

CIKEAS, BOGOR| AnalisasiberNews.com – Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri menggelar Upacara Penutupan Pelatihan Penjinakan Bom (Jibom) dan Search and Rescue (SAR) bagi Personel Korps Brimob Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Yana Anucasana Dharma Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Latihan Brimob Korbrimob Polri Kombes Pol. Yudo Nugroho Sugianto. Kegiatan turut dihadiri para pejabat utama Satlat Brimob, para perwira, instruktur, serta seluruh peserta Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Korbrimob Polri dalam meningkatkan kemampuan personel menghadapi berbagai tantangan tugas, khususnya yang membutuhkan keterampilan khusus dalam penanganan ancaman bom maupun operasi pencarian dan pertolongan.

Sebanyak 100 personel dinyatakan berhasil menyelesaikan pelatihan, yang terdiri atas 40 peserta Pelatihan Jibom dan 60 peserta Pelatihan SAR.
Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026 dilaksanakan selama 28 hari, mulai 14 Juli hingga 10 Agustus 2026.
Kegiatan latihan dilaksanakan di lingkungan Satlat Brimob Cikeas serta Area Latihan Gunung Halimun Salak, Bogor, Jawa Barat.
Para peserta berasal dari Korbrimob Polri dan jajaran Satbrimob Polda. Komposisi peserta tersebut menjadi bagian dari upaya pemerataan peningkatan kemampuan personel di lingkungan Korbrimob maupun satuan kewilayahan.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta kemampuan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada aspek teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan pengetahuan melalui latihan praktik dan simulasi.
Dalam laporan hasil pelatihan disebutkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memberikan gambaran kepada pimpinan mengenai hasil pelaksanaan Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026.
Laporan hasil pelatihan juga menjadi salah satu bahan masukan dan pertimbangan dalam menentukan kebijakan serta pembinaan kemampuan personel pada tahap selanjutnya.
Pelaksanaan pelatihan menjadi penting mengingat tugas kepolisian dapat menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan respons cepat, tepat, terukur, dan profesional.
Kemampuan Jibom diperlukan dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan ancaman atau temuan benda yang diduga berbahaya, sementara kemampuan SAR diperlukan dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan pencarian, pertolongan, maupun penyelamatan.
Dengan pembekalan yang dilakukan secara sistematis, personel diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai kompetensi yang dimiliki dan tetap mengutamakan keselamatan.
Selama pelatihan berlangsung, proses pembelajaran dilakukan menggunakan sejumlah metode.
Metode tersebut meliputi pembelajaran teori atau ceramah, drill dan praktik lapangan, serta simulasi menggunakan berbagai skenario latihan.
Penerapan beberapa metode tersebut bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih komprehensif kepada para peserta.
Melalui teori, peserta memperoleh pemahaman dasar mengenai materi pelatihan. Selanjutnya, materi tersebut diperkuat melalui drill dan praktik lapangan sehingga peserta dapat memahami penerapan kemampuan dalam kondisi latihan.
Sementara itu, simulasi dengan skenario digunakan untuk membangun kemampuan peserta dalam menghadapi situasi yang membutuhkan pengambilan keputusan, koordinasi, ketelitian, dan respons yang sesuai dengan prosedur.
Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dalam kerangka pendidikan dan pembinaan kemampuan personel.
Berdasarkan hasil yang dicapai, sebanyak 100 personel berhasil menyelesaikan Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026.
Jumlah tersebut terdiri atas 40 personel yang mengikuti Pelatihan Jibom dan 60 personel yang mengikuti Pelatihan SAR.
Keberhasilan peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan menjadi bagian dari proses pembinaan kompetensi personel Korbrimob Polri.
Para peserta diharapkan tidak berhenti pada kemampuan yang diperoleh selama pelatihan, tetapi dapat mengembangkan dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
Selain itu, peserta juga diharapkan mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada personel lainnya sehingga manfaat pelatihan dapat berkembang di lingkungan satuan.
Rangkaian Upacara Penutupan Pelatihan Jibom dan SAR diawali dengan masuknya Komandan Upacara dan Komandan Satuan Latihan Brimob selaku Inspektur Upacara ke lapangan.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Mars Brimob bagian pertama, penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, serta pemeriksaan pasukan.
Setelah rangkaian awal selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan laporan singkat hasil Pelatihan Jibom dan SAR.
Laporan tersebut menjadi gambaran atas seluruh proses pembelajaran, latihan, serta pembinaan kemampuan yang telah dilaksanakan selama 28 hari.
Selanjutnya, Inspektur Upacara menyampaikan pernyataan penutupan pelatihan yang menandai secara resmi berakhirnya seluruh rangkaian Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026.
Momentum penutupan juga diisi dengan penanggalan tanda peserta dan instruktur Pelatihan Jibom dan SAR.
Selain itu, dilakukan penyematan brevet oleh Inspektur Upacara kepada perwakilan peserta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan penutupan.
