

ANALISASIBERNEWS.COM I KAB BANDUNG,jabar— Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Kampung Cipadaulun, RT 02/RW 02, Desa Tanjungwangi. Dari dapur hingga arena perlombaan, warga larut dalam suasana kebersamaan dan kegembiraan.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kiprah Community Cipadaulun yang dipimpin Bunda Rai. Para emak-emak tidak sekadar hadir sebagai peserta, tetapi turut bergerak sejak persiapan kegiatan, mulai dari menyiapkan kebutuhan acara hingga memasak nasi liwet bersama.
Sejak pagi, para emak-emak terlihat berbagi tugas. Ada yang menyiapkan bahan makanan, mengolah nasi liwet, mengatur kebutuhan kegiatan, hingga membantu mempersiapkan arena perlombaan.
Dapur menjadi salah satu pusat kesibukan. Aroma nasi liwet yang mengepul berpadu dengan canda dan tawa, sementara di lokasi lain warga mulai mempersiapkan berbagai perlombaan khas perayaan kemerdekaan.

Saat perlombaan dimulai, suasana semakin semarak. Sorak-sorai warga dan gelak tawa peserta terdengar dari arena perlombaan.
Bunda Rai mengatakan, keterlibatan para emak-emak bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan dalam perlombaan, tetapi sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong.
«“Kami para emak-emak ingin ikut mengambil bagian dalam kemeriahan HUT RI. Bukan hanya soal lomba atau siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bisa berkumpul, saling membantu, tertawa bersama, dan menjaga silaturahmi,” ujar Bunda Rai.»
Menurutnya, kegiatan sederhana di lingkungan masyarakat justru dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarwarga.
«“Dari memasak nasi liwet sampai ikut perlombaan, semuanya kami lakukan dengan senang hati. Harapan kami, kebersamaan seperti ini jangan hanya ada saat Agustusan, tetapi terus terjaga,” tambahnya.»
Salah seorang warga yang ikut dalam perlombaan juga mengaku menikmati suasana perayaan tersebut. Menurutnya, kemenangan bukan menjadi tujuan utama.
«“Yang penting bukan hadiahnya, tapi seru-seruan bersama warga. Bisa ketawa bareng, saling menyemangati, dan kumpul bersama itu yang paling berharga,” ungkapnya.»
Ia menambahkan, perlombaan menjadi salah satu cara sederhana untuk menghidupkan kembali kebersamaan warga.
«“Menang kalah urusan belakangan. Yang penting hari ini kita bahagia bersama dan ikut merasakan semangat kemerdekaan,” katanya.»
Di tengah kegiatan, sejumlah anggota BPD tampak hadir mengenakan pakaian putih. Sementara Kepala Desa dan Sekretaris Desa disebut tidak hadir karena memiliki agenda kegiatan lain di desa.
Meski demikian, kegiatan masyarakat tetap berjalan dengan penuh antusiasme.
Bagi Community Cipadaulun, perayaan HUT RI ke-81 bukan sekadar seremoni tahunan. Ada pesan tentang pentingnya gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Ada ironi sederhana di balik kemeriahan tersebut. Sebuah acara tidak selalu membutuhkan panggung besar untuk menjadi meriah. Terkadang, kemeriahan justru lahir dari tangan-tangan sederhana yang mau bekerja bersama tanpa banyak bicara.
Dan hari itu, tangan-tangan tersebut adalah tangan para emak-emak Cipadaulun.
Dari nasi liwet yang dimasak bersama hingga arena perlombaan yang dipenuhi gelak tawa, semangat kemerdekaan terasa begitu dekat dengan kehidupan warga.
Dapur boleh sederhana, perlombaan boleh apa adanya. Namun ketika kebersamaan dijaga, semangat kemerdekaan akan selalu menyala.
Community Cipadaulun telah membuktikannya—dari dapur yang mengepul hingga arena yang bergemuruh, semangat kemerdekaan tetap menyala.





Sumber I bunda rai
Editor I red


Tidak ada komentar