Pandeglang,|AnalisasiberNews.com – Mitra BGN Dapur SPPG Karyasari di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, menegaskan komitmennya dalam membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat sekitar sekaligus mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal. Hal tersebut disampaikan pada Jumat (17/04/2026).

Pengelola dapur memastikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat, termasuk keluhan terkait pengelolaan limbah maupun isu lainnya, akan diterima dan ditindaklanjuti secara langsung. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar.
Pengelola dapur, H. Karnadi, menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan berbagai masukan. Ia menyebut keberadaan dapur MBG SPPG Karyasari tidak terlepas dari peran aktif warga setempat yang juga dilibatkan dalam kegiatan operasional.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Insya Allah setiap keluhan akan kami tampung dan akomodir dengan sebaik mungkin,” ujar H. Karnadi.
Menurutnya, mayoritas tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur berasal dari lingkungan sekitar. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari visi pemberdayaan masyarakat lokal, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, agar memiliki sumber penghasilan tambahan yang lebih stabil.
Sejak dapur mulai beroperasi, sejumlah warga disebut telah merasakan dampak ekonomi positif melalui pendapatan rutin yang diterima setiap bulan.
“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini, taraf hidup masyarakat perlahan meningkat karena mereka kini memiliki penghasilan tetap,” katanya.
Terkait isu limbah, pihak pengelola menegaskan tidak menutup diri terhadap kritik dan masukan. Warga yang merasa terdampak diimbau untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada manajemen agar dapat segera ditangani.
“Jika ada masyarakat yang merasa terdampak, terutama soal limbah, silakan datang ke manajemen. Kami akan merespons secara langsung dan mencari solusi terbaik,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan SPPG, Dimas Dhika Alpiyan, S.Pd., turut menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara pengelola dan masyarakat. Ia mendorong warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung ke lokasi dapur guna mempercepat penanganan.
“Kami membuka lebar aspirasi masyarakat. Akan lebih efektif jika disampaikan langsung ke dapur agar dapat segera kami tangani,” ujarnya.
Dengan komitmen tersebut, pengelola berharap keberadaan dapur MBG SPPG Karyasari tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mampu menjaga hubungan yang harmonis melalui komunikasi yang transparan, responsif, dan berkelanjutan.
Sumber : Dedi Supandi
Editor : Redaksi AnalisasiberNews
Tidak ada komentar