PEKALONGAN | AnalisasiberNews.com – Kondisi infrastruktur drainase di kawasan Perumahan Binagriya Blok B5 RT 03/RW 03, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, menjadi perhatian serius warga. Sebuah gorong-gorong yang berfungsi sebagai jalur utama aliran air lingkungan dilaporkan telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun tanpa adanya perbaikan menyeluruh.

Kerusakan tersebut terlihat pada bagian penutup gorong-gorong yang mulai retak, permukaan beton yang tidak lagi rata, serta kondisi bangunan yang dinilai sudah mengalami penurunan kualitas akibat usia. Di bawah konstruksi tersebut mengalir saluran drainase yang berfungsi mengalirkan air hujan dari lingkungan permukiman menuju saluran pembuangan yang lebih besar.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan gorong-gorong bukan sekadar fasilitas pelengkap lingkungan, melainkan infrastruktur vital yang memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran sistem drainase, terutama saat curah hujan meningkat.
Warga mengaku khawatir apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan. Mereka menilai kerusakan yang semakin parah berpotensi menghambat aliran air sehingga dapat memicu genangan bahkan banjir di kawasan permukiman ketika hujan deras mengguyur.
Salah seorang warga, Hendi, mengatakan persoalan tersebut sebenarnya bukan masalah baru. Menurutnya, kondisi gorong-gorong telah berlangsung selama bertahun-tahun dan selalu menjadi pembahasan dalam setiap rapat lingkungan.
“Setiap ada rapat RT, saya selalu mengusulkan agar gorong-gorong tersebut diperbaiki. Karena kalau dibiarkan terus, kami khawatir suatu saat akan menimbulkan masalah yang lebih besar,” ujar Hendi.
Ia menjelaskan, usulan tersebut bukan semata-mata untuk memperbaiki bangunan fisik gorong-gorong, tetapi juga agar pemerintah dapat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi saluran drainase yang berada di bawahnya.
Menurut Hendi, pemeliharaan infrastruktur seharusnya dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan agar kerusakan tidak semakin parah dan biaya penanganan di kemudian hari tidak menjadi lebih besar.
Telah Diusulkan Melalui Musrenbang Kelurahan
Menanggapi aspirasi warga, Ketua RT 03/RW 03, Ahmad Subandi, menjelaskan bahwa usulan perbaikan gorong-gorong sebenarnya telah beberapa kali diajukan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel).
Menurutnya, setiap usulan pembangunan dari lingkungan terlebih dahulu dihimpun di tingkat RT dan RW sebelum disampaikan kepada pihak kelurahan untuk diteruskan kepada Pemerintah Kota Pekalongan.
“Programnya sudah diusulkan, tinggal menunggu realisasinya kapan,” kata Ahmad.
Ia menerangkan bahwa seluruh usulan pembangunan yang berasal dari masyarakat akan diproses sesuai mekanisme perencanaan pemerintah daerah. Selanjutnya, usulan tersebut akan dipertimbangkan berdasarkan skala prioritas, kemampuan anggaran daerah, serta kewenangan organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani bidang pekerjaan umum dan infrastruktur.
Ahmad menegaskan bahwa pihak RT tidak pernah berhenti memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk usulan perbaikan gorong-gorong di Blok B5 yang hingga kini terus diajukan dalam setiap pelaksanaan Musrenbangkel.
Meski demikian, hingga saat ini realisasi pembangunan masih belum dapat dipastikan karena harus menyesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah.
Warga Berharap Penanganan Dilakukan Sebelum Terjadi Banjir
Melihat belum adanya perkembangan, Hendi mengaku mencoba menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Wali Kota Pekalongan dengan harapan mendapat perhatian lebih lanjut.
Menurut Hendi, Wali Kota memberikan respons positif dan menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan terlebih dahulu dikoordinasikan dengan instansi terkait guna mengetahui kondisi di lapangan serta kemungkinan langkah penanganannya.
Respons tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat agar usulan yang telah lama diajukan dapat segera ditindaklanjuti melalui survei lapangan maupun perencanaan teknis.
Warga berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kerusakan yang lebih parah ataupun muncul genangan air yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut mereka, langkah pemeliharaan dan rehabilitasi infrastruktur jauh lebih efektif dibandingkan melakukan perbaikan setelah terjadi kerusakan berat yang membutuhkan anggaran lebih besar.
Selain itu, drainase yang berfungsi dengan baik juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi risiko kerusakan jalan, serta meminimalkan potensi berkembangnya penyakit yang dipicu oleh genangan air.
Infrastruktur Lingkungan Membutuhkan Perhatian Berkelanjutan
Infrastruktur seperti gorong-gorong dan saluran drainase sering kali luput dari perhatian karena berada di bawah permukaan jalan. Padahal, keberadaannya sangat menentukan kelancaran sistem pengendalian air di kawasan permukiman.
Pemeliharaan rutin terhadap saluran drainase dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat bagi masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Kota Pekalongan melalui instansi terkait dapat melakukan pengecekan kondisi gorong-gorong di Perumahan Binagriya serta mempertimbangkan percepatan realisasi usulan yang selama ini telah disampaikan melalui jalur resmi.
Bagi masyarakat, perbaikan gorong-gorong bukan hanya soal mengganti beton yang retak, tetapi juga bentuk investasi pemerintah dalam menjaga keselamatan warga serta mencegah timbulnya persoalan yang lebih besar di masa mendatang.
Kini masyarakat Perumahan Binagriya Blok B5 masih menunggu tindak lanjut dari usulan yang telah disampaikan selama bertahun-tahun. Mereka berharap aspirasi tersebut dapat segera diwujudkan sehingga fungsi drainase tetap optimal dan lingkungan permukiman terhindar dari risiko genangan saat musim hujan tiba.
Penulis: Ujang Haris
Editor: Yudi Sayuti
Tidak ada komentar