

ANALISASIBERNEWS.COM I PASEH, KABUPATEN BANDUNG — Tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Bandung didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme, etika, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan pendidikan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan yang berlangsung di Aula Gedung PGRI Kecamatan Paseh, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan dihadiri perwakilan tenaga pendidik dan kependidikan dari sejumlah kecamatan. Peserta didampingi Satker masing-masing kecamatan dan melibatkan unsur guru, operator sekolah (OPS), serta penjaga sekolah.
Masing-masing kecamatan mengikutsertakan sekitar 10 orang perwakilan. Di antaranya berasal dari Cicalengka, Solokanjeruk, Rancaekek, Kertasari, Majalaya, Paseh, Ibun, dan Nagreg.
Kehadiran perwakilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi serta menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya dalam menghadapi penguatan skema PPPK paruh waktu.

Kasubag Umpeg, Oktavia Rombe, S.Pd., menegaskan bahwa status PPPK paruh waktu tidak mengurangi tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
«“PPPK paruh waktu harus tetap menunjukkan kualitas kerja, etika, dan kepribadian yang baik. Kita harus mampu menghormati kepala sekolah, pengawas, pimpinan, sesama guru maupun masyarakat. Status paruh waktu bukan berarti bekerja setengah hati, tetapi tetap harus memberikan kinerja terbaik sesuai tugas dan tanggung jawab,” ujar Oktavia.»
Ia juga mengingatkan bahwa profesionalisme tenaga pendidikan tercermin dari perilaku, komunikasi, kedisiplinan, serta kepantasan dalam berpenampilan.
«“Dalam hal penampilan, kita juga harus memperhatikan etika dan kepantasan sebagai seorang pendidik. Berpakaianlah secara sederhana, rapi, dan sesuai dengan lingkungan pendidikan. Jangan berlebihan, karena guru merupakan figur yang menjadi contoh bagi peserta didik dan masyarakat,” katanya.»
Oktavia mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menjadikan etika sebagai bagian dari profesionalisme.
«“Mari kita berlomba-lomba meningkatkan kualitas kerja, kedisiplinan, etika, dan kepribadian. Tunjukkan bahwa PPPK paruh waktu mampu memberikan kontribusi positif dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat,” tuturnya.»
Penguatan Pelayanan Pendidikan
Dalam kegiatan tersebut, semangat Sapa Bedas turut ditekankan sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan pelayanan yang lebih baik.
Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian, serta pelayanan yang baik kepada peserta didik dan masyarakat.
Tenaga pendidik dan kependidikan memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas layanan pendidikan karena berinteraksi langsung dengan peserta didik, orang tua, dan masyarakat.
Karena itu, penguatan skema PPPK paruh waktu perlu diikuti peningkatan kualitas kinerja, kompetensi, etika, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

Kegiatan di Aula Gedung PGRI Kecamatan Paseh tersebut kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan unsur pendamping sebagai dokumentasi sekaligus simbol kebersamaan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kabupaten Bandung.
Jurnalis Nasional
BRC”
Editor I Asn. Com


Tidak ada komentar