x

Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Pengangguran Sarjana: Janji Presiden Ditagih, Pemerintah Diminta Buka Lebih Banyak Lapangan Kerja

waktu baca 9 menit
Sabtu, 29 Agu 2026 19:30 6 siberadmin

JAKARTA| AnalisasiberNews.com — Persoalan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi menjadi perhatian Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia menilai meningkatnya jumlah sarjana yang belum mendapatkan pekerjaan perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, terutama di tengah kondisi dunia usaha dan ketenagakerjaan yang dinilainya masih menghadapi berbagai tantangan.

INGIN BERLANGGANAN BERITA TERKINI?
Ikuti Saluran WhatsApp AnalisasiberNews.com — Semua Berita Langsung di HP Anda
IKUTI SEKARANG

Menurut Sutan Nasomal, pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk melakukan pendataan terhadap para sarjana yang belum bekerja, kemudian mengupayakan penyaluran tenaga kerja tersebut ke berbagai perusahaan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun instansi pemerintah sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi masing-masing.

Ia juga mendorong agar pemerintah menciptakan kebijakan yang dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong dunia usaha untuk kembali melakukan investasi dan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Dr. Sutan Nasomal saat memberikan pandangannya kepada sejumlah pemimpin redaksi media cetak dan online, dari dalam maupun luar negeri, melalui sambungan telepon seluler dari Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Soroti Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi

Sutan Nasomal menilai persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak boleh dipandang sebagai persoalan individual semata. Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan kemampuan negara menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terdidik.

Ia mengusulkan adanya pendataan secara lebih terstruktur terhadap lulusan perguruan tinggi yang belum memperoleh pekerjaan.

Pendataan tersebut, menurutnya, dapat menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.

“Pengangguran sarjana yang membengkak jumlahnya tiap tahun cukup satu kata, Presiden perintahkan kementerian mendata lalu membantu penyaluran ke berbagai perusahaan maupun BUMN dan bahkan ditempatkan di semua kementerian yang ada di negara NKRI sesuai dengan klasifikasi masing-masing sarjana pengangguran ini,” jelas Sutan Nasomal.

Menurut dia, langkah tersebut perlu diwujudkan melalui kebijakan nyata sehingga persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan yang harus mendapatkan perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Pemerintah Diminta Ciptakan Lapangan Kerja

Selain penyaluran tenaga kerja, Sutan Nasomal menilai pemerintah perlu memperkuat kebijakan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Menurutnya, keberadaan industri dan perusahaan dengan skala besar memiliki peran penting dalam menyerap tenaga kerja, termasuk tenaga kerja lulusan perguruan tinggi.

Ia mendorong pemerintah agar menciptakan iklim usaha yang lebih menarik bagi investor sehingga perusahaan nasional maupun internasional bersedia mengembangkan usahanya di Indonesia.

“Menjadi tugas besar Presiden RI Prabowo Subianto menurut Prof. Dr. Sutan Nasomal agar para pengusaha besar perusahaan dunia mau membangun perusahaan industri di NKRI. Sehingga para sarjana bisa terserap menjadi tenaga kerja handal,” ujarnya.

Dalam pandangannya, pengembangan sektor industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk masuk ke sektor industri sesuai dengan keahlian yang dimiliki.

Tantangan Ekonomi dan PHK

Sutan Nasomal juga menyoroti kondisi perekonomian nasional yang menurut pandangannya masih menghadapi tekanan.

Ia mengaitkan persoalan pengangguran dengan terbatasnya lapangan pekerjaan serta fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dinilainya turut memengaruhi kondisi pasar tenaga kerja.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan perlu dilihat secara menyeluruh karena memiliki keterkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, investasi, industri, pendidikan, dan daya beli masyarakat.

Ia juga menyoroti fenomena perpindahan sebagian perusahaan dan kegiatan industri dari Indonesia ke negara lain sebagai salah satu persoalan yang menurutnya perlu dikaji lebih mendalam.

Menurut Sutan Nasomal, pemerintah perlu mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan lokasi investasi.

