x
Hotline News

Prof Dr Sutan Nasomal Desak Presiden RI dan Deplu RI Serius Upayakan Pembebasan WNI yang Ditangkap Israel

waktu baca 3 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 02:39 76 siberadmin

Jakarta,|AnalisasiberNews.com — Ketegangan dunia internasional kembali meningkat menyusul kabar penangkapan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pasukan militer Israel di tengah situasi konflik kawasan Timur Tengah yang terus memanas. Menanggapi hal tersebut, Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH meminta Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI, untuk mengambil langkah diplomatik serius demi membebaskan para WNI tersebut.

Dalam keterangannya kepada tim media, Prof Dr Sutan Nasomal menyampaikan keprihatinan mendalam atas keselamatan para WNI yang saat ini dilaporkan berada dalam penahanan otoritas Israel setelah mengikuti misi kemanusiaan internasional bertajuk Global Sumud Flotilla.

“Presiden RI dan Deplu RI harus serius meminta Israel melepaskan WNI yang ditangkap. Keselamatan warga negara adalah prioritas utama negara,” tegas Prof Dr Sutan Nasomal.

Berikut daftar sembilan WNI yang dilaporkan mengikuti Global Sumud Flotilla:

  1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef
  4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
  5. Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1
  6. Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
  7. Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
  8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
  9. Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV) – Kapal Ozgurluk

Menurut Prof Sutan, meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran membuat pengawasan militer di wilayah konflik semakin ketat terhadap warga negara asing yang masuk ke area sensitif. Ia menilai kondisi perang menyebabkan tindakan penahanan dilakukan atas dasar keamanan militer.

Meski demikian, Prof Sutan menegaskan bahwa perlindungan terhadap WNI tetap menjadi tanggung jawab negara dan harus dilakukan melalui jalur diplomasi internasional yang maksimal.

“Seharusnya perusahaan media di Indonesia memberikan dokumen resmi kepada pemerintah pusat apabila ada jurnalis atau wartawan yang ditugaskan memasuki wilayah perang. Dengan demikian, Deplu RI dapat bersurat kepada negara yang sedang berkonflik agar memberikan perlindungan terhadap WNI yang berada di wilayah tersebut,” ujarnya.

Prof Dr Sutan Nasomal juga menghimbau Presiden RI untuk segera menginstruksikan Kementerian Luar Negeri RI agar menggandeng negara-negara sahabat yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel guna membantu proses negosiasi pembebasan para WNI.

Ia berharap negara-negara di kawasan Eropa maupun Amerika dapat turut membantu Indonesia dalam melakukan pendekatan diplomatik kemanusiaan.

“Melalui negara sahabat di Eropa dan Amerika, Presiden RI diharapkan meminta bantuan agar WNI yang saat ini berada dalam tahanan Israel dapat segera diselamatkan dan dipulangkan dengan selamat,” tambahnya.

Situasi ini pun menjadi perhatian serius berbagai kalangan pers nasional dan organisasi kemanusiaan Indonesia. Publik berharap pemerintah segera memberikan kepastian informasi terkait kondisi para WNI sekaligus memastikan langkah diplomatik berjalan cepat dan efektif.

Narasumber: Prof Dr Sutan Nasomal SH, MH
Editor: Yudi Sayuti S.T.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x