MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

DELI SERDANG,|ANALISASIBERNEWS.COM – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan satuan pendidikan menghadapi situasi darurat bencana, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Fitryan Syukri, S.STP., M.Si., bersama perwakilan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara, Roy Purba, S.T., M.Kom., menggelar sosialisasi psikososial penanggulangan bencana di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para guru, tenaga pendidik, serta sejumlah kepala sekolah dasar dari berbagai kecamatan di Kabupaten Deli Serdang. Turut hadir Ketua Komite SMPN 2 Lubuk Pakam, Daniel Ginting, beserta jajaran sekolah.
Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan tenaga pendidik dalam memberikan dukungan psikososial kepada peserta didik sebelum, selama, maupun setelah terjadi bencana.
Hal tersebut dinilai penting karena dampak bencana tidak hanya menyangkut kerusakan fisik dan kehilangan harta benda, tetapi juga dapat menimbulkan tekanan psikologis, kecemasan, ketakutan, hingga trauma, khususnya bagi anak-anak.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Fitryan Syukri, menegaskan bahwa penanganan dampak bencana terhadap anak tidak boleh hanya berfokus pada proses evakuasi dan keselamatan fisik. Pendampingan psikologis juga harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, guru merupakan pihak yang memiliki kedekatan langsung dengan peserta didik sehingga mempunyai peran penting dalam memberikan rasa aman dan dukungan emosional ketika anak menghadapi situasi bencana.
“Kita sering fokus pada evakuasi fisik saja, namun terkadang lupa bahwa anak-anak juga mengalami ketakutan, kecemasan, dan trauma setelah bencana. Melalui sosialisasi ini, saya berharap seluruh guru dan kepala sekolah dapat memahami tanda-tanda tekanan psikologis pada siswa, mampu mendampingi dengan empati, serta mengetahui kapan harus merujuk kepada tenaga ahli,” ungkapnya.
Ia juga berharap sekolah dapat menjadi tempat yang aman dan memberikan ketenangan bagi peserta didik, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.
“Anak-anak yang terdampak bencana membutuhkan lebih dari sekadar evakuasi. Mereka juga membutuhkan pendampingan psikologis dari guru yang berada paling dekat dengan mereka. Mari kita bekali diri agar mampu mendampingi siswa dengan empati, tepat sasaran, serta membangun kerja sama dengan BPBD dan tenaga psikolog. Sekolah harus menjadi benteng perlindungan bagi generasi Deli Serdang,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Sumatera Utara, Roy Purba, S.T., M.Kom., menyampaikan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik di bidang dukungan psikososial penanggulangan bencana.
Ia menjelaskan bahwa guru merupakan salah satu unsur terdekat dengan peserta didik sehingga perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pendampingan ketika terjadi bencana.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai komunikasi yang tepat, teknik menenangkan emosi, pendampingan kelompok, serta penyusunan rencana aksi sekolah dalam menghadapi situasi bencana.
Pihaknya berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing dan diteruskan kepada satuan pendidikan lainnya.
Dengan demikian, kemampuan pendampingan psikososial di lingkungan pendidikan dapat semakin berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta didik di seluruh wilayah Kabupaten Deli Serdang.
Kepala SMPN 2 Lubuk Pakam, Maraza’an Hasibuan, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang serta BBGTK Sumatera Utara atas perhatian dan pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut di sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat penting bagi para pendidik, khususnya dalam memperoleh pemahaman dan panduan mengenai cara mendampingi siswa ketika menghadapi bencana maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang dan BBGTK Sumut atas kunjungan serta perhatian besar kepada sekolah kami. Kegiatan ini sangat berarti karena selama ini kami merasa perlu memiliki panduan yang jelas untuk mendampingi siswa saat terjadi bencana,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak sekolah akan mendorong para guru untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh serta berbagi pengalaman dengan tenaga pendidik dan kepala sekolah lainnya agar manfaat kegiatan tersebut semakin luas.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, para peserta memperoleh sejumlah materi penting yang berkaitan dengan kesiapsiagaan psikososial di lingkungan pendidikan, meliputi:
Materi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para tenaga pendidik dalam mengambil langkah awal ketika peserta didik mengalami tekanan emosional akibat peristiwa bencana.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman secara teori, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan pendampingan psikososial dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang bersama BBGTK Sumatera Utara mendorong terbangunnya lingkungan pendidikan yang lebih siap menghadapi bencana, baik dari sisi keselamatan fisik maupun perlindungan psikologis peserta didik.
Kesiapsiagaan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, pemerintah daerah, hingga instansi terkait.
Sebab, perlindungan terhadap anak ketika terjadi bencana bukan hanya tentang menyelamatkan mereka dari bahaya, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan dukungan, rasa aman, dan pendampingan agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar secara baik.
Sekolah yang tangguh menghadapi bencana adalah sekolah yang mampu melindungi keselamatan sekaligus menjaga kesehatan psikososial peserta didiknya.
Penulis: Paulus Limbong
Editor: Yudi Sayuti, S.T.
Redaksi: AnalisasiberNews.com

Tidak ada komentar