x
PROFIL RESMI

PERWAKILAN REDAKSI PROVINSI JAMBI

MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM

CEPAT • AKURAT • BERIMBANG
JARINGAN REDAKSI DAERAH

Profil Resmi Perwakilan Redaksi Media AnalisasiberNews.com Provinsi Jambi

Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

KEPALA PERWAKILAN WILAYAH KAMALUDIN Provinsi Jambi
WAKIL KEPALA PERWAKILAN WILAYAH MADNUR Provinsi Jambi

RILIS PERS AKADEMIK EKSKLUSIF RUU PERAMPASAN ASET: UJIAN KONSTITUSIONAL DAN FISKAL DPR RI PADA 27 AGUSTUS 2026

waktu baca 8 menit
Rabu, 26 Agu 2026 23:31 24 siberadmin

Catatan Kebijakan: Dari Desakan Jalanan Menuju Pemulihan Kerugian Negara yang Sistemik

INGIN BERLANGGANAN BERITA TERKINI?
Ikuti Saluran WhatsApp AnalisasiberNews.com — Semua Berita Langsung di HP Anda
IKUTI SEKARANG

Jakarta, 26 Agustus 2026 | AnalisasiberNewes.com 


I. PENDAHULUAN: KONTEKS DEMOKRASI DELIBERATIF

Tanggal 27 Agustus 2026 dipandang sebagai salah satu momentum penting dalam hubungan antara negara dan masyarakat sipil, khususnya dalam konteks partisipasi publik terhadap proses legislasi dan pemberantasan korupsi.

Aliansi masyarakat sipil dari Pati, Depok, dan Jakarta melalui organisasi atau kelompok yang disebut AMPB dan GERAM dijadwalkan menyampaikan aspirasi konstitusional di sekitar kompleks parlemen di Senayan, Jakarta.

● IKLAN
ANALISASIBERNEWS.COM Cepat, Akurat dan Berimbang
Video Promosi Resmi AnalisasiberNews.com

Penyampaian aspirasi tersebut pada prinsipnya merupakan bagian dari ruang partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Aksi penyampaian pendapat tidak semestinya dipandang sebagai antitesis demokrasi, melainkan dapat menjadi salah satu bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap penyelenggaraan negara dan proses legislasi.

Hak menyampaikan pendapat di muka umum memperoleh landasan konstitusional, antara lain melalui Pasal 28E UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Dalam konteks tersebut, aspirasi mengenai percepatan pembahasan RUU Perampasan Aset ditempatkan sebagai bagian dari diskursus publik mengenai pemberantasan korupsi, pemulihan kerugian negara, dan penguatan sistem penegakan hukum.


II. EVIDENSI DAN ANALISIS KEBIJAKAN

Fakta di Balik Tuntutan

1. Urgensi Fiskal: Kerugian Negara dan Pemulihan Aset

Salah satu argumentasi utama yang melandasi dorongan terhadap penguatan regulasi perampasan aset adalah persoalan pemulihan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Dalam rilis ini disebutkan bahwa berdasarkan data yang dikaitkan dengan Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), potensi kerugian negara akibat korupsi dalam kurun waktu tertentu mencapai sekitar Rp1.237 triliun.

Sementara itu, untuk kasus yang disebut terjadi di Pati, angka kerugian negara disebut mencapai sekitar Rp42 miliar.

Angka-angka tersebut perlu dibaca berdasarkan sumber data, periode penghitungan, metode pengukuran, dan karakter masing-masing perkara. Dengan demikian, angka tersebut tidak semestinya dipahami sebagai satu angka kerugian negara yang seluruhnya dapat secara otomatis dipulihkan melalui mekanisme perampasan aset.

Namun, besarnya nilai kerugian yang ditimbulkan oleh tindak pidana korupsi menunjukkan pentingnya sistem pemulihan aset yang efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Persoalan pemulihan aset bukan hanya menyangkut aspek penegakan hukum, tetapi juga memiliki dimensi fiskal karena aset hasil tindak pidana yang berhasil dipulihkan pada akhirnya dapat dikembalikan untuk kepentingan negara dan masyarakat sesuai ketentuan hukum.