Hal tersebut penting agar Indonesia dapat mempertahankan industri yang sudah ada sekaligus menarik investasi baru.

Perbaikan Sistem Dinilai Penting

Sutan Nasomal berpendapat bahwa perbaikan sistem dan mekanisme ekonomi menjadi salah satu hal penting dalam mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, dunia usaha membutuhkan kepastian, iklim investasi yang sehat, serta sistem yang dapat memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Ia bahkan memperkirakan persoalan ekonomi yang berat membutuhkan waktu panjang untuk diselesaikan apabila tidak dilakukan pembenahan mendasar.

Dalam menyampaikan pandangannya, Sutan Nasomal menggunakan perumpamaan mengenai tanaman padi yang tidak mungkin tumbuh dengan baik apabila ditanam di tanah yang tandus dan keras seperti batu.

Perumpamaan tersebut digunakan untuk menggambarkan pentingnya menciptakan kondisi yang mendukung agar kegiatan ekonomi dan dunia usaha dapat berkembang.

Menurutnya, apabila sistem dan mekanisme yang berlaku tidak mampu memberikan kepercayaan kepada dunia usaha, maka upaya menarik investasi baru akan menghadapi tantangan.

Karena itu, ia mendorong adanya pembenahan yang dapat meningkatkan kepercayaan investor serta menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.

Sarjana Diminta Tidak Hanya Menjadi Pencari Kerja

Di sisi lain, Sutan Nasomal juga memberikan pesan kepada para sarjana agar tidak hanya berorientasi menjadi pencari pekerjaan.

Ia mendorong lulusan perguruan tinggi untuk mulai membangun kemandirian melalui kegiatan usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi memiliki bekal pendidikan dan kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

“Para sarjana di Indonesia harus mampu mandiri dan berkarya. Menjadi pendiri perusahaan dan pencipta lapangan pekerjaan baru, bukan menjadi pencari lapangan pekerjaan dan jadi babu di kantor orang dengan upah rendah dan jauh dari kesejahteraan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Sutan Nasomal dalam melihat persoalan pengangguran dari sisi lain.

Ia menilai solusi terhadap pengangguran tidak hanya dapat dilakukan melalui penambahan lapangan pekerjaan yang disediakan perusahaan atau pemerintah, tetapi juga melalui penciptaan usaha baru oleh masyarakat.

Dorong Kelompok Usaha Sarjana

Sutan Nasomal juga mendorong para sarjana untuk membentuk kelompok kerja atau kelompok usaha berdasarkan bidang keahlian dan potensi yang terdapat di masing-masing wilayah.

Menurutnya, kerja sama antarsarjana dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun usaha yang memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja.

Ia mencontohkan sejumlah bidang yang dapat dikembangkan, antara lain pertanian, industri mesin, teknologi informasi atau IT, serta berbagai bidang usaha lainnya.

Menurutnya, setiap wilayah memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi apabila dikelola secara baik dan profesional.

“Para sarjana lulusan di Indonesia semua sangat cerdas. Maka perlu kerja sama membangun dunia usaha mandiri padat karya. Sarjana harus bisa membentuk kelompok kerja di setiap wilayahnya dan mendirikan wadah baru di banyak bidang,” ujarnya.

Gagasan tersebut, menurut dia, dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan perguruan tinggi untuk menciptakan aktivitas ekonomi baru.

Dengan perkembangan teknologi digital, peluang usaha juga semakin luas, termasuk peluang untuk membangun jaringan pasar yang tidak hanya mencakup pasar lokal dan nasional, tetapi juga pasar internasional.

Pertanian dan Teknologi Dinilai Memiliki Peluang

Sutan Nasomal melihat sektor pertanian dan teknologi sebagai dua bidang yang dapat dikembangkan oleh para sarjana.

Ia menilai kemampuan akademik yang dimiliki lulusan perguruan tinggi dapat dipadukan dengan potensi lokal untuk menghasilkan kegiatan usaha yang produktif.

Di sektor pertanian, misalnya, sarjana dapat berperan dalam pengembangan teknologi, manajemen produksi, pemasaran, pengolahan hasil pertanian, hingga pengembangan pasar.

