

Pandeglang — analisasiberNews.com-menyambut Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pagelaran, sabtu (15/8/2026), tidak hanya diisi dengan kegiatan konvensional. Semangat kemerdekaan turut dirayakan melalui kompetisi esports yang mempertemukan puluhan tim dalam Turnamen Mobile Legends.minggu (16/8/2026).
Sebanyak 28 tim dengan total sekitar 140 pemain mengikuti turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian Pesta Rakyat Pagelaran tersebut. Pertandingan digelar di Gedung Koperasi KPRI Kecamatan Pagelaran dan dimulai pukul 09.00 WIB.
Kehadiran puluhan tim membuat suasana kegiatan semakin semarak. Para peserta datang dengan membawa tim masing-masing, lengkap dengan strategi dan pembagian peran yang telah dipersiapkan untuk menghadapi lawan.
Turnamen tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap esports. Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, para peserta mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, menguji strategi, sekaligus membangun kekompakan bersama rekan satu tim.

Bagi peserta, kompetisi tidak hanya membutuhkan kemampuan bermain secara individu. Komunikasi, kecepatan mengambil keputusan, pemahaman strategi, dan koordinasi menjadi sejumlah faktor yang turut menentukan jalannya pertandingan.
Puluhan Tim Berebut Kesempatan Melaju
Untuk mengatur jalannya kompetisi, 28 tim peserta dibagi ke dalam dua pool.
Pool A terdiri atas Night Crew, Amburadul 1, EXC V2, RD Klinik, Pokekobang 1, KHT, Infinity 1, Twelvone, Yakusa, Warbah Family, PD in, Cina Mafia 1, Cavenus Zero 1, dan Haha Hihi.
Sementara Pool B diisi 4EX, Engkol, Cina Mafia 2, TM 50, Squad Atah, Apotek Arachman, Amburadul 2, Pokekobang 2, Infinity 2, IDS, SD Pride 969, O’yag Sukadame, Cavenus Zero 2, serta Haha Hihi.
Pembagian tersebut membuat setiap tim harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di kelompok masing-masing. Strategi yang matang menjadi salah satu modal penting agar tim mampu bertahan dan melangkah ke tahapan kompetisi selanjutnya.
Selain kemampuan teknis, peserta juga dituntut menjaga konsentrasi selama pertandingan. Setiap kesalahan dapat memengaruhi jalannya permainan, sehingga komunikasi dan koordinasi antarpemain menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pertandingan.
Situasi tersebut menjadikan turnamen bukan sekadar pertandingan permainan digital. Di dalamnya terdapat unsur kerja sama, kepemimpinan, pembagian tugas, pengambilan keputusan, serta kemampuan menjaga emosi ketika menghadapi tekanan.
Ali Zamiludin: Antusiasme Peserta Cukup Tinggi
Koordinator Giat Lomba Mobile Legends, Ali Zamiludin, mengatakan turnamen tersebut sengaja menjadi bagian dari rangkaian Pesta Rakyat Pagelaran dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Ali, jumlah peserta yang mencapai 28 tim atau sekitar 140 pemain menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan cukup baik dari generasi muda.
“Turnamen Mobile Legends ini kami laksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pesta Rakyat Pagelaran dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Antusiasme peserta cukup tinggi, terlihat dari 28 tim yang ikut berpartisipasi dengan total sekitar 140 pemain,” ujar Ali.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pemenang. Turnamen juga diharapkan dapat memberikan ruang bagi anak-anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap esports untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui kompetisi.
Ali menilai pengalaman mengikuti pertandingan juga memiliki nilai tersendiri bagi para peserta. Mereka dapat belajar menghadapi lawan, menyusun strategi, bekerja sama, serta menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya. Mereka bisa berkompetisi, belajar bekerja sama, sekaligus mendapatkan pengalaman bagaimana mengikuti pertandingan dengan tetap mengedepankan sportivitas,” kata Ali.
Ia pun mengingatkan seluruh peserta agar tidak menjadikan persaingan sebagai alasan untuk mengesampingkan kebersamaan.
“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ketertiban, dan menghargai setiap lawan. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya soal menang dan kalah, tetapi juga menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang esports serta mempererat silaturahmi,” katanya.
Menurut Ali, kemenangan memang menjadi bagian dari tujuan sebuah kompetisi. Namun, menjaga hubungan baik antarpeserta menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Yang terpenting adalah bagaimana pertandingan ini bisa berjalan dengan baik, tertib, dan sportif. Menang atau kalah merupakan bagian dari kompetisi. Jangan sampai hasil pertandingan menghilangkan rasa persaudaraan di antara para peserta,” ujarnya.
Deni: Anak Muda Perlu Ruang untuk Berkompetisi Positif
Sementara itu, Ketua PHBN Kecamatan Pagelaran, Deni, S.IP., mengatakan penyelenggaraan Turnamen Mobile Legends merupakan salah satu upaya menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan perkembangan minat generasi muda.
Menurut Deni, esports saat ini menjadi salah satu bidang yang dekat dengan kehidupan anak muda. Karena itu, kegiatan tersebut dinilai relevan untuk dimasukkan dalam rangkaian perayaan kemerdekaan.
“Turnamen ini kami hadirkan sebagai wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan kreativitas mereka. Kami ingin kegiatan dalam rangka HUT Kemerdekaan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi secara positif,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, pelaksanaan turnamen disiapkan dengan mempertimbangkan jumlah peserta dan mekanisme pertandingan. Sebanyak 28 tim dibagi menjadi dua pool untuk mendukung kelancaran kompetisi.
