

Analisasibernews.com, SANGGAU – Wakil Bupati Sanggau sekaligus Komandan Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Sanggau, Susana Herpena, menegaskan bahwa fenomena kabut asap lintas batas (transboundary haze) tidak serta-merta bersumber dari wilayah Indonesia semata.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons objektif atas keluhan normatif dari negara tetangga, Malaysia, yang disampaikan melalui Pemerintah Pusat terkait eskalasi kabut asap di kawasan regional.
Tinjauan Sosio-Kultural dan Karakteristik Wilayah :
Susana memaparkan bahwa kesamaan karakteristik geografis dan ikatan sosiologis yang serumpun membuat pola interaksi masyarakat ke kedua negara terhadap tata kelola lahan memiliki kemiripan, termasuk dalam aktivitas pertanian tradisional.

“Kita perlu melihat hal ini secara jernih melalui pendekatan interaksi kultural yang setara. Realitas di lapangan menunjukkan adanya aktivitas pembukaan lahan yang serupa di wilayah perbatasan transnasional. Oleh karena itu, atribusi tunggal penyebab kabut asap kepada satu wilayah tidak sepenuhnya akurat. Kendati demikian, fokus utama Pemerintah Indonesia saat ini bukanlah saling menuduh, melainkan memperkuat mitigasi dan penanggulangan secara komprehensif,” ujar Susana.
Mitigasi Sektoral dan Partisipasi Publik :
Dalam upaya meminimalisasi eskalasi titik panas (hotspot), Satgas Karhutla Kabupaten Sanggau secara masif menggalang konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah daerah mengimbau secara tegas agar regulasi mengenai moratorium pembukaan lahan dengan metode pembakaran (slash-and-burn) dipatuhi secara ketat demi menjaga stabilitas kualitas udara.
“Edukasi dan advokasi terus kami formulasikan secara konsisten hingga ke tingkat substruktural di pedesaan. Penuntasan eskalasi Karhutla ini membutuhkan sinergi dan komitmen kolektif antara pembuat kebijakan dan partisipasi aktif masyarakat di akar rumput,” tambahnya.
Preservasi Kesehatan Masyarakat
Menyikapi penurunan mutu udara yang terjadi, Susana juga menginstruksikan langkah preventif sektor kesehatan bagi seluruh warga Sanggau guna memitigasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Masyarakat diimbau secara konsisten menggunakan alat pelindung pernapasan seperti masker saat beraktivitas di ruang publik, menjaga hidrasi tubuh secara optimal, dan segera melakukan pemeriksaan medis di fasilitas kesehatan terdekat apabila mengindikasikan adanya gangguan respirasi,” tutupnya. ( Wid )


Tidak ada komentar