Sementara pada bidang teknologi informasi, peluang ekonomi dapat dikembangkan melalui berbagai inovasi digital yang mampu menjangkau konsumen dalam skala lebih luas.

Menurutnya, para sarjana perlu melihat peluang tersebut secara kreatif dan tidak terpaku pada pola mencari pekerjaan konvensional.

Pengembangan usaha juga membutuhkan proses, perencanaan, kerja sama, kemampuan mengelola risiko, serta kemauan untuk terus belajar.

Pesan untuk Para Sarjana

Sutan Nasomal menyampaikan pesan agar para sarjana tidak hanya menunggu kesempatan kerja datang dari pemerintah maupun perusahaan.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut dengan ungkapan agar seseorang tidak hanya menunggu hujan dari langit ketika sebenarnya memiliki kemampuan untuk mencari jalan keluar.

Menurutnya, kemandirian membutuhkan proses dan keberanian untuk memulai.

Para sarjana juga didorong untuk membangun jaringan kerja yang dapat mempertemukan berbagai disiplin ilmu.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat menghasilkan gagasan baru dan membuka peluang usaha yang lebih luas.

“Jangan menunggu hujan dari langit dan air di tempayan dibuang sia-sia. Jangan menunggu belas kasihan orang lain untuk belajar berdiri padahal sangat mampu berdiri dan berlari dengan mandiri. Semua perlu proses. Maka ciptakan kelompok karya kerja sarjana Indonesia,” pesannya.

Ia menilai kemampuan sumber daya manusia Indonesia perlu diarahkan agar tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta usaha dan lapangan pekerjaan.

Persoalan Pengangguran Perlu Ditangani Bersama

Persoalan pengangguran lulusan perguruan tinggi pada akhirnya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan ketenagakerjaan, memperbaiki iklim investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dunia usaha memiliki peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas tenaga kerja.

Sementara itu, perguruan tinggi memiliki peran dalam memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi.

Para sarjana juga dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar kerja.

Dengan kolaborasi berbagai pihak, persoalan pengangguran dapat dihadapi melalui pendekatan yang lebih menyeluruh.

Ajakan Membangun Kemandirian Ekonomi

Sutan Nasomal menegaskan kembali pentingnya membangun kemandirian ekonomi di kalangan sarjana.

Ia mendorong para lulusan perguruan tinggi untuk membangun kelompok usaha, menciptakan produk, membuka lapangan pekerjaan, serta memanfaatkan jaringan pasar yang tersedia.

Menurutnya, perkembangan teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas pasar.

Produk yang dikembangkan di daerah tidak harus berhenti pada pasar lokal. Dengan strategi pemasaran dan pemanfaatan teknologi yang tepat, produk lokal dapat memiliki peluang untuk masuk ke pasar nasional maupun internasional.

Namun, semua itu membutuhkan proses, kerja sama, konsistensi, serta kemampuan membaca peluang.

Ia juga menyampaikan bahwa para sarjana yang menghadapi kendala dalam mengembangkan gagasan usaha dapat membangun jaringan dan berdiskusi dengan pihak yang memiliki pengalaman.

Sutan Nasomal menyatakan dirinya terbuka untuk memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya.

Menanti Langkah Konkret

Sorotan terhadap pengangguran sarjana tersebut pada akhirnya bermuara pada kebutuhan akan langkah konkret.

Pendataan lulusan yang belum bekerja, pemetaan kompetensi, pengembangan industri, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kewirausahaan menjadi sejumlah aspek yang menurut Sutan Nasomal perlu diperhatikan.

Persoalan tersebut juga membutuhkan kebijakan yang berkesinambungan agar lulusan perguruan tinggi memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan kemampuan.

Di sisi lain, para sarjana juga perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Dengan meningkatnya kebutuhan terhadap keterampilan teknologi, kemampuan berwirausaha, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi, pendidikan tinggi diharapkan dapat semakin terhubung dengan kebutuhan dunia usaha.

