MUARO JAMBI,AnalisaSiberNews.com – Di tengah dorongan penguatan ketahanan pangan nasional, sebuah model ekonomi kerakyatan di Desa Ladang Panjang, Kabupaten Muaro Jambi, telah menunjukkan hasil nyata. Namun, di balik keberhasilan tersebut, muncul pesan yang semakin menguat dari pelaku lapangan: negara diminta tidak terlambat hadir.

Kelompok “Mina Permai Maju Bersama” berhasil menjaga harga ikan segar stabil di angka Rp22.000 per kilogram, sekaligus memperluas akses protein bagi masyarakat. Model ini dinilai efektif karena memangkas rantai distribusi dan mengedepankan sistem berbasis kelompok.
Di bawah kepemimpinan Kamaludin, kelompok ini telah mencapai kemandirian operasional. Produksi berjalan konsisten, distribusi langsung ke konsumen, dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Dampak yang mulai terlihat antara lain harga ikan lebih terjangkau, peningkatan konsumsi protein masyarakat, serta dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini bukan rencana, ini sudah berjalan. Masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” ujar Kamaludin, Rabu (29/4/2026).
Meski model telah terbukti, pengembangannya masih menghadapi hambatan utama berupa keterbatasan modal produktif. Ratusan kelompok perikanan di Muaro Jambi saat ini berada dalam kondisi siap berkembang, namun belum dapat bergerak optimal karena keterbatasan keramba jaring apung, bibit ikan unggul, dan pakan berkualitas.
“Kami tidak kekurangan kemauan, kami hanya kekurangan dukungan untuk mempercepat,” tegasnya.
Pelaku usaha menilai, tanpa intervensi tepat waktu, peluang besar ini berisiko melambat. Replikasi model ke desa lain, peningkatan produksi pangan lokal, hingga stabilitas harga di tingkat masyarakat bisa terhambat.
Sebaliknya, dengan dukungan modal yang tepat sasaran, Muaro Jambi berpeluang menjadi pusat pengembangan perikanan rakyat berbasis komunitas yang berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional.
Momentum ini dinilai penting bagi pemerintah untuk memperkuat kebijakan berbasis praktik lapangan yang telah terbukti. Pelaku usaha berharap adanya perhatian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Provinsi Jambi, serta Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, khususnya dalam bentuk pendanaan produktif dan percepatan program berbasis kelompok.
“Kami sudah memulai dari bawah. Harapan kami, negara hadir di saat yang tepat, bukan setelah peluang lewat,” tutup Kamaludin.
Tentang PropamNews TV
PropamNews TV adalah media independen yang berfokus pada pemberitaan investigatif, ekonomi kerakyatan, dan pembangunan daerah.
#KetahananPangan #KKP #MuaroJambi #EkonomiKerakyatan #InvestasiRakyat #Perikanan #MBG
Sumber I Kamalaudin
Aziz
Tidak ada komentar