2. Urgensi Hukum: Penguatan Kerangka Regulasi

Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum yang dapat digunakan untuk melakukan penyitaan, perampasan, dan pemulihan hasil tindak pidana.

Namun, gagasan mengenai RUU Perampasan Aset didorong untuk memberikan kerangka hukum yang lebih komprehensif mengenai mekanisme pemulihan aset, termasuk terhadap aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tertentu.

Beberapa persoalan yang menjadi perhatian dalam diskursus tersebut antara lain:

A. Aset yang Berkaitan dengan Pelaku yang Tidak Dapat Dihadirkan

Persoalan dapat muncul ketika tersangka atau terdakwa meninggal dunia, melarikan diri, atau berada dalam kondisi tertentu sehingga proses pidana terhadap orangnya menghadapi hambatan.

Dalam kondisi demikian, diperlukan mekanisme hukum yang jelas agar persoalan aset tidak otomatis berhenti hanya karena proses terhadap subjek pelaku menghadapi kendala hukum.

B. Pembuktian Asal-Usul Aset

Persoalan lain berkaitan dengan pembuktian hubungan antara aset dan tindak pidana.

Pengaturan mengenai pembuktian harus dirancang secara hati-hati agar tidak bertentangan dengan prinsip due process of law, hak atas perlindungan hukum, serta asas praduga tak bersalah.

C. Efektivitas Eksekusi dan Pengelolaan Aset

Aset yang telah disita atau dirampas juga membutuhkan mekanisme pengelolaan yang transparan.

Tanpa tata kelola yang baik, aset yang telah berhasil diamankan justru berpotensi mengalami penurunan nilai atau menimbulkan persoalan baru dalam proses administrasi dan eksekusinya.

Karena itu, sistem pemulihan aset idealnya tidak berhenti pada penyitaan, tetapi juga mencakup pengelolaan, pemeliharaan nilai, serta pengembalian hasilnya kepada negara berdasarkan ketentuan hukum.


III. SUBJEK DAN TUNTUTAN

Aliansi masyarakat sipil yang akan menyampaikan aspirasi pada 27 Agustus 2026 membawa dua agenda utama.

1. Akselerasi Pembahasan RUU Perampasan Aset

Mendorong DPR RI dan pemerintah mempercepat pembahasan RUU Perampasan Aset dengan tetap menjamin transparansi, partisipasi publik, kualitas legislasi, serta kesesuaian dengan konstitusi.

Percepatan legislasi tidak boleh dimaknai sebagai pengabaian terhadap proses pembentukan undang-undang.

Sebaliknya, percepatan harus berjalan beriringan dengan pembahasan yang mendalam agar undang-undang yang dihasilkan memiliki kepastian hukum dan tidak menimbulkan persoalan konstitusional di kemudian hari.

2. Penegakan Hukum Tanpa Diskriminasi

Agenda berikutnya adalah mendorong penegakan hukum yang konsisten dan tidak diskriminatif, termasuk penyelesaian berbagai dugaan tindak pidana korupsi di daerah.

Penegakan hukum harus didasarkan pada bukti, prosedur hukum, dan prinsip kesetaraan di hadapan hukum.


IV. ARGUMENTASI HUKUM

Tiga Landasan Penting RUU Perampasan Aset

LANDASAN PERTAMA: KONSTITUSIONAL

Hak masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan dan perlindungan hukum merupakan bagian dari prinsip negara hukum dan konstitusi.

Pasal 28H UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengatur hak setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan.

Dalam perspektif kebijakan publik, korupsi dapat berdampak terhadap pemenuhan hak-hak masyarakat karena sumber daya negara yang semestinya digunakan untuk kepentingan publik dapat berkurang atau disalahgunakan.

