

PEKALONGAN, JAWA TENGAH | AnalisasiberNews.com — Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama kembali terlihat di lingkungan Masjid An Nuur, Perumahan Medono Indah, Jalan Parang Garuda RT 02/RW 10, Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Setiap Jumat Kliwon, halaman Masjid An Nuur menjadi tempat berlangsungnya kegiatan sedekah berupa hidangan makan bersama bagi para jamaah. Tradisi sosial keagamaan tersebut bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pada Jumat, 21 Agustus 2026, kegiatan Sedekah Jumat Kliwon kembali digelar dengan menyediakan menu nasi gudeg khas Yogyakarta. Kegiatan berlangsung setelah pelaksanaan salat Jumat dan diikuti sekitar 350 jamaah yang berasal dari warga Perumahan Medono Indah maupun masyarakat dari lingkungan sekitar.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB. Setelah salat Jumat selesai, panitia menyiapkan hidangan nasi gudeg beserta minuman di halaman Masjid An Nuur. Para jamaah kemudian menikmati hidangan secara bersama-sama dengan suasana penuh kekeluargaan.
Kegiatan Sedekah Jumat dengan konsep prasmanan tersebut diketahui telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. Pelaksanaannya dilakukan setiap satu bulan sekali, bertepatan dengan Jumat Kliwon.
Ketua panitia kegiatan, Hj. Nanik, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan keikhlasan untuk berbagi kepada jamaah yang melaksanakan salat Jumat di Masjid An Nuur.
Menurutnya, sedekah merupakan bentuk kepedulian sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama.
“Saya mempunyai rasa peduli untuk bersedekah kepada para jamaah Masjid An Nuur Medono. Sedekah di jalan Allah SWT dilakukan dengan keikhlasan dan niat yang baik. Saya hanya berusaha menjalankan niat untuk berbagi melalui kegiatan ini,” ujar Hj. Nanik.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan dengan mengupayakan dukungan dari para donatur. Penggalangan donasi ditujukan untuk kepentingan kegiatan sosial dan bukan untuk kepentingan pribadi.
“Setiap Jumat Kliwon saya hanya mencarikan donasi dan donatur dengan tujuan kepedulian bersedekah. Bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan umum,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa kegiatan Sedekah Jumat dibangun atas semangat kebersamaan. Panitia berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut mendukung kegiatan sosial tersebut sesuai kemampuan masing-masing.
Ada hal menarik dalam kegiatan Sedekah Jumat Kliwon kali ini. Panitia menghadirkan nasi gudeg khas Yogyakarta sebagai hidangan utama.
Menu tersebut disajikan secara prasmanan sehingga jamaah dapat menikmati makanan setelah melaksanakan salat Jumat. Selain makanan, panitia juga menyediakan minuman bagi para jamaah.
Konsep prasmanan membuat suasana kegiatan terasa lebih akrab. Jamaah dapat berkumpul, berbincang, dan menikmati hidangan bersama-sama dalam suasana sederhana namun penuh kebersamaan.
Bagi panitia, nilai utama kegiatan bukan terletak pada menu makanan yang disajikan, melainkan pada semangat berbagi dan kepedulian yang menjadi dasar pelaksanaannya.
Kegiatan semacam ini juga menjadi ruang untuk membangun interaksi sosial. Jamaah dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam satu suasana tanpa membedakan status maupun latar belakang.
Sekitar 350 jamaah tercatat hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari warga Perumahan Medono Indah, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitar.
Sejak menjelang pelaksanaan salat Jumat, warga mulai berdatangan ke Masjid An Nuur. Mereka melaksanakan ibadah salat Jumat secara berjamaah.
Setelah salat Jumat selesai, panitia mulai menyajikan hidangan sedekah di halaman masjid. Anak-anak dan orang dewasa turut berpartisipasi dalam membantu kelancaran kegiatan.
Kehadiran berbagai kelompok usia tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan sosial berbasis masjid dapat menjadi sarana pendidikan sosial bagi generasi muda. Anak-anak dapat belajar mengenai arti berbagi, membantu sesama, menjaga kebersihan, serta bekerja sama dalam sebuah kegiatan masyarakat.
Sementara bagi orang dewasa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antarwarga dan membangun kepedulian sosial.
Sedekah Jumat Kliwon di Masjid An Nuur tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi.
Melalui makan bersama, warga dapat saling bertemu dan berkomunikasi dalam suasana yang lebih santai. Hubungan antarjamaah yang mungkin terbatas pada kegiatan ibadah dapat berkembang menjadi hubungan sosial yang lebih erat.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan panitia untuk menjaga hubungan baik antarsesama jamaah serta menghindari adanya perbedaan perlakuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan juga diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan, meningkatkan kekompakan, serta menjaga budaya gotong royong yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kaperwil Jawa Tengah Media AnalisaSiberNews, Hendi, turut hadir dan mengikuti salat Jumat berjamaah di Masjid An Nuur Medono.
Kehadiran Hendi menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial yang dilakukan masyarakat. Selain menjalankan tugas jurnalistik, kehadiran tersebut juga menjadi bentuk perhatian terhadap kegiatan positif yang tumbuh di lingkungan masyarakat.
Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Panitia bersama warga turut menjaga agar proses pembagian makanan berlangsung dengan baik sehingga seluruh jamaah dapat menikmati hidangan yang telah disediakan.
Imam Masjid An Nuur Perumahan Medono Indah, Muhammad Fazza, S.Pd., turut menyampaikan semangat kepada para pengurus dan panitia yang selama ini menjalankan kegiatan Sedekah Jumat.
