

KABUPATEN TANGERANG | AnalisasiberNews.com – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengajak para pelajar untuk menjauhi berbagai bentuk tindakan menyimpang yang dapat merusak masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Tangerang saat menjadi pembina upacara di SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang, Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam amanatnya, Indra Waspada mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam berbagai perilaku negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, judi online, perundungan, balap liar, hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak.

“Jauhi narkoba, judi online, perundungan, balap liar, dan penggunaan media sosial yang tidak bijak seperti menyebar hoaks, ujaran kebencian, dan konten melanggar lainnya,” kata Indra Waspada.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polresta Tangerang untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada generasi muda, khususnya para pelajar.
Menurut Kapolresta, lingkungan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.
Dalam amanat upacara, Kapolresta Tangerang menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademis.
Sekolah, menurutnya, merupakan ruang penting untuk membentuk jati diri, menanamkan nilai moral, mengasah etika, serta membangun semangat kebangsaan.
“Sekolah bukan sekadar tempat mengejar nilai akademis. Melainkan ruang pembentukan jati diri, tempat karakter dibentuk, etika diasah, dan semangat kebangsaan ditanamkan,” ujarnya.
Ia mengajak para siswa untuk memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan untuk membangun masa depan.
Para pelajar diharapkan tidak hanya mengejar nilai tinggi, tetapi juga memiliki sikap yang baik, rasa tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Menurut Indra Waspada, kecerdasan tanpa karakter yang baik tidak akan cukup untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Karena itu, pendidikan karakter perlu berjalan seiring dengan pendidikan akademis.