Oleh karena itu, pemulihan aset hasil tindak pidana merupakan salah satu aspek penting dalam upaya mengembalikan kerugian negara dan melindungi kepentingan publik.


LANDASAN KEDUA: INSTRUMEN HUKUM

RUU Perampasan Aset dalam diskursus kebijakan publik sering dikaitkan dengan sejumlah mekanisme pemulihan aset, termasuk konsep non-conviction based asset forfeiture.

Konsep tersebut memungkinkan negara, dalam kondisi dan persyaratan tertentu yang diatur oleh hukum, melakukan proses perampasan aset tanpa harus terlebih dahulu menjatuhkan putusan pidana terhadap pemilik aset.

Namun, penerapan mekanisme tersebut harus memiliki batasan yang ketat, standar pembuktian yang jelas, pengawasan pengadilan, serta mekanisme keberatan bagi pihak yang merasa haknya dirugikan.

Hal tersebut penting agar tujuan pemberantasan korupsi tidak justru mengorbankan prinsip perlindungan hak warga negara.

Indonesia juga telah meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) 2003 melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006.

Penguatan sistem pemulihan aset menjadi salah satu bagian penting dalam agenda pemberantasan korupsi internasional.


LANDASAN KETIGA: DAMPAK TERHADAP KEUANGAN NEGARA

Pemulihan aset memiliki potensi memberikan manfaat terhadap keuangan negara.

Dalam rilis ini digunakan simulasi bahwa apabila 30 persen dari angka Rp1.237 triliun dapat dipulihkan, nilainya secara matematis mencapai sekitar Rp371,1 triliun.

Namun, angka tersebut merupakan simulasi hipotetis, bukan proyeksi penerimaan negara yang telah dipastikan.

Besarnya aset yang dapat dipulihkan sangat bergantung pada karakter perkara, keberadaan aset, status hukum aset, lokasi aset, proses pembuktian, putusan pengadilan, serta kemampuan negara dalam melakukan pelacakan dan pengelolaan aset.

Karena itu, manfaat fiskal dari RUU Perampasan Aset perlu dihitung melalui kajian yang berbasis data dan metodologi yang dapat diuji secara publik.


V. REKOMENDASI KEBIJAKAN

Roadmap 100 Hari

Agar aspirasi masyarakat yang disampaikan pada 27 Agustus 2026 tidak berhenti sebagai wacana, diperlukan langkah kebijakan yang terukur dari lembaga-lembaga negara terkait.

A. KEPADA DPR RI — FUNGSI LEGISLASI

1. Memprioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset

DPR RI bersama pemerintah didorong memberikan kepastian mengenai agenda dan tahapan pembahasan RUU Perampasan Aset sesuai mekanisme pembentukan peraturan perundang-undangan.

2. Memperkuat Pembahasan Berbasis Kajian

Pembahasan harus melibatkan ahli hukum pidana, hukum tata negara, akademisi, praktisi, lembaga penegak hukum, pelaku industri terkait, serta masyarakat sipil.

3. Membuka Ruang Partisipasi Publik

Rapat dengar pendapat dan forum konsultasi publik perlu dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat memberikan masukan terhadap substansi RUU.


B. KEPADA PEMERINTAH — FUNGSI EKSEKUTIF

1. Memperkuat Koordinasi Pemulihan Aset

Pemerintah perlu memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelacakan, penyitaan, pengelolaan, dan pemulihan aset hasil tindak pidana.

2. Menyiapkan Regulasi Pelaksana

Apabila RUU tersebut nantinya disahkan menjadi undang-undang, pemerintah perlu menyiapkan peraturan pelaksana secara tepat waktu dan memastikan tidak terjadi kekosongan hukum.

3. Memperkuat Kapasitas Lembaga

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, teknologi informasi, analisis transaksi keuangan, serta kemampuan asset tracing perlu menjadi bagian dari strategi nasional pemulihan aset.


