

Analisasibernews.com, SANGGAU – Polsek Sekayam Polres Sanggau menunjukkan komitmen nyata dalam merespons dinamika sosial dan kebutuhan domestik masyarakat. Sebagai langkah konkret mitigasi dampak kemarau panjang, Polsek Sekayam menginisiasi pembangunan sekaligus pengecekan berkala fasilitas sumur bor untuk menjamin aksesibilitas air bersih bagi warga di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang di mulai pukul 11.30 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno, S.Sos., M.A.P. Aksi simpatik ini juga mendapat atensi dan pendampingan langsung dari tokoh serta warga masyarakat setempat yang antusias mengawal proses konstruksi dan verifikasi kelayakan fasilitas air tersebut.
Salah satu lokalisasi bantuan vital ini berada di Dusun Kenaman, Desa Kenaman, Kecamatan Sekayam. Di titik ini, sumur bor dibangun dengan kedalaman estimasi mencapai 17 meter hingga berhasil menyentuh akuifer (sumber mata air) yang produktif. Setelah melalui uji kelayakan dan dipastikan debit airnya memadai serta higienis, fasilitas tersebut langsung diserahterimakan kepada otoritas desa untuk didistribusikan kepada pemukiman warga.
Selain memetakan titik baru, akselerasi program ini juga menyasar pada aspek keberlanjutan (sustainability). Personel Polsek Sekayam melakukan inspeksi teknis terhadap sumur bor yang telah beroperasi di SMK Al Mizan Sekayam, Dusun Paus, Desa Balai Karangan. Berdasarkan verifikasi faktual di lapangan, sarana air bersih di area institusi pendidikan tersebut dinyatakan berada dalam kondisi prima, aktif, dan berhasil menyuplai kebutuhan air bersih bagi ekosistem sekolah serta warga afliasi di sekitarnya.

Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., Melalui Kapolsek Sekayam, AKP Sutikno, S.Sos., M.A.P., menegaskan bahwa program penyediaan air bersih ini merupakan bagian integral dari transformasi Polri yang presisi dan adaptif terhadap persoalan riil masyarakat.
“Air bersih adalah instrumen kebutuhan dasar hidup yang memengaruhi aspek kesehatan dan produktivitas publik. Kehadiran Polri di sini adalah untuk memberikan solusi aplikatif di tengah fenomena iklim kering yang mereduksi sumber-sumber air konvensional warga. Kami berharap stimulan ini dapat meringankan beban masyarakat secara signfikan,” ujar AKP Sutikno.
Lebih lanjut, AKP Sutikno mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa kepemilikan bersama (collective ownership) terhadap fasilitas yang telah dibangun. Aspek pemeliharaan (maintenance) secara swadaya dinilai krusial agar infrastruktur air bersih ini memiliki intervensi kemanfaatan yang panjang dan berkelanjutan.
Melalui program terintegrasi ini, Polsek Sekayam membuktikan bahwa sinergi lintas sektoral antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan lingkungan. Edukasi sosial yang humanis ini diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan krisis air bersih secara temporer, melainkan juga memperkokoh kemitraan strategis demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang kondusif, sehat, dan sejahtera di wilayah perbatasan. ( Wid )


Tidak ada komentar