

ANALISASIBERNEWS.COM I TANGGAMUS, LAMPUNG — Warga Pekon Talagening, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan bau tidak sedap yang diduga berasal dari limbah cair aktivitas produksi Makanan Bergizi (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Keluhan itu disampaikan seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan kepada awak media, Sabtu (8/8/2026). Menurut warga tersebut, aktivitas produksi makanan di dapur MBG menghasilkan limbah cair, antara lain air bekas pencucian bahan makanan, yang diduga dialirkan ke selokan lingkungan.
Warga menduga kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya bau menyengat di sepanjang aliran selokan, terutama ketika aktivitas produksi berlangsung.
«“Limpasan air cucian dari bahan-bahan yang diolah seperti ayam, bumbu, dan hasil cucian lainnya menyebabkan selokan mengeluarkan bau tidak sedap,” ujar warga tersebut.»

Ia mengatakan bau semakin terasa setelah limbah mengendap di saluran pembuangan.
«“Semenjak dapur MBG beroperasi, limbah yang dibuang ke selokan umum mengeluarkan bau yang sangat menyengat,” katanya.»
Mengganggu Kenyamanan Warga
Menurut warga, bau tersebut telah mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi itu, kata dia, membuat sebagian warga merasa kurang nyaman ketika berada di sekitar rumah, termasuk saat duduk di teras atau beraktivitas di dekat saluran air.
“Bahkan aktivitas sehari-hari warga, seperti duduk di teras rumah atau berinteraksi di sekitar selokan, menjadi kurang nyaman akibat bau menyengat yang berasal dari limbah dapur MBG,” ujarnya.
Warga tersebut juga menyampaikan bahwa persoalan yang paling dikeluhkan adalah limbah cair. Sementara untuk sampah padat berupa sisa bahan makanan, menurut pengamatannya, pengelola posko MBG dinilai telah melakukan penanganan.
Warga Minta Pengelolaan Limbah Diperhatikan
Masyarakat berharap program MBG tidak hanya memperhatikan aspek pemenuhan gizi dan distribusi makanan, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan di sekitar lokasi produksi.
Warga meminta instansi terkait memberikan edukasi dan pengawasan mengenai tata kelola limbah kepada setiap SPPG, khususnya dalam penanganan limbah cair.
Menurut warga, pengelolaan limbah yang baik diperlukan agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan tanpa menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan lingkungan masyarakat sekitar.
Pengelola SPPG Belum Memberikan Tanggapan
Sementara itu, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala SPPG Talagening, Iwan Nazori, melalui pesan WhatsApp pada Minggu (9/8/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas keluhan warga mengenai dugaan pembuangan limbah cair ke saluran lingkungan.
Media tetap membuka ruang bagi pihak SPPG Talagening maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi, penjelasan, atau informasi tambahan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.
(Tomi andri)


Tidak ada komentar