Jalan Rusak Makin Parah, Dana APBD Justru Digunakan untuk Renovasi Rumah Dinas Kejati Jambi, Ketua DPD GIBM Jambi: Gubernur Tak Lagi Memikirkan Rakyat – ANALISASIBERNEWS.COM

Jalan Rusak Makin Parah, Dana APBD Justru Digunakan untuk Renovasi Rumah Dinas Kejati Jambi, Ketua DPD GIBM Jambi: Gubernur Tak Lagi Memikirkan Rakyat

waktu baca 3 menit
Minggu, 3 Mei 2026 10:07 153 Admin Serang

Jambi|AnalisasiberNews.com
com.Kondisi jalan raya di wilayah Provinsi Jambi kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kerusakan jalan di berbagai kabupaten dan kota di provinsi ini dikabarkan semakin parah secara signifikan. Lubang-lubang besar dan kerusakan struktur jalan tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga menimbulkan risiko kecelakaan yang mengancam keselamatan pengguna jalan, baik itu pengendara sepeda motor, mobil, maupun kendaraan pengangkut barang.

Namun, di tengah penderitaan masyarakat yang harus berjuang melewati jalanan yang rusak, keputusan Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 4,7 miliar untuk renovasi rumah dinas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi justru memicu kemarahan dan kekecewaan luas. Dana yang seharusnya dapat digunakan untuk perbaikan infrastruktur jalan yang mendesak, malah dialihkan untuk keperluan yang dinilai tidak mendesak dan tidak langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Gerakan Indonesia Berani Maju (GIBM) Provinsi Jambi, Rudianto, angkat bicara dengan nada yang sangat tegas dan penuh kekecewaan. Menurutnya, keputusan ini membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi, di bawah kepemimpinan Gubernur, seolah-olah sudah tidak lagi memikirkan nasib rakyatnya.

“Ini Pak Gubernur sudah tidak memikirkan rakyat lagi. Apakah beliau tidak kasihan melihat rakyat yang harus berjuang melewati jalanan yang rusak parah setiap hari? Coba kita pikirkan bersama, hampir semua jalan di kabupaten-kabupaten di Jambi banyak yang rusak parah, tapi dana APBD justru digunakan untuk hal yang tidak tepat sasaran, padahal kondisi provinsi kita ini sangat memprihatinkan,” ujar Rudianto dengan nada emosional.

Rudianto juga tidak segan-segan mengkritik kinerja para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi. Menurutnya, para wakil rakyat di lembaga legislatif tersebut seolah-olah kehilangan suara dan keberanian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Padahal, tugas utama mereka adalah mengawasi penggunaan anggaran dan menyuarakan aspirasi rakyat.

“Anggota DPRD Provinsi juga begitu, apa sih kerja mereka? Sepertinya tidak ada lagi yang berani bersuara demi kepentingan rakyat. Mereka dipilih oleh rakyat, tapi sekarang malah diam saja melihat dana rakyat digunakan untuk hal yang tidak mendesak saat rakyat sedang kesulitan,” tambahnya.

Kondisi ini, menurut Rudianto, membuat masyarakat Jambi merasa kecewa dan bingung. Ia bahkan menyebutkan bahwa saat ini Jambi sedang dalam keadaan “galau” dan “kacau”, di mana kebutuhan mendesak rakyat diabaikan, sementara dana publik digunakan untuk kepentingan yang dinilai kurang prioritas.

“Kalau begini terus, nasib rakyat Jambi kapan akan diperhatikan? Jalan rusak makin parah, tapi dana APBD dihibahkan untuk renovasi rumah dinas. Ini namanya Jambi galau, Jambi kacau. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan para wakil rakyat untuk segera mengubah arah kebijakan dan memprioritaskan kebutuhan rakyat, terutama perbaikan jalan yang sangat mendesak ini,” tegas Rudianto.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun DPRD Provinsi Jambi terkait kritik yang disampaikan oleh Ketua DPD GIBM tersebut. Masyarakat pun kini menunggu langkah nyata dari para pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah jalan rusak yang semakin parah dan memastikan penggunaan dana APBD benar-benar tepat sasaran demi kesejahteraan rakyat.

 

Penulis:Rudy

Editor:Masturo

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA