

ANALISASIBERNEWS.COM
Cegah Kekerasan dan Radikalisme, Guru BK Diminta Kenali Karakter Siswa Satu per Satu
KABUPATEN BANDUNG, jabar– Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pentingnya peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mencegah tindak kekerasan maupun radikalisme di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, guru BK memiliki posisi strategis dalam mendampingi, membentuk sekaligus menjaga perkembangan karakter peserta didik. Karena itu, seorang guru BK harus memiliki kematangan pribadi sebelum memberikan bimbingan kepada siswa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung yang akrab disapa Kang DS (KDS) saat memberikan arahan dalam Sosialisasi Pencegahan Tindak Kekerasan dan Radikalisme terhadap Anak, di Gedung Mohamad Toha, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Kamis (3/9/2026).
“Guru BK harus sudah selesai dengan dirinya,” tegas KDS.
Ia menjelaskan, guru BK kerap menjadi tempat siswa mencurahkan berbagai persoalan pribadi maupun keluarga. Karena itu, setiap informasi yang disampaikan siswa harus dijaga kerahasiaannya dan tidak boleh menjadi bahan perundungan maupun konsumsi media sosial.
“Karena ada beberapa rahasia anak yang harus disimpan guru BK. Jangan malah guru BK mem-bullying atau mengekspos di media sosial terkait permasalahan anak tersebut, karena ini bahaya,” ujarnya.
Kenali Karakter Siswa Satu per Satu
KDS menilai guru BK tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Guru BK harus benar-benar mengenali karakter peserta didik secara personal.
Menurutnya, kedekatan dan kepercayaan antara guru BK dengan siswa menjadi modal penting agar anak merasa aman untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapinya.
“Guru BK tidak punya rasa hasut, tidak punya rasa iri, dan tidak punya rasa membocorkan rahasia anak,” katanya.
Ia juga meminta guru BK memberikan perhatian khusus kepada siswa yang cenderung pendiam. Menurut KDS, perubahan perilaku seorang anak perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda adanya persoalan yang sedang dihadapi.
Guru BK juga diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara siswa, orang tua dan pihak sekolah, terutama ketika persoalan yang terjadi di lingkungan keluarga mulai berdampak terhadap kondisi anak di sekolah.
“Guru BK ini menjadi penghubung antara orang tua siswa dengan siswanya itu sendiri, sehingga dengan harapan bisa kembali terjalin hubungan yang harmonis,” ungkapnya.
Dorong Budaya 5S dan SAPA BEDAS
Untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan berkarakter, KDS mendorong penerapan budaya 5S, yakni senyum, salam, sapa, sopan dan santun.
Ia juga menugaskan jajaran Dinas Pendidikan, kepala sekolah dan para guru untuk hadir lebih awal melalui gerakan SAPA BEDAS (Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas).
Menurutnya, keteladanan guru merupakan bagian penting dalam membangun suasana sekolah yang aman, nyaman dan ramah terhadap anak.
“Dengan harapan bisa menciptakan iklim pendidikan yang ramah anak dan berkarakter,” katanya.
Perkuat Nilai Kebangsaan
Dalam upaya meminimalisir radikalisme, KDS menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang pendidikan yang inklusif dan tidak membeda-bedakan peserta didik berdasarkan suku, ras maupun agama.
Ia juga mendorong penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya BNPT, Polri, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan.
KDS menyebut pendidikan mengenai empat pilar kebangsaan juga penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda.
“Untuk meminimalisir radikalisme, perlu ada pendidikan atau penataran empat pilar kebangsaan, karena di situ ada Pancasila, selain UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita dituntut memiliki jiwa nasionalis,” tuturnya.
KDS bahkan berharap sekolah membangun kebiasaan mendengarkan lagu Indonesia Raya setiap hari sebagai salah satu upaya menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan rasa memiliki terhadap bangsa.
“Minimal mendengarkan lagu Indonesia Raya. Supaya kita ada rasa cinta Tanah Air dan rasa memiliki. Dengan harapan radikalisme tidak terjadi di sekolah,” katanya.
371 Guru BK Ikuti Sosialisasi
Sosialisasi tersebut diikuti 371 guru BK SMP negeri dan swasta, serta perwakilan kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Bandung.
Kegiatan diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALPUK PPA) Kabupaten Bandung bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung.
Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati serta perwakilan petugas Densus 88 Mabes Polri.
KDS mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut dan berharap para guru BK dapat menjalankan perannya secara konsisten sebagai pendamping sekaligus pelindung anak di lingkungan sekolah.
“Terima kasih tidak membocorkan rahasia anak-anak kita. Saya mohon kepada para guru BK sabar, tawakal. Saya yakin ibu dan bapak mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ujarnya.
Menurut KDS, penguatan peran guru BK merupakan bagian penting dalam menciptakan generasi yang aman, berkarakter, toleran dan tangguh.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang ramah anak serta mempersiapkan generasi muda Kabupaten Bandung menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber: Forwaci Group (Idra P)
Editor: ASN.com


Tidak ada komentar