Pemberian brevet menjadi salah satu momentum penting bagi peserta setelah menyelesaikan seluruh proses pendidikan dan latihan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian sertifikat serta piagam penghargaan kepada peserta yang berhasil menunjukkan prestasi terbaik selama mengikuti pelatihan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pencapaian peserta selama menjalani rangkaian pembelajaran dan latihan.
Dalam Pelatihan Penjinakan Bom (Jibom), tiga peserta berhasil memperoleh nilai terbaik.
Peserta Terbaik I diraih Bripda Gibran dari Satbrimob Polda Sulawesi Barat dengan total nilai 79,18.
Peserta Terbaik II diraih Bripda Andri Wahyu Setiawan dari Satbrimob Polda DIY dengan total nilai 78,79.
Sementara Peserta Terbaik III diraih Bripda Royhan Fahley dari Satbrimob Polda Jambi dengan total nilai 78,75.
Pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses pembelajaran dan latihan yang dijalani selama pelatihan.
Untuk Pelatihan Search and Rescue (SAR), tiga peserta dengan hasil terbaik juga mendapatkan penghargaan.
Peserta Terbaik I diraih Bripda Bambang Wicaksono dari Pasukan Pelopor Korbrimob dengan total nilai 77,39.
Peserta Terbaik II diraih Brigpol Sahtiar Ipa dari Satbrimob Polda Maluku Utara dengan total nilai 77,28.
Sedangkan Peserta Terbaik III diraih Briptu Muhammad Ilyas Arifianto dari Satbrimob Polda Jawa Timur dengan total nilai 77,08.
Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Pelatihan yang telah selesai dilaksanakan bukan menjadi akhir dari proses peningkatan kemampuan.
Para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh ketika kembali ke satuan masing-masing.
Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dibagikan kepada personel lain melalui proses pembinaan internal di lingkungan satuan.
Dengan demikian, hasil pelatihan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap peningkatan kemampuan personel.
Konsistensi dalam latihan juga diperlukan agar kemampuan yang telah diperoleh tetap terpelihara dan dapat digunakan secara profesional ketika menghadapi situasi tugas yang membutuhkan kompetensi khusus.
Perkembangan situasi keamanan dan dinamika tugas kepolisian membutuhkan kesiapan personel yang memiliki kemampuan beragam.
Dalam kondisi tertentu, personel kepolisian dapat dihadapkan pada situasi yang membutuhkan kemampuan khusus, termasuk penanganan ancaman bom dan pelaksanaan operasi pencarian serta pertolongan.
Karena itu, pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan kemampuan personel.
Melalui latihan yang terukur, personel dapat meningkatkan kesiapan individu sekaligus membangun kemampuan kerja sama dalam satuan.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memastikan personel mampu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, berintegritas, dan sesuai dengan hukum.
Pelaksanaan Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026 juga diarahkan untuk membentuk personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki integritas dan perilaku yang baik.
Kemampuan profesional harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap hukum dan prosedur.
Dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian, aspek keselamatan masyarakat dan personel menjadi perhatian penting.
Oleh karena itu, kemampuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan harus digunakan secara bertanggung jawab sesuai dengan tugas dan kewenangan yang diberikan.
Berakhirnya pelatihan di Satlat Brimob Cikeas bukan berarti berakhirnya proses pembelajaran bagi para peserta.
Sebaliknya, penutupan menjadi momentum bagi para personel untuk membawa pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh kembali ke satuan masing-masing.
Kemampuan tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan tugas operasional kepolisian sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi personel.
Korbrimob Polri melalui Satuan Latihan Brimob terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat membentuk personel yang semakin siap menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di lapangan.
Usai pemberian penghargaan, rangkaian upacara dilanjutkan dengan laporan Komandan Upacara dan penghormatan pasukan.
Selanjutnya, peserta menyanyikan Lagu Hymne Brimob, dilanjutkan dengan pembacaan doa.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Inspektur Upacara meninggalkan lapangan upacara dan kegiatan penutupan Pelatihan Jibom dan SAR T.A. 2026 berakhir dengan tertib dan khidmat.
Pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Korbrimob Polri melalui Satuan Latihan Brimob untuk terus membangun kemampuan personel.
Dengan berakhirnya pelatihan, 100 personel yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat menjadi bagian dari sumber daya manusia yang semakin profesional, disiplin, berintegritas, serta memiliki kesiapan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Peningkatan kemampuan melalui pendidikan dan pelatihan juga diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan Korbrimob Polri dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan kemampuan khusus.
Pada akhirnya, kompetensi personel menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sumber: Tim Produksi Humas Korps Brimob Polri (Wid)
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan materi rilis yang diterima redaksi dan telah melalui penyuntingan pada aspek bahasa, struktur, serta penyajian agar lebih informatif dan mudah dibaca.


Tidak ada komentar