

Padang Lawas –ANALISASIBERNEWS.COM I Beberapa jurnalis kabupaten Padang Lawas terlihat stand bay di posko tempat pangkalan beberapa Insan Pers di Jalan karya pembangunan kabupaten Padang Lawas.
Seperti biasanya menjalankan aktivitas sehari – hari, mengejar ingormasi yang akan di sajikan kepada publik para jurnalis selalu berdiskusi dan saling bertukar fikiran dan berbagi motivasi untuk meningkatkan kualitas pemberitaan. Sibuhuan 4 September 2026 pada hari Kamis para jurnalis hari ini mrngusung tema mengawal isu yang hangat pada akhir – akhir ini tentang konflik agraria yang mengancam ketertiban Daerah.
Dalam Hal ini beberapa jurnalis kabupaten Padang Lawas siap sebagai garda terdepan dalam meng implementasikan demokrasi di kabupaten Padang Lawas. Jurnalis yang fungsinya sebagai kontrol sosial juga siap mengawal ketertiban di Daerah kabupaten Padang Lawas.
Isu yang saat ini sedang viral dan booming terkait ancaman konflik agraria, unjuk rasa Dalihan Natolu, menuntut haknya sebagai pemegang ulayat dimana tanah yang turun temurun merupakan hak warga masyarakat.

Menyikapi hal ini, beberapa jurnalis menaruh harapan agar pemerintah kabupaten Padang Lawas berpihak kepada warga masyarakat, dengan menunjukkan upaya konkrit baik secara administrasi maupun berdialog dengan para pengusaha maupun pemerintahan pusat. tentunya mengikuti regulasi yang berlaku. Dengan memegang teguh Slogan Negara ‘kedaulatan di tangan rakyat’.
Salah satu awak media dari mistar.id Iskandar menjelaskan
” Kita sebagai Jurnalis yang independen selalu siap mengawal konstitusi , dan sebagai kontrol sosial kita tidak berpihak kecuali pada kebenaran. Dan saat ini kebenaran tentang hak atas tanah ulayat eks HGU PT SSL/RSL adalah milik rakyat, meski masih banyak persyaratan yang harus di penuhi.” Paparnya.
Iskandar juga menambahkan ” Yang penting adalah menunjukkan keberpihakan, pemerintah apakah kepada rakyat atau kepada pengusaha” Tambahnya.
Muhammad Faiz Hasibuan. juga mengatakan ” Wartwan itu tidak kemana – kamana. namun wartawan itu ada di mana – mana. Meski terlihat sendiri namun sebenarnya mereka selalu bersama. Meski terlihat margut – gut tapi sebenarnya mereka akrab dalam persaudaraan se profesi” Satu yang terusik semuanya akan merasa sakit, itulah jurnalis yang sejati” Ucap Faiz Hasibuan ( Buser).
Di ketahui akhir – akhir ini para pemangku kepentingan sering meng agungkan tentang Keterbukaan informasi publik, namun pada implementasinya para pemangku kepentingan itu sendirilah yang selalu menghindari para jurnalis untuk di konfirmasi.
Hal tersebut mendorong para Wartawan kabupaten Padang Lawas berdiskusi di bawah pohon kuini yang rindang dan menyusun tema ‘ siap mengangkat Isu – isu yang terpendam lewat pemberitaan media dimana manfaatnya untuk mengontrol para pemangku kepentingan agar benar benar meluruskan niat menjalankan roda pemerintahan, baik itu eksekutif. Legislatif dan yudikatif. Badan Usaha milik Negara dan turunannya dan Lembaga Non Pemerintah yang menggunakan Keuangan Negara untuk mengembangkan Perusahaannya.
Penulis. Leo Hasibuan.


Tidak ada komentar