Jombang, AnalisasiberNews – Polres Jombang menggelar konferensi pers hari ini (21/04/26) mengungkapkan kasus pembunuhan yang menghebohkan di Dusun Paras, Desa Turi Pinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang. Korban, AS (33), warga Kecamatan Gurah, Kediri, ditemukan tewas dengan luka-luka di aliran sungai.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, menjelaskan bahwa motif pembunuhan adalah kecemburuan. Tersangka utama, SM (43), warga satu desa dengan korban, diduga sakit hati karena korban mendekati pacarnya.
“Peristiwa bermula saat korban dan tersangka pergi bersama untuk mengonsumsi minuman keras di wilayah Bangi, Purwoasri, Kediri. Dalam kondisi terpengaruh alkohol, keduanya terlibat cekcok yang berujung perkelahian,” jelas AKP Dimas.
Dalam situasi tersebut, tersangka SM melakukan pembunuhan menggunakan senjata tajam jenis golok. Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami sejumlah luka terbuka akibat benda tajam, di antaranya dua luka pada wajah sebelah kiri serta luka terbuka di leher kanan.
“Luka pada leher yang memutus pembuluh darah menjadi penyebab utama kematian,” ungkap AKP Dimas.
Polisi telah mengamankan tersangka utama dan barang bukti berupa dua ponsel milik tersangka dan dua unit sepeda motor. Sementara itu, barang bukti lain seperti golok, ponsel korban, serta sepeda motor milik korban masih dalam pencarian.

“Barang-barang tersebut diketahui dibuang ke Sungai Brantas yang memiliki arus deras,” tambah AKP Dimas.
Selain tersangka utama, polisi juga menangkap tersangka kedua berinisial MAM di Kecamatan Keras, Kediri. Ia berperan membantu menghilangkan barang bukti dengan membuangnya ke Sungai Brantas.
Atas perbuatannya, tersangka SM dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara, serta Pasal 468 ayat (2) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara.
Polres Jombang masih terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap barang bukti yang masih hilang. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan dan selalu menjaga emosi.
Tidak ada komentar