Menurutnya, kegiatan Jumat berkah di lingkungan masjid merupakan aktivitas positif yang perlu dijaga keberlangsungannya selama dilaksanakan dengan niat baik, keikhlasan, serta pengelolaan yang bertanggung jawab.
“Jumat berkah lingkungan makmur. Tetap semangat dengan ikhlas menjalankan tugas untuk ibu-ibu pengurus sedekah Jumat di Masjid An Nuur Medono Indah,” ungkap Muhammad Fazza, S.Pd.
Pesan tersebut menjadi penyemangat bagi para pengurus dan panitia agar kegiatan sosial dapat terus berjalan.
Hj. Nanik selaku ketua panitia juga berharap kegiatan Sedekah Jumat Kliwon dapat terus berlangsung secara berkelanjutan.
Untuk itu, ia mengajak masyarakat di wilayah Medono, Pringrejo, maupun masyarakat luas yang memiliki kepedulian sosial untuk ikut memberikan dukungan melalui donasi sesuai kemampuan.
Ia juga berharap dukungan dapat datang dari berbagai unsur masyarakat, termasuk warga sekitar, lembaga, maupun pihak lain yang memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan.
Menurut panitia, bantuan tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Sedekah Jumat Kliwon di Masjid An Nuur.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan atau menyampaikan dukungan, dapat berkoordinasi langsung dengan Hj. Nanik di wilayah Perumahan Binagriya Blok B7 RT 03/RW 03, Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.
Koordinasi juga dapat dilakukan melalui ketua dan pengurus Masjid An Nuur yang beralamat di Jalan Parang Garuda RT 02/RW 10, Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat.
Panitia menekankan bahwa semangat utama kegiatan adalah berbagi dan memberikan manfaat bagi jamaah serta masyarakat sekitar.
Jika dilihat sekilas, kegiatan Sedekah Jumat mungkin hanya berupa pembagian makanan. Namun, di balik kegiatan sederhana tersebut terdapat nilai sosial yang cukup besar.
Ketika ratusan orang berkumpul setelah melaksanakan salat Jumat dan menikmati hidangan bersama, terjadi interaksi sosial yang dapat memperkuat rasa kebersamaan.
Warga yang sebelumnya mungkin jarang berkomunikasi mendapatkan kesempatan untuk saling menyapa. Anak-anak melihat langsung bagaimana orang dewasa bekerja sama. Para jamaah juga dapat merasakan bahwa masjid merupakan bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat.
Budaya berbagi seperti ini juga dapat menjadi contoh bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk kegiatan besar. Hal sederhana seperti menyediakan makanan bagi jamaah pun dapat menjadi bentuk kepedulian apabila dilakukan dengan niat baik dan dikelola secara bertanggung jawab.
Kegiatan yang telah berjalan selama tiga tahun tersebut menjadi bukti bahwa konsistensi merupakan salah satu faktor penting dalam mempertahankan sebuah gerakan sosial.
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, kegiatan sosial berbasis lingkungan memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antarmasyarakat.
Gotong royong tidak hanya berarti bekerja bersama dalam pembangunan fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.
Sedekah Jumat Kliwon di Masjid An Nuur menjadi salah satu contoh sederhana bagaimana masyarakat dapat menghidupkan kembali semangat tersebut.
Panitia, pengurus masjid, jamaah, anak-anak, serta warga sekitar memiliki peran masing-masing dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Kebersamaan itulah yang diharapkan terus dipertahankan sehingga kegiatan tidak hanya menjadi rutinitas bulanan, tetapi juga berkembang menjadi tradisi sosial yang memberikan manfaat lebih luas.
Hj. Nanik berharap Sedekah Jumat Kliwon dapat terus dilaksanakan secara konsisten dan semakin banyak masyarakat yang ikut memberikan dukungan.
Ia juga berharap adanya sinergi antara masyarakat, pengurus masjid, para donatur, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial.
Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang kegiatan tersebut memberikan manfaat kepada jamaah dan lingkungan sekitar.
Namun, keberlanjutan kegiatan tetap membutuhkan pengelolaan yang baik. Transparansi, komunikasi, dan koordinasi antara panitia, pengurus masjid, serta donatur menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan pengelolaan yang terbuka dan bertanggung jawab, kegiatan sosial seperti Sedekah Jumat dapat terus tumbuh menjadi gerakan masyarakat yang positif.
Kegiatan Sedekah Jumat Kliwon di Masjid An Nuur Medono, Kota Pekalongan, menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat.
Dengan menu nasi gudeg khas Yogyakarta, sekitar 350 jamaah berkumpul setelah salat Jumat untuk menikmati hidangan bersama. Lebih dari sekadar makan bersama, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, menjaga persaudaraan, membangun kekompakan, dan menumbuhkan kembali semangat gotong royong.
Kegiatan yang telah berlangsung selama kurang lebih tiga tahun tersebut diharapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat berbagi yang ditunjukkan panitia dan para pendukung kegiatan juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Selama dilaksanakan dengan niat baik, keikhlasan, serta pengelolaan yang bertanggung jawab, kegiatan sosial berbasis masjid dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menjaga persaudaraan dan membangun lingkungan yang harmonis.
Reporter: Kaperwil Jateng, Hendi
Editor: Yudi Sayuti, S.T.
Sumber: Keterangan panitia kegiatan dan pengurus Masjid An Nuur Medono
Berita ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan panitia kegiatan, pengurus Masjid An Nuur, serta hasil peliputan di lokasi. Redaksi berupaya menyajikan informasi secara informatif, berimbang, dan sesuai prinsip jurnalistik. Informasi mengenai jumlah jamaah, durasi kegiatan, serta mekanisme donasi merupakan keterangan dari pihak penyelenggara.


Tidak ada komentar