Para pelajar juga diharapkan mampu membangun kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan yang benar ketika menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan pergaulan maupun media sosial.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah tawuran antarpelajar.
Kapolresta mengingatkan bahwa tawuran bukanlah tindakan yang menunjukkan keberanian atau solidaritas.
Sebaliknya, tawuran dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, bahkan masyarakat.
Tawuran juga berpotensi menyebabkan korban luka maupun korban jiwa.
Selain risiko terhadap keselamatan, pelajar yang terlibat dalam tindak kekerasan juga dapat berhadapan dengan proses hukum.
Hal tersebut tentu dapat memengaruhi masa depan dan cita-cita yang telah dibangun.
Karena itu, para siswa diminta untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak menggunakan kekerasan.
Apabila menghadapi konflik, pelajar diharapkan tidak mengambil keputusan secara emosional.
Mereka dapat meminta bantuan kepada guru, orang tua, atau pihak lain yang dipercaya untuk membantu menyelesaikan persoalan.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Tangerang juga memberikan perhatian terhadap bahaya judi online.
Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses melalui telepon seluler dan internet dapat membuat generasi muda lebih rentan terhadap berbagai bentuk aktivitas negatif.
Judi online sering kali menawarkan janji keuntungan yang cepat.
Namun, di balik itu terdapat risiko kerugian finansial dan masalah lainnya.
Pelajar diminta untuk tidak tergoda oleh berbagai promosi atau ajakan yang menjanjikan keuntungan secara instan.
Masa depan yang baik, menurut Kapolresta, harus dibangun melalui proses, kerja keras, pendidikan, disiplin, dan kemampuan mengembangkan diri.
Tidak ada keberhasilan yang dapat dibangun secara sehat melalui kebiasaan yang merusak diri sendiri.
Karena itu, para pelajar diminta menggunakan internet untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti belajar, mencari informasi yang positif, mengembangkan keterampilan, serta membangun prestasi.
Kapolresta juga mengingatkan pentingnya mencegah dan menghentikan segala bentuk perundungan atau bullying.
Perundungan dapat terjadi secara langsung maupun melalui media digital.
Tindakan mengejek, mempermalukan, mengucilkan, mengancam, hingga menyebarkan konten yang merugikan orang lain dapat memberikan dampak serius terhadap korban.
Menurutnya, pelajar harus membangun lingkungan sekolah yang aman dan saling menghormati.
Perbedaan fisik, latar belakang, kemampuan, maupun karakter seseorang tidak boleh dijadikan alasan untuk melakukan perundungan.
Setiap pelajar memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman selama mengikuti kegiatan pendidikan.
Jika melihat tindakan perundungan, siswa diharapkan tidak ikut mendukung atau menyebarkan tindakan tersebut.
Sebaliknya, pelajar dapat melaporkan kepada guru atau pihak sekolah agar persoalan dapat ditangani dengan tepat.
Perkembangan teknologi membuat media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Namun, Kapolresta mengingatkan bahwa kebebasan menggunakan media sosial harus disertai dengan tanggung jawab.
Pelajar diminta untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Penyebaran hoaks dapat menimbulkan keresahan dan merugikan banyak pihak.
Selain itu, ujaran kebencian dan berbagai konten yang melanggar norma maupun hukum juga harus dihindari.
Sebelum membagikan sebuah informasi, para pelajar perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber dan kebenaran informasi tersebut.
Media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, pembelajaran, dan pengembangan diri.
Dengan penggunaan yang bijak, teknologi dapat menjadi alat yang membantu pelajar meraih prestasi dan memperluas pengetahuan.
Sebaliknya, penggunaan yang tidak terkendali dapat membawa dampak negatif terhadap kehidupan pribadi dan masa depan.
Kapolresta Tangerang juga mengingatkan pelajar agar menjauhi balap liar dan penyalahgunaan narkoba.
Balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Aktivitas tersebut dapat memicu kecelakaan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
Sementara penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan dan masa depan generasi muda.
Karena itu, pelajar diminta untuk memiliki keberanian mengatakan tidak terhadap segala bentuk ajakan negatif.
Keberanian sejati bukan berarti mengikuti tindakan berbahaya demi diterima dalam sebuah kelompok.
Keberanian adalah kemampuan untuk menolak hal yang salah dan memilih jalan yang benar.
Para siswa diharapkan mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif dan saling mendukung untuk mencapai cita-cita.
Indra Waspada mengajak seluruh pelajar untuk fokus pada pendidikan dan pengembangan kemampuan diri.
Masa sekolah merupakan waktu penting untuk belajar, membangun disiplin, menemukan potensi, dan mempersiapkan masa depan.
“Jadilah pelajar yang memiliki integritas, rasa tanggung jawab, dan semangat juang untuk menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Ia berharap para siswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Pelajar Indonesia harus memiliki rasa nasionalisme, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.
Prestasi tidak selalu hanya diukur melalui nilai pelajaran.
Prestasi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan olahraga, seni, organisasi, inovasi, keterampilan, serta berbagai kegiatan positif lainnya.
Setiap siswa memiliki potensi yang berbeda.
Karena itu, para pelajar diminta untuk terus mengenali dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Upaya membentuk generasi muda yang baik tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah.
Orang tua, guru, masyarakat, dan aparat pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak.
Orang tua diharapkan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan dan pergaulan anak.
Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah berbagai persoalan.
Guru juga memiliki peran dalam memberikan pendidikan, pembinaan, dan teladan.
Sementara lingkungan masyarakat perlu menciptakan ruang yang positif agar anak-anak dan remaja dapat berkembang dengan baik.
Sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan aparat kepolisian diharapkan dapat menjadi benteng bagi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Tangerang mengingatkan bahwa generasi muda merupakan bagian penting dari masa depan bangsa.
Apa yang dilakukan pelajar hari ini akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan mereka di masa mendatang.
Karena itu, masa muda harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun pengalaman, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan karakter.
“Jadilah pelajar yang tidak hanya cerdas, namun berkarakter, berjiwa nasionalis, dan siap menjemput masa depan yang gemilang,” kata Indra Waspada.
Ia berharap para siswa SMA Negeri 24 Kabupaten Tangerang dapat menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif.
Pelajar diharapkan berani memiliki cita-cita besar dan berusaha mewujudkannya melalui kerja keras dan disiplin.
Kegiatan pembinaan melalui amanat upacara juga menunjukkan pentingnya kehadiran aparat kepolisian dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan pelajar.
Pencegahan terhadap tindakan negatif perlu dilakukan sejak dini melalui pendekatan edukatif.
Memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai risiko dan dampak dari berbagai tindakan menyimpang menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran.
Polresta Tangerang terus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.
Peran generasi muda menjadi sangat penting karena mereka merupakan calon pemimpin masa depan.
Dengan pendidikan yang baik, lingkungan yang positif, serta kesadaran untuk menjauhi tindakan menyimpang, para pelajar diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berintegritas.
Pesan Kapolresta Tangerang kepada para siswa menjadi pengingat bahwa masa depan tidak dibangun melalui tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Masa depan dibangun melalui pilihan yang baik, kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk menolak segala bentuk pengaruh negatif.
Sumber: Humas Polresta Tangerang
Pewarta : 3Ndo Kabiro Tangerang
Editor : Redaksi


Tidak ada komentar