

KARO | AnalisasiberNews.com — Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menjadi perhatian setelah status gunung api tersebut dilaporkan meningkat dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) menyusul erupsi yang terjadi pada Senin (31/8/2026).
Erupsi tersebut dilaporkan menghasilkan kolom abu vulkanik yang mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak. Dampak sebaran abu vulkanik masih dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kota Berastagi dan sekitarnya, pada Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan laporan pengamatan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung di Desa Ndokum Siroga, kondisi puncak gunung pada saat pengamatan tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang teramati mencapai sekitar 200–500 meter di atas puncak.
Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diminta meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan aktivitas di zona yang telah ditetapkan berdasarkan rekomendasi keselamatan dari otoritas terkait.

Selain potensi erupsi dan paparan abu vulkanik, masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir lahar apabila hujan turun dengan intensitas tinggi di kawasan puncak.
Sebaran abu vulkanik dilaporkan turut dirasakan masyarakat di kawasan Berastagi. Meski demikian, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat masih berlangsung.
Sejumlah fasilitas seperti sekolah, perkantoran, perbankan, hotel, dan pusat perbelanjaan dilaporkan tetap menjalankan aktivitas sebagaimana biasa.
Seorang pelajar SMAN 1 Berastagi, Keno Tarigan, mengatakan belum ada instruksi untuk meliburkan kegiatan sekolah setelah erupsi.
“Tidak ada instruksi libur sekolah pasca erupsi semalam,” ujar Keno.
Pantauan di lapangan juga menunjukkan sebagian masyarakat telah menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan abu vulkanik. Namun, masih terdapat warga yang belum menggunakan pelindung pernapasan.
Masyarakat diimbau tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Penggunaan masker atau pelindung pernapasan dianjurkan ketika berada di luar ruangan, terutama di wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik.
Warga juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Sinabung melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang.
BPBD Kabupaten Karo bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Gunung Sinabung dan dampak erupsi di wilayah masyarakat.
Situasi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tetap disiplin mengikuti rekomendasi keselamatan, khususnya terkait batas zona bahaya dan potensi ancaman susulan yang dapat terjadi akibat aktivitas vulkanik maupun hujan di kawasan gunung.
Penulis: S. Tarigan
Sumber: Mistar
Redaksi: Analisasibernews.com


Tidak ada komentar