C. KEPADA APARAT PENEGAK HUKUM

Aparat penegak hukum diharapkan menjamin agar penyampaian aspirasi masyarakat pada 27 Agustus 2026 berlangsung aman, tertib, dan demokratis.

Penanganan aksi masyarakat harus mengedepankan komunikasi, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak konstitusional warga negara sesuai ketentuan hukum.

Pada saat yang sama, peserta aksi juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pendapat secara tertib dan menghormati hak masyarakat lainnya.


VI. PENUTUP

Aksi masyarakat pada 27 Agustus 2026 dapat dipandang sebagai salah satu bentuk partisipasi publik dalam mendorong agenda pemberantasan korupsi dan pemulihan aset negara.

Aspirasi yang disampaikan dari ruang publik kemudian perlu diterjemahkan menjadi pembahasan kebijakan yang berbasis bukti, kajian akademik, serta prinsip negara hukum.

RUU Perampasan Aset pada akhirnya bukan semata-mata persoalan bagaimana negara mengambil atau merampas aset.

Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana negara dapat memastikan bahwa hasil kejahatan tidak dinikmati oleh pelaku, sementara proses pemulihan tetap menghormati hak warga negara, kepastian hukum, prinsip keadilan, dan pengawasan pengadilan.

Dengan demikian, agenda pemulihan aset harus berjalan seiring dengan pemberantasan korupsi, perlindungan hak asasi manusia, transparansi, dan akuntabilitas.

Negara yang kuat bukan hanya negara yang mampu menghukum pelaku kejahatan, tetapi juga negara yang mampu memulihkan kerugian publik secara sah, transparan, dan bertanggung jawab.

Momentum 27 Agustus 2026 diharapkan dapat menjadi ruang dialog antara masyarakat sipil, DPR RI, pemerintah, dan aparat penegak hukum untuk membangun sistem pemberantasan korupsi yang lebih efektif sekaligus tetap menjunjung tinggi prinsip negara hukum.


Hormat kami,

R. WEMPY SYAMKARYA, S.H., M.H.
Dewan Penasehat Analisaber Nasional

Sumber: Rilis Pers Akademik / Catatan Kebijakan
Editor: Redaksi AnalisasiberNews.com

Bagikan Berita

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Media AnalisasiberNews.com
Saksikan siaran langsung dan video pilihan Media AnalisasiberNews.com secara langsung melalui kanal YouTube kami.
LIVE STREAMING

BERITA LUAR

Berita Dunia Terkini

Update berita internasional terbaru

● UPDATE
Memuat berita dunia...

Kebijakan Privasi

Kebijakan mengenai pengelolaan informasi dan privasi pengguna Media AnalisasiberNews.com

1. Pendahuluan

Media AnalisasiberNews.com menghargai privasi pengunjung dan berupaya menjaga informasi yang diberikan atau dikumpulkan melalui penggunaan situs secara wajar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kebijakan Privasi ini menjelaskan secara umum jenis informasi yang dapat dikumpulkan, bagaimana informasi tersebut digunakan, serta pilihan yang tersedia bagi pengguna ketika mengakses Media AnalisasiberNews.com.

2. Informasi yang Dapat Dikumpulkan

Dalam kondisi tertentu, situs dapat memperoleh informasi yang diberikan langsung oleh pengguna maupun informasi teknis yang tercatat secara otomatis ketika pengguna mengakses situs.

  • Nama atau identitas yang diberikan secara sukarela.
  • Alamat email apabila pengguna menghubungi redaksi.
  • Nomor kontak apabila pengguna memilih menghubungi redaksi melalui WhatsApp.
  • Informasi teknis seperti jenis perangkat, browser, sistem operasi dan data penggunaan situs yang dapat dicatat oleh layanan teknis atau analitik.

3. Penggunaan Informasi

Informasi yang diberikan pengguna dapat digunakan untuk merespons pertanyaan, menindaklanjuti komunikasi, mengelola layanan situs dan meningkatkan kualitas pelayanan redaksi.

