ANALISASIBERNEWS.COM I Kabupaten Tangerang, Selasa, 28 Juli 2026 – Di bawah langit Kabupaten Tangerang yang kerap diiringi deru knalpot menjelang senja, sebuah harapan besar tengah dirajut oleh para pemuda pecinta otomotif. Bagi sebagian orang, suara knalpot di jalanan hanyalah gangguan ketertiban. Namun bagi para pecinta olahraga otomotif, suara tersebut merupakan bahasa semangat, adrenalin, dan mimpi yang ingin disalurkan melalui jalur yang benar dan aman.
Keinginan menghadirkan sirkuit balap resmi di Kabupaten Tangerang bukanlah gagasan baru. Sejak masa kepemimpinan Bupati Zaki Iskandar, wacana pembangunan sirkuit telah beberapa kali mengemuka, namun hingga kini belum juga terealisasi. Padahal, Kabupaten Tangerang sebagai salah satu kawasan industri dan penyangga megapolitan yang terus berkembang masih belum memiliki sirkuit balap permanen sebagai sarana pembinaan olahraga otomotif.
Jalan Raya Bukan Tempat Menyalurkan Bakat
Ketiadaan fasilitas resmi membuat sebagian pegiat otomotif tidak memiliki pilihan selain menyalurkan hobinya di jalan umum, yang tentu memiliki risiko tinggi bagi keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.
Ibel, salah seorang mantan pegiat balap liar yang kini aktif mendorong pembinaan otomotif, menyampaikan harapan besar komunitasnya.
«”Kami sangat mendambakan adanya sirkuit dan sarana edukasi otomotif di Kabupaten Tangerang. Dengan begitu, teman-teman bisa menyalurkan bakat, talenta, dan adrenalinnya menjadi prestasi resmi yang membanggakan. Berbeda jika hobi ini disalurkan di jalan umum,” ujarnya.»
Menurutnya, keberadaan sirkuit tidak hanya menjadi tempat berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda agar olahraga otomotif berkembang secara positif, aman, dan berprestasi.
Komunitas Bergerak Menjemput Mimpi
Kesadaran akan pentingnya fasilitas tersebut mendorong Aditia Permana, S.T., bersama H. Juntan, Adi Boncu, dan para pegiat yang tergabung dalam Pegiat Otomotif Kabupaten Tangerang (POKTANG) untuk mengambil langkah nyata.
Pada Senin, 27 Juli 2026, mereka mendatangi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang guna menyerahkan dokumen pendahuluan masterplan pembangunan sirkuit balap.
Rombongan diterima oleh Kepala Sub Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah (Infraswil) Bappeda Kabupaten Tangerang. Dalam pertemuan tersebut dibahas konsep pengembangan kawasan yang mengintegrasikan infrastruktur jalan, tata ruang, dan pembangunan sirkuit sebagai salah satu penunjang pertumbuhan wilayah.
Bagi komunitas POKTANG, penyusunan masterplan merupakan langkah awal agar pembangunan sirkuit memiliki arah yang jelas, baik dari sisi regulasi maupun perencanaan pembangunan daerah.
«”Hari ini kami mendorong agar wacana ini masuk dalam agenda pembangunan, sehingga pada Tahun Anggaran 2027 dapat mulai direalisasikan. Kami optimistis Bupati Tangerang akan merespons aspirasi ini,” ujar Aditia Permana.»
Lebih dari Sekadar Arena Balap
Pembangunan sirkuit balap dinilai tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam rancangan masterplan, sirkuit diproyeksikan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mendorong sektor pariwisata, serta menghidupkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan otomotif berskala regional maupun nasional.
Keberadaan sirkuit juga diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet otomotif muda yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Tangerang di tingkat nasional.
Kini, harapan besar komunitas otomotif tertuju kepada kepemimpinan Bupati Tangerang Maesyal Rasyid agar aspirasi tersebut mendapat perhatian dan dapat diwujudkan melalui kebijakan pembangunan yang berpihak kepada pembinaan generasi muda.
Bagi mereka, sirkuit balap bukan sekadar hamparan aspal dan garis start. Lebih dari itu, sirkuit merupakan ruang pembinaan, pendidikan, serta wadah lahirnya atlet-atlet otomotif berprestasi. Kehadirannya menjadi simbol bahwa pemerintah hadir memberikan ruang yang aman, legal, dan produktif bagi kreativitas serta potensi generasi muda Kabupaten Tangerang.