“Antusiasme peserta cukup baik. Ada 28 tim yang ikut serta dan kalau dihitung jumlah pemainnya sekitar 140 orang. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk menyelenggarakan kegiatan dengan sebaik mungkin,” katanya.
Deni juga mengajak seluruh peserta mematuhi aturan pertandingan yang telah ditetapkan panitia. Menurutnya, ketertiban menjadi salah satu bagian penting agar kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.
“Kami mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas. Silakan bertanding dengan kemampuan terbaik, tetapi tetap menghormati lawan dan menjaga suasana agar tetap kondusif,” tutur Deni.
Ia menambahkan, keberhasilan turnamen tidak hanya dilihat dari tim yang keluar sebagai juara. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan meninggalkan pengalaman dan kesan positif bagi seluruh peserta.
“Harapannya, setelah mengikuti turnamen ini, para peserta tidak hanya membawa pengalaman dalam bermain, tetapi juga membawa silaturahmi dan kebersamaan. Itu yang menjadi salah satu tujuan kami,” ujarnya.
PHBN Apresiasi Partisipasi Generasi Muda
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Pagelaran.
Bendahara PHBN Kecamatan Pagelaran, Hj. Ati Sunawiati, menilai turnamen esports dapat menjadi alternatif kegiatan positif untuk mengisi momentum peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk berkreasi dan menyalurkan minat melalui kegiatan yang terarah.
“Panitia PHBN Kecamatan Pagelaran tentunya sangat mendukung kegiatan positif seperti turnamen Mobile Legends ini. Generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkreasi dan menyalurkan minat mereka melalui kegiatan yang positif,” ujar Hj. Ati.
Ia mengapresiasi antusiasme peserta serta kerja panitia dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi seluruh peserta, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Mudah-mudahan turnamen berjalan lancar sampai selesai dan seluruh peserta dapat bertanding dengan sportif, tertib, serta tetap menjaga kebersamaan,” tuturnya.
Hj. Ati berharap semangat kebersamaan yang terbangun selama turnamen tidak berhenti ketika pertandingan selesai. Menurutnya, kegiatan semacam itu dapat menjadi salah satu sarana mempererat hubungan antargenerasi muda di wilayah Pagelaran.
Perayaan Kemerdekaan Dikemas Lebih Dekat dengan Anak Muda
Masuknya esports dalam rangkaian Pesta Rakyat Pagelaran memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas melalui berbagai bentuk aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Bagi generasi muda, kompetisi Mobile Legends menjadi ruang untuk berkumpul sekaligus menunjukkan kemampuan mereka.
Sebanyak 140 pemain yang tergabung dalam 28 tim hadir dalam satu kompetisi dengan tujuan yang sama, yakni memberikan permainan terbaik dan meraih hasil maksimal bagi tim masing-masing.
Namun, di balik persaingan tersebut terdapat nilai lain yang ingin dibangun panitia, yakni kebersamaan.
Pertandingan mempertemukan pemain dari berbagai tim yang mungkin sebelumnya belum saling mengenal. Dari pertemuan tersebut, peserta memiliki kesempatan membangun pertemanan, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan silaturahmi.
Kompetisi juga mengajarkan peserta untuk menghadapi kemenangan dan kekalahan secara proporsional. Ketika menang, pemain dituntut tetap menghargai lawan. Sebaliknya, ketika mengalami kekalahan, peserta diharapkan mampu menerimanya sebagai bagian dari proses kompetisi.
Nilai-nilai tersebut menjadi penting agar esports dapat berkembang sebagai aktivitas yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menghadirkan pengalaman positif bagi generasi muda.
Bukan Hanya Mencari Juara
Dengan jumlah peserta yang cukup besar, Turnamen Mobile Legends menjadi salah satu agenda yang turut menyemarakkan Pesta Rakyat Pagelaran.
Panitia berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung hingga babak akhir dengan aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas. Setiap tim juga diharapkan mengikuti seluruh aturan pertandingan dan menghormati keputusan panitia.
Lebih dari sekadar mencari tim terbaik, turnamen tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan keberanian tampil dalam sebuah kompetisi.
Pengalaman menghadapi lawan, mengatur strategi, bekerja dalam tim, serta menghadapi tekanan pertandingan menjadi bagian dari proses yang dapat memberikan pembelajaran bagi para pemain.
Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat memperingati kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang kreatif dan melibatkan generasi muda secara langsung.
Pesta Rakyat Pagelaran pun tidak hanya menjadi momentum untuk berkumpul dan merayakan HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan membangun kebersamaan.
Turnamen Mobile Legends menjadi salah satu bagian dari rangkaian tersebut. Sebanyak 28 tim dan sekitar 140 pemain hadir membawa semangat kompetisi, sementara panitia mengusung pesan agar persaingan tetap berjalan dalam suasana yang sehat.
Pada akhirnya, siapa pun yang keluar sebagai pemenang, semangat yang diharapkan tetap tumbuh adalah sportivitas dan persaudaraan.
Sebab, perayaan kemerdekaan bukan semata tentang siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana momentum tersebut mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Melalui kompetisi esports, generasi muda Pagelaran mendapatkan ruang untuk berkreasi, berprestasi, dan bersilaturahmi. Turnamen tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat masyarakat dalam mengisi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan kegiatan yang positif dan relevan dengan perkembangan zaman.
penulis : Dedi Supandi wakil pimpinan redaksi


Tidak ada komentar