
KABUPATEN BANDUNG.AnalisaSiberNews.com — Di balik berdirinya sasak gantung di Kampung Rumbia, RT 04 RW 08, Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, ada satu hal yang disorot kuat oleh Kepala Desa Sukarame, Wawan Ridwan: jembatan ini bukan sekadar hasil pembangunan, tetapi buah dari kebersamaan warga.
Peresmian yang dihadiri Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav Samto Betah, S.Hub.Int., Camat Pacet Asep Susanto, S.STP., M.M., perwakilan Kejari Baleendah, serta unsur Muspika dan Polsek Pacet, menjadi penanda bahwa akses yang selama ini sulit akhirnya terbuka.
Namun bagi Wawan Ridwan, inti dari jembatan ini bukan hanya pada fungsinya sebagai penghubung antara Desa Sukarame dan Desa Cikitu. Ia menekankan bahwa sejak awal pembangunan, masyarakat terlibat langsung melalui gotong royong—dari proses awal hingga rampung.
“Ini bukan hanya dibangun, tapi diperjuangkan bersama,” tergambar dari pernyataannya yang menempatkan warga sebagai bagian utama dari keberhasilan pembangunan tersebut.
Menurutnya, keberadaan sasak gantung ini akan sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas, distribusi hasil pertanian, hingga akses ke kebutuhan dasar yang sebelumnya terkendala.
Namun, Wawan juga mengingatkan bahwa semangat gotong royong tidak boleh berhenti setelah jembatan berdiri. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Di tengah suasana peresmian yang dimeriahkan kesenian tradisional singa barong, Wawan melihat ada pesan yang lebih besar: bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan dan identitas.
Kini sasak gantung itu telah menghubungkan dua wilayah yang sebelumnya terpisah. Bagi Pemerintah Desa Sukarame, ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab baru—memastikan jembatan itu tetap kokoh, seperti semangat warga yang membangunnya.
Kaperwil Jabar
Aziz
Sumber
Asep Saepulloh
Tidak ada komentar