x
Hotline News

Pemuda di Tapteng Ditemukan Meninggal Dunia – Diduga Korban Serangan Buaya di Sungai Saga Matua

waktu baca 3 menit
Jumat, 29 Mei 2026 12:18 23 Kaperwil Banten

Tapanuli Tengah,Analisasibernews.com – Kabar duka sekaligus peringatan keras menyelimuti warga Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Seorang pemuda dengan inisial BS (20) ditemukan meninggal dunia dan diduga kuat menjadi korban serangan buaya di aliran Sungai Saga Matua.

Kejadian ini menggetarkan masyarakat setelah proses pencarian berlangsung dramatis pada Rabu (27/5/2026) malam hingga dini hari Kamis (28/5/2026), sebelum akhirnya jenazah korban ditemukan dalam kondisi megenaskan.

Peristiwa bermula saat suara lonceng gereja berbunyi bertalu-talu sebagai tanda bahaya dan panggilan darurat. Korban dikabarkan hilang terseret atau diserang saat berada di perairan sungai, membuat warga berbondong-bondong bersama aparat melakukan penyisiran.

Pencarian awal dilakukan pada Rabu malam oleh Kanit Intelkam Polsek Manduamas bersama Bhabinkamtibmas dan warga, menyusuri arus sungai ke arah hilir sejauh 200 meter. Namun, operasi harus dihentikan sementara akibat kondisi gelap dan minim penerangan demi keselamatan tim pencari.

Sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, jasad korban berhasil ditemukan terapung di aliran sungai. Tim dari Polsek Manduamas yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA Francyus Sinaga, S.H., segera bergerak ke lokasi didampingi dokter Puskesmas Manduamas dr. Berry Sihotang. Di tengah perjalanan, mereka mendapatkan informasi bahwa jenazah sudah lebih dulu dievakuasi keluarga ke rumah duka.

Berdasarkan pemeriksaan awal dan pengamatan fisik, terdapat tanda-tanda gigitan dan luka yang menguatkan dugaan korban diserang secara tiba-tiba oleh buaya yang aktif berkeliaran di perairan tersebut.

Kapolsek Cek TKP dan Berikan Bantuan Kemanusiaan
Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang, S.H., langsung memimpin tim melakukan pengecekan mendalam ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan keamanan, memantau pergerakan satwa, dan memetakan titik rawan.

Setelah meninjau lokasi, Kapolsek beserta jajarannya melayat ke rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa atas nama Kapolres Tapteng AKBP Muhammad Alan Haikel, S.K.M., S.I.K., M.I.K. Pihak kepolisian menyerahkan bantuan berupa uang duka, logistik, serta memfasilitasi mobil ambulans untuk kelancaran proses pemakaman.

Keluarga korban menyatakan telah mengikhlaskan kepergian dan meyakini kematian akibat serangan hewan liar, sehingga sepakat menandatangani surat penolakan tindakan otopsi.

Polres Tapteng Siapkan Langkah Penanganan Bersama BKSDA
Polres Tapteng telah berkoordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan pemantauan lebih lanjut dan merumuskan langkah penanganan tepat terkait keberadaan buaya di kawasan tersebut.

Polres Tapteng juga mengeluarkan imbauan tegas: “Warga khususnya yang bermukim di bantaran sungai atau memiliki aktivitas di sekitar Sungai Saga Matua WAJIB meningkatkan kewaspadaan. hindari aktivitas di pinggir maupun masuk ke dalam air, jangan mandi, mencuci, atau mengambil air sendirian, dan jauhi lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya. nyawa jauh lebih berharga daripada keperluan lain.”

Kejadian pada pemuda BS ini menjadi peringatan nyaring bahwa bahaya nyata ada di Sungai Saga Matua, sehingga masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan diri.

Penulis : Syahril Tarigan

Editor: :Masturo ASN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x