

ANALISASIBERNEWS.COM I PEKALONGAN, JAWA TENGAH — Semangat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi SMP Negeri 4 Pekalongan untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai religius di kalangan peserta didik.
Mengusung tema “Dengan Semangat Nabi Muhammad SAW, Kita Wujudkan Generasi Berakhlak, Bersatu, dan Cinta Tanah Air,” SMP Negeri 4 Pekalongan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat, Jalan Dr. Wahidin, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Sekitar 400 siswa dari kelas VII, VIII, dan IX bersama para guru mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh antusias, tertib, dan khidmat.
Sejak pagi, para siswa telah memadati lokasi kegiatan. Mereka mengikuti kegiatan keagamaan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran karakter di luar ruang kelas sekaligus untuk memperdalam pemahaman mengenai keteladanan Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi keluarga besar SMP Negeri 4 Pekalongan untuk mengenang perjalanan kehidupan Rasulullah SAW sekaligus mengambil hikmah dari akhlak dan perilaku beliau.
Bagi pihak sekolah, Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Peringatan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus menanamkan karakter religius kepada peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama, pembacaan puisi, serta syair-syair pujian kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Suasana semakin khidmat ketika para siswa mengikuti tausiah yang mengajak mereka meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta didik diingatkan mengenai pentingnya bersikap jujur, santun dalam berbicara, menghormati orang tua, menghormati guru, rajin beribadah, serta menjaga hubungan baik dengan sesama.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi yang membawa berbagai pengaruh terhadap kehidupan generasi muda.
Pihak sekolah juga menekankan bahwa pendidikan karakter tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran akademik. Pembentukan karakter membutuhkan pembiasaan, keteladanan, serta pendampingan secara berkelanjutan.
Melalui peringatan Maulid Nabi, siswa diharapkan mampu memahami bahwa akhlak mulia merupakan bagian penting dari keberhasilan seseorang. Prestasi akademik perlu berjalan seimbang dengan kepribadian, kedisiplinan, dan nilai-nilai moral.
Salah seorang guru SMP Negeri 4 Pekalongan, Ratna, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Maulid Nabi memiliki peran penting dalam membina karakter siswa.
Menurut Ratna, keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan siswa, termasuk dalam cara berbicara, bersikap, belajar, dan menghormati orang lain.
«“Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum untuk membina karakter anak-anak, termasuk dalam cara berbicara agar tidak kasar. Kami sebagai guru juga terus mendorong siswa dan siswi untuk meningkatkan semangat belajar, rajin melaksanakan sholat, menghormati orang tua, menghindari kata-kata kotor, serta menghormati guru di sekolah,” ujar Ratna, S.Pd.»
Ia menambahkan, pendidikan karakter membutuhkan proses yang dilakukan secara terus-menerus. Sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan positif pada diri anak.
Selain menanamkan nilai keagamaan, peringatan Maulid Nabi tersebut juga membawa pesan kebangsaan. Tema kegiatan yang mengangkat semangat persatuan dan cinta tanah air menjadi pengingat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
Para siswa diharapkan mampu menghargai perbedaan, menjaga persahabatan, tidak mudah terprovokasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.
Salah seorang siswa kelas IX SMP Negeri 4 Pekalongan berinisial AY menyampaikan pesan agar para pelajar terus menjaga semangat belajar dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
«“Saya selaku siswa kelas 9 SMP Negeri 4 Pekalongan mengajak teman-teman untuk tetap semangat belajar, raih prestasimu dan cita-citamu,” ucap AY.»
Antusiasme terlihat dari keterlibatan siswa kelas VII, VIII, dan IX dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Meskipun dikemas secara sederhana, kegiatan tersebut berlangsung penuh makna dan menjadi pengalaman spiritual bagi para peserta didik.
Pembacaan Al-Qur’an, sholawat, puisi, syair pujian kepada Rasulullah SAW, serta tausiah menjadi bagian dari rangkaian acara yang memberikan pesan moral kepada para siswa.
Sekolah berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada peringatan Maulid Nabi saja. Para siswa diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi pedoman bagi siswa untuk membangun kebiasaan positif. Mulai dari menjaga tutur kata, menghormati orang tua dan guru, rajin belajar, disiplin beribadah, hingga menjaga hubungan baik dengan teman dan masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Generasi yang berakhlak, berprestasi, memiliki semangat belajar, mampu menghargai orang lain, serta memiliki rasa cinta terhadap tanah air dinilai menjadi modal penting dalam membangun masa depan Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, SMP Negeri 4 Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pendidikan karakter dan nilai religius bagi para peserta didik.
Semangat Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan dapat menjadi energi positif bagi seluruh siswa untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan prestasi, dan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kanzus Sholawat pun menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar SMP Negeri 4 Pekalongan. Kesederhanaan kegiatan tidak mengurangi pesan besar yang ingin disampaikan, yakni pentingnya membangun generasi muda yang memiliki akhlak mulia, semangat persatuan, kecintaan terhadap tanah air, serta tekad untuk terus belajar dan meraih prestasi.
Dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah, semangat keteladanan Rasulullah SAW diharapkan terus tumbuh di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan pelajar yang berakhlak, berprestasi, bersatu, dan cinta tanah air.
Wakaperwil Jateng: Hendine
Reporter: Hendine


Tidak ada komentar