

DEMAK | AnalisasiberNews.com – Warga Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, resah menyusul informasi dugaan aksi ekshibisionisme yang dilakukan seorang pria tidak dikenal di kawasan persawahan sebelah utara menuju Jalan Wedung–Mijen.
Dugaan peristiwa tersebut disebut terjadi sekitar sebulan lalu dan kembali menjadi perhatian masyarakat pada Jumat (14/8/2026).
Seorang warga, Miftahur Rh, menuturkan bahwa pria tersebut diduga memperlihatkan alat kelaminnya di tempat umum saat melintas menggunakan sepeda motor di sekitar lokasi.
Informasi tersebut menjadi perhatian warga karena kawasan persawahan tersebut masih kerap dilalui masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Miftahur, pria yang diduga terlibat memiliki ciri-ciri bertubuh tinggi dan sedikit gemuk. Pria tersebut disebut mengenakan masker dan helm serta mengendarai sepeda motor Honda PCX berwarna merah. Sementara nomor polisi kendaraan yang digunakan belum diketahui.
“Informasi yang kami terima seperti itu. Warga berharap kalau memang benar, pelakunya segera ditemukan agar tidak lagi meresahkan masyarakat,” ujar Miftahur.
Dugaan aksi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian warga, terutama perempuan dan anak-anak yang melintas di kawasan tersebut. Warga berharap keamanan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga serta kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Masyarakat berharap informasi tersebut segera mendapatkan kejelasan melalui langkah aparat penegak hukum. Penyelidikan dinilai penting untuk memastikan kebenaran informasi, termasuk waktu, lokasi, kronologi, serta identitas orang yang diduga terlibat.
Secara hukum, dugaan mempertontonkan alat kelamin atau melakukan tindakan bermuatan kesusilaan di tempat umum dapat berkaitan dengan ketentuan pidana mengenai kesusilaan. Namun, penerapan pasal bergantung pada fakta peristiwa, unsur perbuatan, serta alat bukti yang ditemukan. Penentuan pasal merupakan kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan.
Warga meminta aparat kepolisian, khususnya Polsek Mijen, menindaklanjuti informasi tersebut secara profesional. Selain memastikan kebenaran kejadian, penyelidikan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus rasa aman kepada masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Desa Bantengmati menyampaikan bahwa hingga saat ini pihak desa belum menerima laporan resmi mengenai dugaan aksi tersebut. Pemerintah desa juga belum mengetahui secara pasti kronologi maupun identitas orang yang diduga melakukan perbuatan tersebut.
Menyusul informasi yang beredar di tengah masyarakat, warga berharap adanya koordinasi antara pemerintah desa dan aparat kepolisian apabila ditemukan laporan atau informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan tindakan sendiri terhadap seseorang yang dicurigai. Informasi mengenai dugaan pelaku sebaiknya disampaikan kepada aparat kepolisian agar dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.
Apabila masyarakat mengetahui atau mengalami kejadian serupa, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian dengan menyampaikan informasi yang dapat diverifikasi, seperti waktu, lokasi, ciri-ciri, kendaraan, maupun bukti lain yang dimiliki.
Langkah tersebut dinilai lebih tepat daripada menyebarkan tuduhan atau identitas seseorang yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan peristiwa tersebut. Media ini masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari Polsek Mijen maupun Polres Demak mengenai informasi yang beredar serta kemungkinan tindak lanjut atas dugaan kejadian tersebut.
(Hmd)


Tidak ada komentar