x
Hotline News

Di Tengah Harga Sembako yang “Makin Pintar Naik”, Warga Turus Sambut Beras dan Minyak Goreng Seperti Menyambut Harapan

waktu baca 2 menit
Senin, 25 Mei 2026 21:09 50 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM

Pandeglang — Di saat harga kebutuhan pokok seolah berlomba mencapai langit, kabar tentang bantuan beras dan minyak goreng di Desa Turus, Kecamatan Patia, menjadi angin segar yang paling nyata bagi warga. Senin (25/5/2026), halaman Kantor Desa Turus mendadak lebih ramai dari biasanya. Bukan konser, bukan pasar malam, melainkan antrean warga yang sedang menjemput sedikit ketenangan di tengah dapur yang makin sulit diajak kompromi.

Sebanyak 571 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan pangan dari Pemerintah Provinsi Banten berupa beras dan minyak goreng. Dua barang yang kini terasa lebih “mewah” dibanding obrolan pejabat tentang kestabilan harga.

Sejak pagi, warga berdatangan dengan wajah penuh harap. Ada ibu-ibu yang membawa kantong besar, ada lansia yang rela berdiri lama, bahkan ada yang datang lebih awal karena takut kehabisan—sebuah ironi di negeri agraris yang masih membuat rakyatnya cemas hanya untuk mendapatkan beras dan minyak goreng.

Namun di balik antrean panjang itu, suasana tetap tertib. Aparatur desa bersama unsur terkait terlihat sibuk mengatur jalannya distribusi agar bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak menerima.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Turus, Dayat, mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Alhamdulillah, hari ini penyaluran bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat Desa Turus berjalan lancar. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh penerima,” ujar Dayat.

Ia menegaskan, pemerintah desa terus berupaya memastikan bantuan sosial tersalurkan secara tepat sasaran. Sebab dalam realitas hari ini, bantuan bukan lagi sekadar program, tetapi penyangga agar dapur warga tetap mengepul.

“Kami bersama perangkat desa terus melakukan pendataan dan pengawasan agar bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan kepada warga,” tambahnya.

Sementara itu, seorang warga penerima bantuan mengaku bersyukur karena bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi sekarang harga kebutuhan terus naik. Bantuan seperti ini tentu sangat berarti bagi kami,” ungkapnya singkat, namun cukup menggambarkan bagaimana beratnya kondisi ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat kecil.

Di Desa Turus hari itu, beras dan minyak goreng bukan sekadar bantuan. Ia berubah menjadi simbol sederhana tentang bertahan hidup. Tentang rakyat kecil yang tak meminta banyak—cukup harga stabil, dapur tetap menyala, dan hidup yang tidak semakin mahal setiap harinya.

Redaksi Analisasibernews
Dedi/wapim

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x