

BANDUNG JAWA BARAT,- AnalisaSiberNews.com – 2 September 2026 — Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Komisi B Dapil 3, Venny Noveny S.S., turut hadir dan aktif dalam kegiatan Bedah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang digelar di eL Hotel Bandung. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari kesepakatan yang dicapai dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bandung pada Senin, 31 Agustus 2026 lalu.
Hadir juga memimpin kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., yang secara khusus menekankan pentingnya pembahasan yang mendalam, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung.
Pada Sidang Paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Bandung, Soreang, seluruh fraksi telah menyampaikan pandangan dan sepakat untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 ke tahap penelaahan lebih rinci. Kesepakatan itu menjadi landasan kegiatan bedah Raperda yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026, guna memastikan setiap alokasi anggaran tepat sasaran dan bermuara pada kemanfaatan rakyat.
Venny Noveny S.S., yang juga menyampaikan pandangan fraksinya dalam Sidang Paripurna sebelumnya, menegaskan kesiapannya untuk mengkaji setiap rincian anggaran secara teliti.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk tanggung jawab kami kepada masyarakat. Anggaran yang kita ubah dan kita susun harus benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan. Tidak boleh ada kepentingan kelompok yang mendahulukan kepentingan umum. Setiap rupiah yang kita alokasikan, harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Bandung,” ujar Venny Noveny

Venny Noveny juga menekankan bahwa perubahan APBD ini harus menjadi instrumen untuk menutup celah kekurangan anggaran pada program-program prioritas, sekaligus melakukan efisiensi pada pos-pos yang tidak mendesak.
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hj. Renie Rahayu Fauzi, S.H., dalam arahannya membuka kegiatan bedah Raperda menyampaikan bahwa momen ini sangat krusial untuk menghasilkan peraturan daerah yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kegiatan bedah Raperda ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud pengawasan dan perencanaan yang matang. Saya minta kepada seluruh anggota yang hadir, teliti setiap pasal, cermat setiap angka. Anggaran daerah adalah amanah rakyat. Jangan sampai ada yang terlewat, jangan sampai ada yang tidak tepat sasaran. Kita susun perubahan APBD 2026 ini dengan akuntabilitas tinggi, dengan keadilan yang merata untuk seluruh wilayah Kabupaten Bandung,” tegas Renie Rahayu Fauzi.
Ketua DPRD juga mengingatkan bahwa pembahasan ini berjalan beriringan dengan visi pemerintah daerah untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang Lebih Baik, Lebih BEDAS, sehingga setiap keputusan yang diambil harus mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan bedah Raperda Perubahan APBD 2026 ini direncanakan selesai dalam tiga hari pembahasan mendalam. Hasil pembahasan akan dibawa kembali ke Sidang Paripurna untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen dewan, termasuk Venny Noveny dan arahan tegas Ketua DPRD, diharapkan anggaran yang dihasilkan semakin responsif, akuntabel, dan bermuara pada kemaslahatan seluruh warga Kabupaten Bandung.
Penulis : Ajunaedi


Tidak ada komentar