

KABUPATEN TANGERANG | AnalisasiberNews.com — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Relawan Nusantara atau Gerakan KAWAN Kabupaten Tangerang melakukan audiensi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tangerang, Senin (24/8/2026).
Audiensi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya organisasi dalam menyerap aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan ketenagakerjaan dan kebutuhan peningkatan keterampilan bagi masyarakat Kabupaten Tangerang.
Gerakan KAWAN menilai persoalan pekerjaan masih menjadi salah satu perhatian penting masyarakat. Ketersediaan lapangan kerja serta kemampuan dan keterampilan tenaga kerja dinilai menjadi faktor penting dalam membantu masyarakat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dalam audiensi tersebut, DPD Gerakan KAWAN Kabupaten Tangerang juga menyampaikan rencana untuk mendorong dan mengagendakan kegiatan pelatihan kerja bagi anggota organisasi, keluarga anggota, maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

Pertemuan berlangsung di ruang rapat lantai 2 Gedung Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang. Rombongan Gerakan KAWAN diterima Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Norwan Daviq, bersama sejumlah pejabat dan jajaran terkait.
Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Lilis Mulyani, Kepala Bidang Pelatihan Vokasi dan Produktivitas; Bayu Nugroho dari bidang hubungan industrial; Iis Kurniawati, Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja; serta Ferdi dari bidang Balai Latihan Kerja (BLK).
Ketua DPD Gerakan KAWAN Kabupaten Tangerang, Samudi, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan kesempatan yang diberikan pihak Disnaker Kabupaten Tangerang untuk berdiskusi mengenai program ketenagakerjaan.
Menurut Samudi, audiensi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen organisasi untuk ikut berkontribusi dalam membantu masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan agar memiliki peluang yang lebih luas dalam mendapatkan penghasilan.
“Kedatangan kami audiensi ke Disnaker ini merupakan wujud nyata organisasi yang berkeinginan mengadakan pelatihan kerja untuk anggota dan keluarganya, juga kepada masyarakat di lingkungan kami,” ujar Samudi.
Ia mengatakan, program pelatihan kerja menjadi salah satu hal yang penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat karena tidak semua orang harus bergantung pada pekerjaan formal di perusahaan.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk membuka peluang usaha secara mandiri, bahkan berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Setiap tahun Disnaker mengadakan program kegiatan pelatihan tenaga kerja. Harapan kami, dengan ikut sertanya anggota, keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar, program tersebut dapat memberikan manfaat agar mereka mempunyai skill dan keahlian di bidangnya masing-masing,” katanya.
Samudi menambahkan, peningkatan keterampilan masyarakat diharapkan dapat membuka alternatif bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan. Dengan keterampilan yang memadai, masyarakat dapat mengembangkan usaha sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
“Tidak perlu selalu mencari pekerjaan di perusahaan. Dengan mempunyai keterampilan, masyarakat juga bisa bekerja secara mandiri dan bahkan bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, Norwan Daviq, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah menjalankan berbagai program yang ditujukan bagi para pencari kerja maupun masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi.
Menurut Norwan, Disnaker juga berupaya memberikan informasi mengenai kesempatan kerja melalui berbagai saluran informasi, termasuk media sosial dan situs resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait lowongan pekerjaan.
“Disnaker sudah berbuat banyak untuk para pencari kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Tangerang, di antaranya melalui media sosial seperti Instagram, website dan lainnya,” ujar Norwan.
Selain informasi mengenai kesempatan kerja, Norwan juga menjelaskan mengenai keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan.
Ia menyebut terdapat sekitar 29 program pelatihan kerja yang dapat menjadi pilihan bagi masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan bidang keterampilan yang ingin dikembangkan.
“Untuk lebih mengetahui informasi terkait BLK, nanti organisasi Gerakan KAWAN bisa juga mengadakan kegiatan di setiap kecamatan agar bisa lebih banyak diminati. Program kegiatan pelatihan tenaga kerja ini bisa disosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.
