

KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT – AnalisaSiberNews.com — Kualitas layanan kesehatan yang prima tidak hanya bergantung pada kelengkapan sarana dan prasarana, melainkan juga pada sikap, etika, dan profesionalisme para tenaga medis dalam melayani masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bandung Komisi D Dapil 6, H. Asep Ikhsan S.E., S.Pd., M.M., saat melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2025–2026 di Puskesmas Kertasari, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (22/8/2026).
Kehadiran Asep Ikhsan di Puskesmas Kertasari bukan sekadar rutinitas agenda kedewanan, melainkan wujud nyata keinginan untuk menyerap langsung aspirasi warga sekaligus meninjau kondisi pelayanan kesehatan yang menjadi garda terdepan kebutuhan dasar masyarakat. Sebagai anggota Komisi D yang membidangi urusan pelayanan dasar termasuk kesehatan, ia menekankan bahwa masyarakat harus selalu ditempatkan sebagai subjek utama dalam setiap kebijakan pembangunan.
Pada kesempatan sambutannya H.Asep Ikhsan katakan,”Pelayanan kesehatan itu bukan sekadar mengobati, melainkan juga melayani dengan hati. Masyarakat yang datang ke puskesmas membawa harapan dan kebutuhan yang mendesak. Oleh karena itu, mereka wajib dilayani dengan sopan, ramah, dan penuh rasa kemanusiaan. Etika, integritas, dan sikap humanis tenaga kesehatan sama pentingnya dengan kelengkapan alat medis.” Kata H.Asep Ikhsan
Asep Ikhsan juga menegaskan bahwa standar pelayanan prima tidak boleh berhenti pada ketersediaan fasilitas semata. Kompetensi, kemampuan berkomunikasi, serta sikap yang tulus justru menjadi penentu utama kualitas pengalaman masyarakat saat memperoleh pelayanan kesehatan.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan gedung dan alat canggih. Jika manusianya tidak siap melayani dengan hati, maka fasilitas sebaik apa pun tidak akan terasa bermanfaat. Pelayanan yang humanis harus menjadi budaya, bukan sekadar himbauan.” tegas H.Asep Ikhsan
Selain soal pelayanan, Asep juga mendorong penguatan pendekatan pencegahan dan pola hidup sehat. Mengingat wilayah Kertasari memiliki karakteristik geografis yang sejuk dan lembap serta dikelilingi kawasan perkebunan, ia menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran warga akan kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit agar beban pelayanan kesehatan dapat berkurang secara signifikan.
“Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan. Saya berharap puskesmas juga menjadi pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat, bukan hanya tempat berobat saat sakit.”jelas H.Asep Ikhsan
Tak hanya berbicara soal pelayanan di fasilitas kesehatan, Asep Ikhsan juga membawa gagasan strategis terkait pembangunan SDM melalui penguatan pendidikan kesehatan. Ia mendorong agar generasi muda di wilayah Kertasari dan sekitarnya memperoleh akses pendidikan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, salah satunya melalui STIKINDO Wirautama dan Yayasan Pendidikan Pembangunan Generasi Muda Indonesia (YPPGMI) Wirakarya Ciparay yang didirikannya.
“Pendidikan kesehatan adalah investasi jangka panjang. Kita butuh tenaga kesehatan yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga punya hati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat. Melalui lembaga pendidikan yang kita bangun, kita siapkan calon tenaga kesehatan yang kompeten, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk daerahnya sendiri.” jelas H.Asep Ikhsan
Kegiatan Reses III di Puskesmas Kertasari ini dihadiri pula oleh Kepala Puskesmas Kertasari, Dr. M. Irsyad, unsur pemerintahan Kecamatan Kertasari, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Asep Ikhsan menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat adalah bentuk tanggung jawab wakil rakyat yang sesungguhnya. Aspirasi yang disampaikan warga harus didengar, dicatat, dan diperjuangkan hingga menjadi kebijakan yang nyata, bukan sekadar basa-basi pertemuan.
“Reses bukan sekadar bertemu dan berpamitan. Reses adalah ruang untuk memahami persoalan secara langsung, mencari solusi bersama, dan memperjuangkannya di parlemen. Setiap suara warga di sini adalah amanah yang harus saya perjuangkan.” tutup H.Asep Ikhsan
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Asep Ikhsan optimis pelayanan kesehatan di Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah Kertasari, dapat terus meningkat dan menjadi contoh pelayanan yang berkeadilan, berkualitas, dan menyentuh hati masyarakat luas.
Jurnalis : Ajunaedi.AnalisaSinerNews.com.


Tidak ada komentar