Pada akhirnya, persoalan pengangguran sarjana bukan hanya mengenai jumlah orang yang belum bekerja, tetapi juga bagaimana menciptakan ekosistem ekonomi yang mampu memanfaatkan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem tersebut.

Gagasan Prof. Dr. Sutan Nasomal mengenai pendataan dan penyaluran sarjana, peningkatan investasi, pengembangan industri, serta penguatan kewirausahaan menjadi bagian dari pandangannya terhadap persoalan ketenagakerjaan nasional.

Namun, berbagai klaim mengenai jumlah pengangguran dan kondisi ekonomi tetap memerlukan rujukan data resmi serta verifikasi dari lembaga berwenang agar publik memperoleh gambaran yang akurat mengenai kondisi ketenagakerjaan Indonesia.

Narasumber: Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. — Pakar Hukum Internasional, Ekonom, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Jenderal Kompii, Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass Saqwa Plus, Rektor Univ. STIA-STIH Pronass, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia/Association of Young Indonesian Advocates.


Sumber: Pernyataan Prof. Dr. Sutan Nasomal kepada media, 28 Agustus 2026
Editor: Redaksi AnalisasiberNews.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Media AnalisasiberNews.com
Saksikan siaran langsung dan video pilihan Media AnalisasiberNews.com secara langsung melalui kanal YouTube kami.
LIVE STREAMING

🇮🇩 JARINGAN REDAKSI SE-INDONESIA

ANALISASIBERNEWS.COM • Portal Berita Online (Media Siber)

🇮🇩 PROVINSI BANTEN
Kaperwil Banten
Supriyadi / Balon
Wakaperwil Banten
Rohmat
Kabid Investigasi
Jumadi (Leo)
Wartawan Provinsi Banten
Abdul Rohim Muhamad (Nana) Wisnu Azi Febrian
Kabupaten Tangerang — Kepala Biro
Sukendro
Wartawan Kabupaten Tangerang
Suryadin Dayat Hasan Muhamad Rohim / Bewok Karman Aliudin Bondan Samran Azizah Duni Umiyanti Ahmad Rosadi
Kota Tangerang — Kepala Biro
Yusniah
Kabupaten Pandeglang — Kepala Biro
Iwan
Wakil Kepala Biro
Armin
Wartawan Kabupaten Pandeglang
Salbari Mulyadi
🇮🇩 PROVINSI JAWA BARAT
Kaperwil Jawa Barat
Ajun Junaedi
Wakaperwil Jawa Barat
Asep Saepulloh
Wartawan Provinsi Jawa Barat
Boy Manahan Simanjuntak Wawan Purnawan Suparman
Kota Bandung — Kepala Biro
Susi Widia Ningsih
Kabupaten Bandung — Kepala Biro
Saliy
Wakil Kepala Biro
Marwan Wandjani
Wartawan Kabupaten Bandung
Dea Permana Usep Yudi Sutomo
Kabupaten Garut
Misbah
Kabupaten Purwakarta — Kepala Biro
Masih Dalam Proses Pengisian
Wakil Kepala Biro
Hendra Cipta
Kabupaten Indramayu — Kepala Biro
C. Whita
Wakil Kepala Biro
Sutarno Heriyanto
Wartawan Investigasi
Muhamad Muhidin
Wartawan Kabupaten Indramayu
Kasja Ihkwan Bin Kasim
🇮🇩 PROVINSI JAWA TENGAH
Kaperwil Jawa Tengah
Faozi
Wakaperwil Jawa Tengah
Hendine Hartono, S.H.
Sekretaris Provinsi Jawa Tengah
Ujang Haris
Wartawan Provinsi Jawa Tengah
Suhamadi
🇮🇩 PROVINSI JAWA TIMUR
Kaperwil Jawa Timur
Ernita Mangestuti
Wartawan Kabupaten Jombang
M. Faisol
🇮🇩 PROVINSI KALIMANTAN BARAT
Kaperwil Kalimantan Barat
Samsani
Wakaperwil
Masih Dalam Proses Pengisian
Wartawan Provinsi Kalimantan Barat
Suhai Batul Aslamiyah
🇮🇩 PROVINSI SUMATERA UTARA
Kaperwil Sumatera Utara
M. Syahril Tarigan
Wakaperwil Sumatera Utara
Paulus Limbong
Kepala Biro Deli Serdang
Fendri Tarigan, S.Pd.
Wartawan Kabupaten Deli Serdang
Rudi Sinaga
🇮🇩 PROVINSI JAMBI
Kaperwil Jambi
Masih Dalam Proses Pengisian
Kabiro / Kontributor / Wartawan
Masih Dalam Proses Pengisian
Kabiro Kabupaten Muaro
Kamaludin
🇮🇩 PROVINSI LAMPUNG
Kaperwil Lampung
Tomi
Kabiro / Kontributor / Wartawan
Masih Dalam Proses Pengisian
🇮🇩 PROVINSI DKI JAKARTA
Kaperwil DKI Jakarta Barat
M. Rais
Wakaperwil DKI Jakarta Barat
Hermansyah
Wartawan DKI Jakarta Barat
Herawati Dawan Ervina Winski Silham Cahyadi Gunawan Felix Yassar Haslim Ari Safrudin
Komitmen Jaringan Redaksi
Seluruh jajaran redaksi, Kaperwil, Wakaperwil, Kepala Biro, wartawan, reporter, kontributor dan jaringan AnalisasiberNews.com wajib menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, independen, akurat, berimbang dan bertanggung jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik, Pedoman Media Siber serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
TRENDING POST
Memuat berita terbaru...
LAINNYA
x
x
error: Konten ini dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin atau memperbanyak artikel tanpa mencantumkan sumber Analisasibernews.com.
MEDIA INFORMASI & BERITA ONLINE

