ANALISASIBERNEWS.COM
CIPARAY,kab bandung,16 Juli 2026 – Sebagai langkah strategis memperkokoh pondasi sumber daya manusia yang unggul, berkarakter dan siap bersaing di kancah internasional, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung yang juga anggota Komisi D Daerah Pemilihan 6, H. Asep Ikhsan S.E., S.Pd., M.M., menegaskan kembali pentingnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dilaksanakan secara menyeluruh di seluruh jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.
Tokoh pendidikan yang juga merupakan pendiri Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) Wirakarya Ciparay dan Sekolah Tinggi Kesehatan Indonesia (STIKINDO) Wirautama Ciparay ini menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pemaparan terkait arah kebijakan pembangunan pendidikan di Kabupaten Bandung dalam menyambut momentum Indonesia Emas tahun 2045.
Sebagai anggota Komisi D yang secara khusus membidangi urusan pendidikan, pemuda dan olahraga, serta kebudayaan, H. Asep Ikhsan menilai MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial penyambutan peserta didik baru, melainkan pintu gerbang utama dalam membangun pola pikir, sikap, mentalitas dan pemahaman lingkungan belajar yang akan menentukan perjalanan pendidikan seseorang selanjutnya.
“MPLS harus dilaksanakan dengan jiwa dan substansi yang sama pentingnya di setiap tingkatan. Di Sekolah Dasar (SD), kegiatan ini bertujuan mengenalkan anak pada lingkungan baru, tata tertib, cara berinteraksi dengan teman dan guru, serta menanamkan dasar-dasar kedisiplinan dan sopan santun. Di Sekolah Menengah Pertama (SMP), penekanannya diarahkan pada pengenalan perkembangan potensi diri, tanggung jawab yang lebih besar, serta peran aktif dalam kehidupan bermasyarakat sekolah. Kemudian di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, MPLS harus membuka wawasan peserta didik mengenai arah peminatan, cita-cita dan persiapan melangkah ke jenjang selanjutnya maupun dunia kerja,” ujar H. Asep Ikhsan.
Lebih lanjut ia menjelaskan, semangat pelaksanaan MPLS juga wajib dibawa hingga ke lingkungan Perguruan Tinggi. Di jenjang ini, kegiatan tersebut menjadi sarana krusial agar mahasiswa baru memahami hak dan kewajiban, budaya akademik, norma kemahasiswaan, serta peran strategis kaum intelektual dalam membawa perubahan dan kemajuan.
“Kita sering mendengar MPLS hanya berlaku di sekolah dasar hingga menengah. Padahal di perguruan tinggi pun dibutuhkan masa pengenalan lingkungan yang terstruktur, agar mahasiswa tidak sekadar menuntut ilmu pengetahuan semata, melainkan juga memahami tanggung jawab besar sebagai calon pemimpin, peneliti dan penggerak pembangunan bangsa nantinya,” tambah H.Asep Ikhsan
Dalam menatap persaingan global yang semakin tajam seiring derasnya arus digitalisasi, menurut H. Asep Ikhsan, sistem pendidikan kita tidak boleh hanya berfokus pada penguasaan materi akademik atau keterampilan teknologi saja. Pendidikan karakter, nilai-nilai luhur, etika, kreativitas, kemampuan berpikir kritis serta jiwa gotong royong harus tertanam kuat sejak langkah pertama seseorang memasuki tempat belajar.
“Di era sekarang, batas antarnegara semakin tipis. Kompetisi tidak lagi hanya sesama anak bangsa, melainkan dengan sumber daya manusia dari seluruh dunia. Jika kita melupakan pembentukan karakter sejak dini, maka sehebat apapun teknologi yang dikuasai tidak akan berguna jika tidak diiringi kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian sosial. MPLS adalah momen emas untuk menanamkan benih-benih kualitas tersebut,” tegas pendiri dua lembaga pendidikan ternama di Ciparay ini.
Menyasar cita-cita besar bangsa yaitu Indonesia Emas tahun 2045, di mana Indonesia diperkirakan akan memasuki masa puncak bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang sangat besar, H. Asep Ikhsan mengingatkan bahwa tantangan terbesar adalah memastikan jumlah yang besar tersebut berubah menjadi kekuatan yang membawa kemajuan, bukan beban.
“Bonus demografi akan menjadi berkah luar biasa jika sejak sekarang kita siapkan anak-anak kita dengan pendidikan yang tepat. MPLS yang disusun secara matang, bebas dari segala bentuk perpeloncoan, penuh dengan materi yang mendidik dan menginspirasi, adalah langkah nyata kita menyiapkan generasi penerus yang cakap, berbudi pekerti luhur dan siap membawa nama harum bangsa di mata dunia. Sebagai wakil rakyat sekaligus pelaku pendidikan, saya akan terus mendorong dan mengawal agar hal ini menjadi perhatian utama di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Bandung,” pungkas H.Asep Ikhsan
Ajunaedi

