BENGKULU |AnalisasiberNews.com – Biddokkes Polda Bengkulu terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui berbagai program inovatif. Salah satu langkah strategis yang kini mulai diwujudkan adalah pembentukan Kampung Nelayan Binaan di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Program tersebut diawali dengan pelaksanaan rapat koordinasi (Rakor) yang digelar pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini menjadi titik awal sinergi antara Kepolisian, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat dalam membangun kawasan pesisir yang sehat, bersih, produktif, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Pembentukan Kampung Nelayan Binaan diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kesehatan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah pesisir lainnya di Provinsi Bengkulu.
Rakor Dipimpin Langsung Kabid Dokkes Polda Bengkulu
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kabid Dokkes Polda Bengkulu Kombes Pol. dr. Effri Susanto, M.M., M.H.Kes., MARS.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Deddy Nata, S.I.K., perwakilan Pemerintah Kota Bengkulu, Pakar Ekonomi Dr. Anzori Tawakal, S.T., M.T., Kepala Puskesmas Padang Serai, unsur Forkopimda terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh Ketua RW, Ketua RT, dan perwakilan warga Kelurahan Sumber Jaya.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Fokus Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Pesisir
Dalam paparannya, Kombes Pol. dr. Effri Susanto menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Binaan merupakan program pembinaan yang berorientasi pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri, sehingga diperlukan pendekatan khusus yang tidak hanya menyentuh aspek pelayanan kesehatan, tetapi juga pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ke depan, seluruh aspek yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat akan menjadi fokus pembinaan. Mulai dari kesehatan lingkungan, kondisi tempat tinggal, kesehatan perseorangan, hingga upaya pencegahan stunting,” ujar Kombes Pol. dr. Effri Susanto.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelayanan kesehatan yang diberikan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Cegah Stunting dan Wujudkan Generasi Pesisir yang Berkualitas
Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara umum, program Kampung Nelayan Binaan juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan stunting.
Intervensi kesehatan akan difokuskan kepada ibu hamil, balita, remaja, serta anak-anak usia sekolah dasar melalui edukasi gizi, pemeriksaan kesehatan berkala, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga penyuluhan mengenai pentingnya sanitasi dan pola makan bergizi.
Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk mencetak generasi muda pesisir yang sehat, cerdas, produktif, serta mampu bersaing di masa depan.
Polda Bengkulu berharap program ini mampu membantu pemerintah dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya di wilayah pesisir.
Wujudkan Lingkungan Bersih, Sehat, dan Produktif
Program Kampung Nelayan Binaan tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, nyaman, aman, dan produktif.
Berbagai program pembinaan nantinya akan mencakup peningkatan sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pemeriksaan kesehatan rutin, hingga pendampingan bagi masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.
Dengan lingkungan yang sehat, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja, khususnya bagi para nelayan yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian di wilayah pesisir Kota Bengkulu.
Sinergi Semua Pihak Jadi Kunci Keberhasilan Program
Kabid Dokkes Polda Bengkulu menegaskan bahwa keberhasilan Kampung Nelayan Binaan sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak.
Melalui sinergi antara Polda Bengkulu, Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rapat koordinasi berlangsung dalam suasana interaktif. Berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat berhasil dihimpun sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan secara bertahap di Kelurahan Sumber Jaya.
Ditargetkan Menjadi Pilot Project Nasional
Kampung Nelayan Binaan di Kelurahan Sumber Jaya dirancang sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam pembangunan masyarakat pesisir berbasis kesehatan.
Apabila program ini berjalan sesuai harapan, bukan tidak mungkin konsep serupa akan dikembangkan di berbagai daerah pesisir lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Melalui inovasi ini, Biddokkes Polda Bengkulu berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: Bidhumas Polda Bengkulu.
(Wid)

