

ANALISASIBERNEWS.COM I KABUPATEN BANDUNG —— Pemerintah Desa Ibun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Ibun H. Undang Sumarna, S.E., pembangunan diarahkan pada penguatan kebersamaan, pemerataan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan pemerintahan yang semakin dekat dengan warga.
Profil resmi Pemerintah Desa Ibun mencatat H. Undang Sumarna, S.E. sebagai Kepala Desa Ibun. Desa tersebut mengusung semangat “Bangkit, Kompak, Sauyunan”, sebuah gagasan yang menempatkan kekompakan dan gotong royong sebagai bagian penting dalam pembangunan desa.
Semangat tersebut tercermin dalam berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah desa bersama masyarakat. Gotong royong menjadi salah satu ruang kebersamaan yang melibatkan unsur pemerintah desa, BPD, LPMD, TP-PKK, BUMDes, Karang Taruna, MUI, Linmas, RT/RW, tokoh agama, pemuda hingga masyarakat.
Kegiatan gotong royong tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, kepedulian sosial dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.

Pembangunan Menyentuh RW 01 hingga RW 11
Di sektor pembangunan infrastruktur, Pemerintah Desa Ibun memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan jalan desa, jalan lingkungan, Tembok Penahan Tanah (TPT) hingga program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi bagian dari pembangunan yang secara bertahap diarahkan untuk menjangkau masyarakat.
Mulai dari RW 01 hingga RW 11, setiap wilayah mendapatkan bagian pembangunan sesuai kebutuhan dan skala prioritas. Setiap tahun, pembangunan dilakukan secara bertahap agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Desa Ibun.
Pola tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa menjaga pemerataan pembangunan. Artinya, pembangunan tidak hanya terfokus pada satu titik, tetapi terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Memasuki 2026, perhatian terhadap pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan. H. Undang Sumarna tercatat turun langsung melakukan monitoring perbaikan jalan gang jembatan di Kampung Patrol, serta meninjau pembangunan saluran pertanian di Kampung Sukaeurih RW 01.
Kehadiran kepala desa di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan berjalan dengan baik sekaligus melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya pembangunan fisik, Pemerintah Desa Ibun juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Padat Karya Tunai (PKT). Salah satunya melalui kegiatan normalisasi saluran air yang melibatkan masyarakat secara langsung sekaligus membuka kesempatan kerja bagi warga.
Normalisasi saluran dilakukan di sejumlah wilayah, antara lain RW 09, RW 02, RW 01 dan RW 11. Kegiatan tersebut menyasar pembersihan saluran dari lumpur dan sampah agar aliran air lebih lancar serta lingkungan menjadi lebih tertata.
Pelayanan Publik dan Kepedulian Sosial
Perhatian terhadap masyarakat juga terlihat dari keterlibatan Desa Ibun dalam pelayanan administrasi kependudukan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan lebih dekat.
Program KUE LAPIS (Kunjungi Lansia dan Disabilitas) dari Pemerintah Kabupaten Bandung turut hadir di Desa Ibun sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif dan humanis.
Bagi pemerintah desa, pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur. Pelayanan kepada masyarakat, pemberdayaan, kebersihan lingkungan dan kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam membangun kualitas kehidupan warga.
Catatan positif lainnya terlihat dari partisipasi masyarakat Desa Ibun dalam berbagai kegiatan tingkat Kecamatan Ibun. Pada 2022, Desa Ibun meraih sejumlah prestasi dalam rangkaian perlombaan HUT Kemerdekaan dan berhasil menjadi juara umum tingkat Kecamatan Ibun.
Prestasi tersebut antara lain Juara I Lomba Posyandu, Juara I Lomba Desa, Juara II Siskamling, Juara II PKK dan Juara III Senam Bedas. Capaian itu menunjukkan adanya keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung kegiatan dan program desa.
Bagi H. Undang Sumarna, pembangunan desa tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan fisik. Kekompakan masyarakat, pemberdayaan, kebersihan lingkungan, pelayanan publik serta keterlibatan lembaga kemasyarakatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun desa.
Semangat tersebut sejalan dengan identitas Desa Ibun untuk terus bangkit, kompak dan sauyunan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan dan masyarakat, Desa Ibun memiliki modal sosial yang kuat untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan dan pelayanan kepada warga.
Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan di tingkat desa bukan hanya diukur dari banyaknya pembangunan yang terlihat secara fisik. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari sejauh mana masyarakat dilibatkan, merasakan manfaat pembangunan, mendapatkan pelayanan yang baik, serta memiliki ruang untuk bersama-sama menjaga dan memajukan desanya.
Desa membangun bukan hanya dengan anggaran, tetapi dengan kebersamaan. Dari RW 01 hingga RW 11, pembangunan terus bergerak secara bertahap agar manfaatnya semakin merata. Dari Ibun, semangat “Bangkit, Kompak, Sauyunan” terus dijaga sebagai modal untuk menghadirkan desa yang semakin maju, nyaman dan masyarakat yang semakin berdaya.
Red


Tidak ada komentar