

MAGELANG | AnalisasiberNews.com — Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Penutupan Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan dr. Koesen Hirohoesodo, Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Selasa (11/8/2026).
Upacara menjadi momentum penting bagi para mantan Prajurit Siswa setelah menyelesaikan pendidikan dan dilantik menjadi prajurit TNI Angkatan Darat dengan pangkat Sersan Dua.

Pendidikan Bintara Infanteri tidak hanya menjadi proses pembentukan keterampilan dasar keprajuritan, tetapi juga menjadi landasan dalam membentuk prajurit yang memiliki karakter, disiplin, dan integritas.
Selama menjalani pendidikan, para prajurit dibekali nilai-nilai yang berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta 8 Wajib TNI sebagai landasan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian.
Dalam amanatnya, Pangdam IV/Diponegoro menyampaikan bahwa tantangan tugas prajurit ke depan semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut Bintara Infanteri memiliki kemampuan dan kesiapan yang memadai.
Para Bintara Infanteri dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan lapangan yang andal, menguasai teknik dan taktik bertempur, baik secara perorangan maupun dalam hubungan tim.
Selain kemampuan dasar keprajuritan, para prajurit juga diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari upaya mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas pokok di satuan.
Pangdam menegaskan bahwa pendidikan tersebut merupakan langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan personel TNI AD sekaligus mendukung pembentukan dan pengembangan satuan teritorial.
Para Bintara Infanteri diharapkan memiliki keunggulan dalam aspek kepribadian, mental, fisik, dan akademik yang dilandasi moralitas tinggi.
Dengan bekal tersebut, para prajurit diharapkan mampu menjadi prajurit yang profesional, tangguh, dan dicintai rakyat serta siap melaksanakan pengabdian di seluruh pelosok tanah air.
Kepada para prajurit yang baru dilantik, Pangdam berpesan agar senantiasa menjaga kehormatan sebagai bagian dari keluarga besar TNI AD dan Korps Infanteri “Queen of The Battle”.
Para prajurit juga diingatkan untuk menghindari segala bentuk pelanggaran disiplin maupun norma keprajuritan.
Selain itu, mereka diharapkan mampu menjadi prajurit yang rendah hati dan humanis ketika berada di tengah masyarakat.
Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan bantuan dan solusi sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki.
Hal tersebut dilandasi kesadaran bahwa TNI berasal dari rakyat dan pengabdiannya harus senantiasa berorientasi pada kepedulian serta kepentingan masyarakat.
Upacara penutupan pendidikan tersebut turut dihadiri Danrem 072/Pamungkas, Danrindam IV/Diponegoro, para Asisten dan Kabalakdam IV/Diponegoro, Ketua beserta Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Daerah IV/Diponegoro.
Hadir pula para pelatih, Gadik/Gumil, pembina, serta unsur terkait lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.
Penutupan Dikmaba Infanteri TNI AD Gelombang II TA 2026 menjadi momentum bagi para prajurit yang baru dilantik untuk mengimplementasikan seluruh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keprajuritan yang telah diperoleh selama pendidikan dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
Sumber: Pendam IV/Diponegoro
Pewarta: Wid
Editor: Redaksi AnalisasiberNews.com


Tidak ada komentar