KABUPATEN BANDUNG.| AnalisasiberNews.com – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Bandung kembali memberikan kepercayaan kepada Mpey Ferdy untuk mendampingi pengembangan Desa Wisata Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas rekam jejak, pengalaman, serta kontribusi nyata yang telah dilakukan Mpey Ferdy dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.

Penugasan ini diharapkan mampu memperkuat potensi Desa Wisata Mandala Mekar sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki daya saing melalui pengembangan sumber daya manusia, pelestarian budaya lokal, penguatan ekonomi kreatif, hingga pengelolaan potensi wisata yang berkelanjutan.
Dalam pernyataan resminya, Mpey Ferdy mengaku bersyukur atas amanah yang kembali diberikan kepadanya. Menurutnya, kepercayaan tersebut bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi.
“Hari ini saya kembali diamanahi untuk mendampingi pengembangan Desa Wisata Mandala Mekar. Sebuah kepercayaan yang saya syukuri sepenuhnya, sekaligus menjadi pengingat kuat bahwa dedikasi dan karya yang tulus akan selalu menemukan jalannya,” ujar Mpey Ferdy.
Ia menegaskan bahwa pembangunan desa wisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, desa wisata harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui pengelolaan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Membangun desa wisata bukan sekadar menghadirkan destinasi, tetapi menghidupkan masyarakat, menguatkan budaya, dan menciptakan masa depan ekonomi desa yang berkelanjutan. Itulah ikhtiar yang terus saya jalani dengan sepenuh hati,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah desa wisata ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, akademisi, hingga media menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara merata.
Selain menjadi destinasi wisata, desa wisata juga memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya, tradisi, dan kearifan lokal. Oleh karena itu, setiap program pengembangan harus tetap mengedepankan identitas budaya masyarakat tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Mpey Ferdy juga menyampaikan refleksi atas perjalanan pengabdiannya selama mendampingi berbagai program pembangunan desa wisata di sejumlah wilayah. Baginya, konsistensi dalam berkarya jauh lebih penting daripada sekadar mencari pengakuan.
“Mungkin benar ada pepatah yang mengatakan tidak semua orang dihargai di tempat kelahirannya. Namun saya memilih untuk tidak pernah berhenti berkarya. Sebab bagi saya, pengabdian tidak membutuhkan pengakuan, melainkan konsistensi yang tak tergoyahkan,” ungkapnya.
Ia berharap semakin banyak ruang bagi putra-putri daerah untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.
“Semoga suatu hari nanti, tanah kelahiranku bisa lebih berpihak kepada putra-putri daerah yang memiliki kemauan tulus untuk bekerja, berkarya, dan membangun bersama, bukan sekadar dinilai dari kepentingan sesaat semata,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mpey Ferdy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Cibiru Wetan yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya. Menurutnya, berbagai pengalaman yang diperoleh selama mendampingi pengembangan desa menjadi bekal berharga dalam menjalankan tugas-tugas berikutnya.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Desa Cibiru Wetan, yang telah menjadi ruang belajar, tempat bertumbuh, dan keluarga yang senantiasa memberikan kepercayaan. Dari desa inilah saya belajar bahwa kolaborasi, inovasi, dan keberpihakan kepada masyarakat merupakan fondasi utama dalam membangun desa wisata,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Mpey Ferdy menegaskan komitmennya untuk terus mengabdikan diri dalam pengembangan desa wisata, pelestarian budaya, dan pembangunan sektor pariwisata Indonesia.
“Perjalanan ini masih sangat panjang. Selama masih diberi kesempatan dan kekuatan, saya akan terus mengabdi untuk desa, melestarikan budaya, dan memajukan pariwisata Indonesia,” pungkasnya.
Potensi Desa Wisata Mandala Mekar
Desa Mandala Mekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, dikenal memiliki beragam potensi wisata yang terus dikembangkan. Kawasan ini memiliki kekayaan panorama alam pegunungan, potensi agrowisata, kerajinan masyarakat, kuliner lokal, hingga seni dan budaya yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Pengembangan desa wisata diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor pariwisata sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku ekonomi kreatif, serta generasi muda desa.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, pemerintah daerah berharap Desa Wisata Mandala Mekar dapat berkembang menjadi destinasi yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya secara nyata bagi masyarakat setempat.
Program pengembangan desa wisata juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata Kabupaten Bandung sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang beragam. Dengan mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan, diharapkan setiap desa wisata mampu berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan kelestarian lingkungan.
Kepercayaan yang kembali diberikan kepada Mpey Ferdy diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Wisata Mandala Mekar sebagai destinasi unggulan yang mampu memberikan manfaat luas bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Reporter : Ajunaedi
Editor : Redaksi Analisasiber News