RATE IKLAN &
KERJA SAMA PUBLIKASI

Media AnalisasiberNews.com membuka kesempatan kerja sama publikasi bagi instansi, perusahaan, organisasi, UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.

Promosikan Informasi Anda

Jangkau pembaca melalui berbagai pilihan layanan iklan, advertorial, liputan, dan kerja sama media yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

PILIHAN LAYANAN
01

BANNER IKLAN WEBSITE

Promosikan produk, jasa, program, kegiatan, perusahaan, maupun instansi melalui banner pada area strategis website.

  • Banner promosi
  • Banner instansi
  • Banner produk & jasa
  • Promosi kegiatan
RATE Hubungi Redaksi
03

LIPUTAN & PUBLIKASI

Layanan peliputan kegiatan dan publikasi melalui Media AnalisasiberNews.com sesuai kebutuhan mitra.

  • Kegiatan instansi
  • Event & acara
  • Kegiatan perusahaan
  • Kegiatan sosial
RATE Hubungi Redaksi
04

PROMOSI MEDIA SOSIAL

Perluas jangkauan informasi melalui kanal media sosial resmi Media AnalisasiberNews.com.

  • Promosi konten
  • Publikasi kegiatan
  • Kampanye informasi
  • Promosi produk & jasa
RATE Hubungi Redaksi
05

PAKET KERJA SAMA MEDIA

Paket kerja sama dapat disusun secara fleksibel berdasarkan kebutuhan publikasi dan promosi mitra.

  • Publikasi website
  • Banner iklan
  • Advertorial
  • Liputan kegiatan
  • Media sosial
RATE Konsultasi Redaksi
KERJA SAMA MEDIA

Bangun Publikasi Bersama Kami

Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.

✓ Publikasi website
✓ Banner iklan
✓ Advertorial
✓ Liputan kegiatan
✓ Publikasi media sosial
✓ Paket kerja sama media
INFORMASI & PEMESANAN

Hubungi Tim Redaksi

Untuk mendapatkan informasi mengenai harga, ukuran banner, posisi iklan, durasi tayang, paket advertorial, liputan, dan kerja sama media.

✉ HUBUNGI REDAKSI
redaksianalisasibernews@gmail.com
CATATAN REDAKSI

Setiap materi iklan dan publikasi akan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan dan kebijakan redaksi. Materi yang bertentangan dengan hukum, etika jurnalistik, atau kebijakan media dapat ditolak.