

SEPAUK, SINTANG – Komitmen kolektif dalam memitigasi bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sintang kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Merespons dinamika ancaman karhutla, tim gabungan yang mengintegrasikan unsur Polri, TNI, dan satuan pemadam internal korporasi bergerak taktis dalam menanggulangi kobaran api yang melanda vegetasi seluas kurang lebih 0,9 hektar di Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, pada Rabu (26/8/2026).
Insiden tersebut diidentifikasi secara presisi melalui sistem monitoring pada pukul 11.34 WIB, dengan lokalisasi titik api berada di koordinat Lat -0.182033° dan Long 111.251436°. Pasca-konfirmasi titik panas (hotspot), personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan isolasi dan blokade guna memutus retensi sebaran api agar tidak merembet ke areal produktif di sekitarnya.
Secara geo-spasial, Desa Semuntai memiliki letak geografis yang cukup berjarak dari pusat administrasi Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat. Aksesibilitas darat dari Kota Pontianak menuju lokasi melintasi jalur Trans Kalimantan membentang sejauh 330 hingga 350 kilometer, dengan proyeksi waktu tempuh berkisar antara 7 hingga 8 jam.
Konsekuensi dari rentang kendali geografis yang jauh dari pusat provinsi ini menempatkan kesiapsiagaan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) serta soliditas tim pemadam lokal sebagai garda terdepan (vanguard) dalam menghadirkan respons penanganan bencana yang cepat, tepat, dan terukur.

Akselerasi Taktis dan Optimalisasi Sarpras di Lapangan :
Operasi penanggulangan dan pemadaman ini diorkestrasi langsung oleh Kapolsek Sepauk, Iptu Abdul Hadi, S.H., M.H., dengan melibatkan personel Polsek Sepauk, dukungan perkuatan dari dua personel Koramil Sepauk, serta asistensi penuh dari Peleton Siaga Api PT Kencana Alam Permai.
Dalam mengesekusi pemadaman, tim mengoptimalisasikan mobilitas kendaraan roda empat (R4) dan roda dua (R2), yang dikombinasikan dengan penggunaan mesin penyemprot air portabel berperforma tinggi. Kendati dihadapkan pada hambatan topografi dan medan yang menantang, determinasi tim gabungan berhasil mengisolasi dan menjinakkan kobaran api secara total.
“Sesaat setelah tiba di titik lokasi, petugas langsung mengimplementasikan teknik pemadaman konvensional secara masif yang dibarengi dengan monitoring berkala guna mengantisipasi eskalasi Karhutla. Kami juga memperkuat koordinasi intensif bersama perangkat desa dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) terkait,” ungkap Iptu Abdul Hadi.
Berkat respons cepat (quick response) dan konsolidasi yang solid antarunsur di lapangan, situasi terkini di lokasi kejadian dipastikan telah terkendali sepenuhnya. Saat ini, tim di lapangan tengah merampungkan fase pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada lagi sisa bara api yang berpotensi memicu penyalaan ulang (re-ignition). ( Wid )


Tidak ada komentar