Informasi tersebut mendapat perhatian dari Gerakan KAWAN. Organisasi tersebut melihat adanya peluang untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas dengan Disnaker, terutama dalam menyampaikan informasi program pelatihan kepada masyarakat di tingkat kecamatan.
Gerakan KAWAN menilai sosialisasi secara langsung di tengah masyarakat diperlukan agar informasi mengenai program pelatihan tidak hanya diketahui oleh masyarakat yang sudah terbiasa mengakses informasi melalui internet.
Melalui kegiatan di tingkat kecamatan, masyarakat diharapkan dapat mengetahui jenis pelatihan yang tersedia, persyaratan peserta, mekanisme pendaftaran, serta manfaat yang dapat diperoleh setelah mengikuti pelatihan.
Program peningkatan keterampilan juga dinilai memiliki nilai strategis karena dapat membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Selain meningkatkan peluang untuk diterima bekerja, keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan juga dapat menjadi bekal bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam pertemuan tersebut, Gerakan KAWAN Kabupaten Tangerang memperoleh sejumlah informasi mengenai program ketenagakerjaan, khususnya pelatihan yang diselenggarakan melalui BLK.
Organisasi tersebut selanjutnya berencana mengkomunikasikan informasi tersebut kepada anggota dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Ketua DPD Gerakan KAWAN Samudi berharap komunikasi yang telah dibangun dengan Disnaker Kabupaten Tangerang dapat terus berlanjut sehingga program pelatihan kerja dapat semakin dikenal masyarakat.
Menurutnya, organisasi masyarakat tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan aspirasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap informasi mengenai program pelatihan ini bisa diteruskan kepada masyarakat, sehingga semakin banyak warga yang mengetahui dan memanfaatkannya,” ungkapnya.
Ia menilai keberadaan program pelatihan kerja menjadi kesempatan yang perlu dimanfaatkan, terutama bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, ingin meningkatkan kompetensi, maupun yang memiliki keinginan untuk memulai usaha secara mandiri.
Persaingan di dunia kerja membuat keterampilan menjadi salah satu faktor penting yang harus dimiliki pencari kerja. Karena itu, akses masyarakat terhadap pelatihan dan peningkatan kompetensi dinilai perlu terus diperluas.
Pelatihan kerja tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenali potensi diri dan memilih bidang keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Di sisi lain, keterampilan yang diperoleh juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha kecil dan kegiatan ekonomi produktif di lingkungan masyarakat.
Gerakan KAWAN berharap sinergi dengan Disnaker dapat menjadi langkah awal untuk membangun kegiatan yang lebih konkret, termasuk sosialisasi program pelatihan di tingkat kecamatan.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi organisasi untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program-program ketenagakerjaan yang tersedia di Kabupaten Tangerang.
Dengan adanya komunikasi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah, diharapkan informasi mengenai kesempatan kerja dan program peningkatan keterampilan dapat disampaikan secara lebih luas dan tepat sasaran.
Gerakan KAWAN juga menekankan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menciptakan peluang ekonomi.
Keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat menjadi salah satu modal awal untuk membangun usaha sesuai dengan potensi masing-masing.
Meski demikian, keberhasilan pelatihan tentu membutuhkan tindak lanjut, mulai dari pemilihan bidang pelatihan yang sesuai kebutuhan, pendampingan, hingga akses terhadap peluang kerja maupun pengembangan usaha.
Karena itu, komunikasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, lembaga pelatihan dan masyarakat menjadi penting untuk memastikan program peningkatan kompetensi memberikan dampak nyata.
Audiensi DPD Gerakan KAWAN Kabupaten Tangerang dengan Disnaker diharapkan menjadi awal dari langkah bersama untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi ketenagakerjaan dan pelatihan keterampilan.
Dengan semakin banyak masyarakat yang mengetahui dan mengikuti program pelatihan, diharapkan kemampuan tenaga kerja di Kabupaten Tangerang dapat terus meningkat.
Pada akhirnya, peningkatan keterampilan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pekerjaan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan usaha dan lapangan kerja secara mandiri.
Sumber : Ketua DPD Grakan Kawan
(Redaksi)


Tidak ada komentar