

KALIMANTAN BARAT – AnalisaSiberNews.com — Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Indonesia mendapat dukungan besar dari komunitas internasional. Rusia, Amerika Serikat, Jepang, dan lima negara lainnya turun tangan memperkuat operasi pemadaman dari udara yang menjadi kunci utama dalam menahan laju api di area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah menerbitkan 35 izin khusus untuk penggunaan pesawat berregistrasi asing, yang mencakup total 36 helikopter dari delapan negara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengonfirmasi bahwa izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) yang beroperasi di Indonesia .
Delapan negara yang mengerahkan helikopter tersebut adalah:
🇷🇺 Rusia • 🇺🇸 Amerika Serikat • 🇦🇺 Australia • 🇺🇦 Ukraina • 🇳🇿 Selandia Baru • 🇱🇦 Laos • 🇻🇳 Vietnam • 🇨🇦 Kanada

Pemerintah memberikan fleksibilitas operasional yang luar biasa: pesawat yang telah memperoleh izin khusus dapat dipindahkan ke lokasi lain yang membutuhkan cukup dengan menyampaikan pemberitahuan dalam waktu 1×24 jam, tanpa perlu mengajukan izin ulang. Kebijakan ini diambil agar armada udara dapat segera dikerahkan ke wilayah yang paling membutuhkan seiring perubahan kondisi bencana yang dinamis .
Jepang mengambil langkah bersejarah dengan mengerahkan kekuatan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) untuk misi pemadaman kebakaran di luar negeri — yang pertama kalinya dilakukan. Keputusan ini diambil atas instruksi langsung dari Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi.
Armada yang dikirimkan Jepang meliputi:
– Kapal Angkut Amfibi JS Kunisaki — bertolak dari pangkalan Kure, Prefektur Hiroshima pada Minggu, 30 Agustus 2026
– 3 Unit Helikopter CH-47 Chinook — helikopter angkut berat milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang, yang akan digunakan untuk operasi water bombing serta pengangkutan personel dan peralatan ke area sulit dijangkau
– Sekitar 600 personel JSDF yang terlibat langsung dalam misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR)
Seluruh kontingen diperkirakan tiba di Indonesia dalam satu hingga dua minggu perjalanan laut. Helikopter Jepang direncanakan akan memperkuat operasi pemadaman di wilayah Kalimantan, yang saat ini menjadi salah satu wilayah dengan karhutla terluas.
Hingga pertengahan Agustus 2026, karhutla telah melanda wilayah luas di Indonesia. Data Kementerian Kehutanan melalui sistem Sipongi mencatat luas lahan terbakar mencapai lebih dari 202.000 hektare . Provinsi-provinsi dengan area terdampak terluas antara lain :
Provinsi Luas Terbakar (Ha)
Kalimantan Barat 38.310,86
Papua Selatan 25.838,53
Nusa Tenggara Timur 19.565,16
Nusa Tenggara Barat 17.406,46
Riau 15.738,92
Kabut asap akibat kebakaran telah berdampak serius pada kesehatan masyarakat. Sekitar 3 juta orang di 37 kabupaten/kota terpapar langsung asap, dengan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat tajam — di Kalimantan Tengah saja melonjak 78,1% dalam satu minggu. Enam dari tujuh provinsi terdampak terparah telah menetapkan status siaga darurat bencana.
Selain pengiriman helikopter, Indonesia juga memberikan izin kepada lembaga terkait asal Malaysia untuk memasuki wilayah udara Indonesia guna melakukan operasi penyemaian awan (cloud seeding) atau hujan buatan. Langkah ini diambil untuk mempercepat penurunan kabut asap dan membantu memadamkan api dari udara.
Kombinasi kekuatan udara dari berbagai negara — mulai dari helikopter pemadam Rusia, AS, hingga kontingen militer Jepang — menjadi tambahan kekuatan yang sangat berarti bagi Indonesia dalam menghadapi bencana karhutla yang semakin kompleks. Sinergi internasional ini menunjukkan solidaritas dunia dalam menangani bencana lintas batas yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan global.
Sumber: ANTARA, Kementerian Perhubungan RI, Kementerian Pertahanan RI, Kementerian Kehutanan.


Tidak ada komentar