

Analisasibernews.com, SIDOARJO – Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Laut (Dankodiklatal) Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah memimpin langsung Upacara Pelantikan dan Penyumpahan Siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AL Angkatan XLVI/2 Tahun Anggaran 2026. Prosesi sakral ini berlangsung khidmat di Lapangan Kawah Candradimuka, Pusat Latihan Pendidikan Dasar Militer (Puslatdiksarmil), Sidoarjo, pada Senin (31/8/2026).
Sebanyak 928 siswa Dikmata TNI AL Angkatan XLVI/2 secara resmi dilantik dan disumpah menjadi prajurit Tamtama TNI Angkatan Laut. Para prajurit muda ini kini menyandang pangkat Kelasi Dua (Kld) untuk matra laut dan Prajurit Dua (Prada) bagi Korps Marinir, setelah berhasil menuntaskan seluruh fase krusial dalam Pendidikan Dasar Keprajuritan. Fase pelantikan ini menandai keberhasilan awal dalam mentransformasikan warga negara sipil menjadi personel militer yang profesional, tangguh, adaptif, dan berkarakter kuat.
Dalam amanatnya, Dankodiklatal menyampaikan apresiasi tertinggi atas determinasi dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para siswa sepanjang masa penggemblengan intensif. Ia menegaskan bahwa momentum penyumpahan ini merupakan poros perubahan fundamental, di mana hak dan kewajiban sebagai abdi negara matra laut kini resmi melekat pada pundak masing-masing prajurit.
“Para prajurit dituntut menjadikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Trisila TNI AL sebagai landasan utama dalam setiap pola pikir, sikap, serta tindakan,” ujar Letjen TNI Marinir Nur Alamsyah.

Lebih lanjut, Jenderal bintang tiga tersebut mengingatkan agar euforia kelulusan tidak membuat para prajurit larut dalam kepuasan semu. Di tengah kompleksitas dinamika ancaman maritim kontemporer, TNI AL membutuhkan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) yang unggul demi memperkuat Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT)—sebuah konsep integrasi taktis yang menggabungkan elemen kapal perang, pesawat udara, korps marinir, dan pangkalan militer.
Oleh karena itu, seluruh personel baru ini diwajibkan mempertahankan mentalitas kejuangan, memperkokoh kedisiplinan, dan memupuk tekad yang kuat guna menghadapi tantangan pendidikan tahap berikutnya.
Pasca-pelantikan ini, perjuangan mereka belum usai karena harus melanjutkan fase pendidikan kejuruan lanjutan selama lima hingga tujuh bulan ke depan yang tersebar di Kodikopsla (Komando Pendidikan Operasi Laut), Kodikmar (Komando Pendidikan Marinir), dan Kodikdukum (Komando Pendidikan Dukungan Umum).
Pada upacara tersebut, kehormatan sebagai lulusan terbaik diraih oleh Kld Pom Muhammad Haeruriski. Siswa berprestasi asal Lubuk Sikarah, Solok, Sumatera Barat ini berhasil menunjukkan indeks prestasi tertinggi serta kapabilitas kepemimpinan yang menonjol sepanjang jalannya pendidikan keprajuritan dasar.
Sumber : Dispen Kodiklatal.
Editor : Wid


Tidak ada komentar