperwil Sumut Media AnalisasiberNews.com
Editor: Yudi Sayuti S.T.


Tidak ada komentar