4. Komunikasi dengan Redaksi

Apabila pengguna menghubungi redaksi melalui email, WhatsApp atau saluran komunikasi lainnya, informasi yang disampaikan dapat digunakan untuk menanggapi permintaan atau keperluan komunikasi tersebut.

5. Keamanan Informasi

Redaksi berupaya menerapkan langkah yang wajar untuk menjaga informasi yang berada dalam pengelolaannya. Namun, tidak ada sistem internet yang dapat dijamin sepenuhnya bebas dari risiko keamanan.

6. Berbagi Informasi

Media AnalisasiberNews.com tidak bermaksud menjual informasi pribadi pengguna. Informasi dapat diproses atau tersedia bagi penyedia layanan teknis apabila diperlukan untuk menjalankan fungsi situs.

7. Cookie

Situs dapat menggunakan cookie atau teknologi serupa untuk membantu menjalankan fungsi tertentu, mengingat preferensi pengguna, memahami penggunaan situs atau mendukung layanan pihak ketiga.

Pengguna dapat mengatur atau membatasi cookie melalui pengaturan browser yang digunakan. Beberapa fungsi situs mungkin tidak bekerja secara optimal apabila cookie dinonaktifkan.

8. Statistik dan Analitik

Media AnalisasiberNews.com dapat menggunakan layanan statistik atau analitik untuk memahami jumlah kunjungan, halaman yang diakses, sumber lalu lintas dan informasi teknis lainnya.

Data statistik tersebut digunakan untuk membantu pengembangan dan peningkatan kualitas situs serta pengalaman pengguna.

9. Iklan dan Layanan Pihak Ketiga

Situs dapat menampilkan iklan dari jaringan periklanan pihak ketiga, termasuk layanan Google atau penyedia periklanan lainnya apabila layanan tersebut digunakan.

Penyedia layanan pihak ketiga dapat menggunakan cookie, teknologi serupa atau informasi teknis tertentu sesuai dengan kebijakan privasi mereka masing-masing.

Kehadiran iklan pada situs tidak berarti Media AnalisasiberNews.com mengendalikan seluruh praktik pengumpulan data yang dilakukan oleh penyedia iklan.

10. Tautan ke Situs Eksternal

Artikel atau halaman Media AnalisasiberNews.com dapat memuat tautan menuju situs pihak ketiga.

Setelah pengguna meninggalkan situs ini dan mengakses situs pihak ketiga, pengelolaan data mengikuti kebijakan privasi masing-masing situs tersebut.

11. Perlindungan Data Pribadi

Media AnalisasiberNews.com berupaya menangani data pribadi secara bertanggung jawab dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengguna disarankan untuk tidak mengirimkan data pribadi yang tidak diperlukan melalui kolom komentar, formulir, email atau saluran komunikasi publik.

12. Komentar dan Konten Pengguna

Apabila situs menyediakan fitur komentar atau bentuk interaksi pengguna lainnya, informasi yang dipublikasikan oleh pengguna dapat terlihat oleh pihak lain.

Pengguna bertanggung jawab memastikan bahwa informasi yang mereka publikasikan tidak melanggar hak pihak lain, hukum atau ketentuan platform.

13. Hak Pengguna

Pengguna dapat menghubungi redaksi untuk meminta informasi mengenai komunikasi atau data yang secara langsung diberikan kepada redaksi, sepanjang permintaan tersebut dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Redaksi dapat meminta informasi tambahan untuk memastikan identitas pemohon apabila diperlukan demi keamanan dan perlindungan data.

14. Perubahan Kebijakan Privasi

Kebijakan Privasi ini dapat diperbarui dari waktu ke waktu untuk menyesuaikan perubahan layanan, teknologi, praktik pengelolaan situs atau ketentuan hukum yang berlaku.

Pengguna disarankan memeriksa halaman ini secara berkala untuk mengetahui perubahan yang mungkin dilakukan.

15. Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai Kebijakan Privasi ini atau ingin menyampaikan permintaan terkait informasi pribadi yang telah Anda berikan kepada redaksi, silakan menghubungi:

Media: Media AnalisasiberNews.com

Penerbit: PT.Analisasiber Media Nusantara

Email: redaksianalisasibernews@gmail.com

WhatsApp: 083176285168

Hubungi Redaksi

Untuk pertanyaan mengenai privasi, koreksi informasi atau komunikasi lainnya, silakan menghubungi redaksi.

HUBUNGI REDAKSI
Media AnalisasiberNews.com
Diterbitkan Oleh PT.Analisasiber Media Nusantara
Cepat, Akurat dan Berimbang.

INDEKS BERITA 2026

Arsip berita Media AnalisasiberNews.com berdasarkan bulan dan kategori.

- TOTAL BERITA 2026
🔎 Cari Arsip Berita
Arsip Berdasarkan Bulan
Memuat arsip berita...
Media AnalisasiberNews.com
Diterbitkan Oleh PT.Analisasiber Media Nusantara
Cepat, Akurat dan Berimbang.
PUSAT DOKUMENTASI MEDIA

Pusat Dokumentasi & Arsip Media

Pusat dokumentasi dan arsip Media AnalisasiberNews.com untuk menelusuri pemberitaan, kegiatan peliputan, dokumentasi media, press release dan informasi yang telah dipublikasikan.

Arsip Media

Gunakan pusat arsip ini untuk menemukan dokumentasi dan pemberitaan berdasarkan kebutuhan.

📰

Arsip Berita

Menelusuri artikel yang telah dipublikasikan melalui website media.

📸

Dokumentasi Foto

Dokumentasi visual yang digunakan dalam pemberitaan dan kegiatan media.

🎥

Dokumentasi Video

Kumpulan tautan video dan dokumentasi audiovisual yang tersedia.

📢

Press Release

Arsip siaran pers dan informasi resmi yang telah diterima atau dipublikasikan.

Arsip Pemberitaan

Cari berita berdasarkan kata kunci atau pilih kategori.

Memuat arsip berita...

Arsip Berdasarkan Tahun

Pilih tahun untuk membuka halaman arsip berita sesuai periode publikasi.

CATATAN ARSIP

Arsip pada halaman ini mengikuti data pemberitaan yang tersedia pada website Media AnalisasiberNews.com. Perubahan teknis pada website, pemindahan artikel, pembaruan URL, atau pengelolaan arsip dapat memengaruhi tampilan hasil pencarian.


Hak atas Materi:

Foto, video, dokumen dan materi lain yang ditampilkan dalam pemberitaan tetap tunduk pada hak penggunaan, sumber, dan ketentuan yang berlaku. Penggunaan ulang materi harus memperhatikan hak pemilik dan sumber.

Butuh Arsip atau Konfirmasi Berita?

Jika Anda membutuhkan bantuan menemukan pemberitaan, dokumentasi atau melakukan konfirmasi terhadap arsip media, silakan menghubungi redaksi.

💬 HUBUNGI REDAKSI
LAINNYA
x
x
INGIN BERLANGGANAN BERITA TERKINI?
Ikuti Saluran WhatsApp AnalisasiberNews.com — Semua Berita Langsung di HP Anda
IKUTI SEKARANG
error: Konten ini dilindungi hak cipta. Dilarang menyalin atau memperbanyak artikel tanpa mencantumkan sumber Analisasibernews.com.
PROFIL RESMI

PERWAKILAN REDAKSI PROVINSI JAMBI

MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM

CEPAT • AKURAT • BERIMBANG
JARINGAN REDAKSI DAERAH

Profil Resmi Perwakilan Redaksi Media AnalisasiberNews.com Provinsi Jambi

Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

KEPALA PERWAKILAN WILAYAH KAMALUDIN Provinsi Jambi
WAKIL KEPALA PERWAKILAN WILAYAH MADNUR Provinsi Jambi