

TELUK NAGA, Kabupaten Tangerang,| AnalisasiberNews.com — Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tangerang terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat desa.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Peran Perempuan di Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) yang dilaksanakan di Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Senin, 7 September 2026.
Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera”, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan perempuan dalam pembangunan desa.

Sosialisasi ini juga diharapkan dapat mendorong agar konsep DRPPA tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi dapat diterapkan melalui program dan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi dihadiri berbagai unsur di wilayah Kecamatan Teluk Naga. Sejumlah narasumber dari Tim DRPPA Kabupaten Tangerang turut memberikan pemaparan mengenai pentingnya pemberdayaan perempuan serta pembangunan yang memperhatikan kebutuhan perempuan dan anak.
Narasumber yang hadir antara lain Hj. Tuti Sujono, M.Si. dan Drs. Ratih Rahmawati, M.M.
Dari unsur pemerintah kecamatan hadir Camat Teluk Naga, Kurnia, S.STP., M.Si., serta perwakilan pemerintah desa, termasuk Sekretaris Desa Kebon Cau.
Kegiatan tersebut juga diikuti perwakilan TP PKK Kecamatan Teluk Naga, Wanita NU, serta jajaran perwakilan dari seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Naga.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Dalam sambutannya, Camat Teluk Naga Kurnia, S.STP., M.Si. menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan GOW Kabupaten Tangerang.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus memberikan kontribusi terhadap kehidupan sosial dan pembangunan masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Perempuan adalah pilar penting dalam keluarga dan masyarakat. Melalui sosialisasi DRPPA ini, kami berharap pemahaman masyarakat, khususnya kaum perempuan, semakin meningkat tentang pentingnya peran mereka dalam mewujudkan desa yang mandiri, sehat, dan sejahtera,” ujar Kurnia.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum sosialisasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui berbagai program nyata di tingkat desa.
Sementara itu, Hj. Tuti Sujono, M.Si., selaku bagian dari Tim DRPPA Kabupaten Tangerang, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan ekonomi.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki cakupan yang luas, mulai dari akses pendidikan, peningkatan produktivitas usaha, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, hingga keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
“Pemberdayaan perempuan bukan hanya berbicara soal ekonomi atau usaha. Ini juga mencakup akses pendidikan yang setara, produktivitas usaha, upaya mengurangi kekerasan dalam rumah tangga, layanan kesehatan yang baik, serta keterlibatan aktif perempuan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa,” jelas Hj. Tuti.
Ia juga menyampaikan bahwa penguatan kondisi ekonomi keluarga dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menciptakan ketahanan keluarga. Namun, menurutnya, upaya tersebut perlu berjalan bersama dengan edukasi, perlindungan, kesehatan, dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi lebih kuat dan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya masyarakat dan desa yang lebih sejahtera,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Drs. Ratih Rahmawati, M.M. menambahkan bahwa pelaksanaan DRPPA tidak cukup hanya dibangun melalui program pemerintah.
Menurutnya, keberhasilan program juga membutuhkan perubahan perilaku serta kesadaran masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa.
DRPPA diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembangunan yang mempertimbangkan kebutuhan perempuan dan anak, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi.
Dengan demikian, program yang dirancang di tingkat desa dapat lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
GOW Kabupaten Tangerang menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bukan menjadi akhir dari upaya pemberdayaan perempuan, melainkan bagian awal dari proses yang membutuhkan tindak lanjut secara berkelanjutan.
GOW berharap setelah kegiatan tersebut muncul berbagai inisiatif dari masyarakat desa, seperti penguatan kelompok usaha perempuan, peningkatan kegiatan Posyandu, serta semakin terbukanya ruang partisipasi perempuan dalam forum pembangunan desa.
“Harapan kami, setelah kegiatan ini lahir inisiatif-inisiatif baru dari desa. Misalnya kelompok usaha perempuan, Posyandu yang lebih aktif, atau keterlibatan perempuan dalam BPD dan musyawarah desa. GOW siap menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ungkap perwakilan GOW Kabupaten Tangerang.
Pendampingan dan sinergi antara GOW, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, organisasi perempuan, serta masyarakat dinilai penting agar berbagai potensi perempuan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi DRPPA tersebut, terdapat sejumlah dampak yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat.
Pertama, peningkatan kesadaran. Masyarakat diharapkan semakin memahami hak, potensi, dan peran strategis perempuan dalam pembangunan desa.
Kedua, peningkatan partisipasi. Perempuan diharapkan semakin aktif dalam kegiatan ekonomi, sosial, kemasyarakatan, serta proses pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat desa.
Ketiga, penguatan program. Pelaksanaan program yang berkaitan dengan DRPPA diharapkan dapat berjalan secara optimal, terarah, dan memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Sosialisasi DRPPA di Kecamatan Teluk Naga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan desa yang memberikan ruang bagi perempuan dan anak untuk berkembang.
Semangat “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat.
GOW Kabupaten Tangerang menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Teluk Naga, pemerintah desa, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan perempuan semakin memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan, sementara desa dapat berkembang menjadi lingkungan yang lebih mandiri, inklusif, sehat, aman, dan sejahtera.
Jurnalis: Tim AnalisasiberNews.com
Kabiro Kabupaten Tangerang: AnalisasiberNews.com


Tidak ada komentar