MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

Warga Khawatir Terjadi Longsor, Pemerintah dan Instansi Teknis Didesak Segera Turun ke Lapangan
BANDUNG, AnalisasiberNews.com – Proyek pembangunan dinding penahan tanah (turap) di kawasan Jembatan Mandala Haji, Desa Mandala Haji, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, kini menjadi sorotan. Pasalnya, bangunan yang dilaporkan baru selesai Satu bulan lalu tersebut diduga telah mengalami kemiringan dan keretakan pada sejumlah bagian konstruksinya.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan, ketahanan struktur bangunan, serta pengawasan proyek yang menggunakan anggaran bernilai ratusan juta rupiah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi dan keterangan sejumlah warga, bagian konstruksi penahan tebing terlihat mengalami pergeseran dan kemiringan. Kondisi beton pada sisi penahan tanah juga dilaporkan menunjukkan indikasi kerusakan.
Selain itu, warga menyoroti tidak terlihatnya pipa drainase atau lubang pembuangan air pada bagian konstruksi yang menjadi perhatian mereka. Padahal, sistem drainase merupakan salah satu aspek penting dalam pekerjaan dinding penahan tanah untuk membantu mengurangi tekanan air di belakang struktur.
Jika kondisi tersebut benar adanya dan tidak segera ditangani, risiko kerusakan dikhawatirkan semakin meningkat, terutama ketika intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah menjadi jenuh air.
Persoalan ini bukan semata-mata menyangkut tampilan fisik sebuah proyek pembangunan. Dinding penahan tanah memiliki fungsi penting untuk menjaga kestabilan tanah di sekitar jembatan.
Apabila terjadi pergeseran struktur secara terus-menerus, potensi kerusakan yang lebih besar perlu diantisipasi melalui pemeriksaan teknis. Terlebih, masyarakat mengkhawatirkan dampaknya dapat menjalar hingga ke badan jembatan dan lingkungan permukiman di sekitarnya.
Warga menyampaikan kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya longsor atau ambrolnya bagian tebing apabila tidak segera dilakukan penanganan.
Mereka juga mengkhawatirkan sejumlah rumah yang berada di sekitar lokasi dapat terdampak apabila pergerakan tanah semakin meluas.
“Jembatan ini merupakan akses penting bagi aktivitas dan perekonomian masyarakat Desa Mandala Haji maupun warga dari desa lainnya. Kami sangat menyayangkan apabila bangunan yang belum lama selesai dikerjakan sudah menunjukkan kondisi seperti ini. Kami berharap segera ada pemeriksaan dan perbaikan sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” demikian kekhawatiran warga yang disampaikan kepada awak media.
Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan bahwa Kepala Dusun Desa Mandala Haji membenarkan adanya kondisi dinding penahan tebing yang menjadi perhatian masyarakat.
Pihak masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta instansi teknis yang memiliki kewenangan atas pekerjaan tersebut segera melakukan pengecekan langsung.
Pemeriksaan dinilai penting untuk mengetahui penyebab kemiringan dan kerusakan, sekaligus memastikan apakah konstruksi masih aman atau membutuhkan penanganan darurat.
Secara teknis, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperiksa dalam kasus kerusakan dinding penahan tanah, di antaranya mutu beton, kondisi fondasi, kedalaman penanaman struktur, sistem drainase, tekanan tanah, serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan perencanaan awal.
Dugaan mengenai mutu beton maupun kajian geoteknik yang kurang memadai belum dapat dipastikan sebagai penyebab kerusakan. Hal tersebut harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh tenaga ahli atau instansi yang berkompeten.
Karena itu, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan secara visual. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap dokumen perencanaan, spesifikasi teknis, laporan pengawasan, hasil pengujian material, serta kondisi aktual konstruksi di lapangan.
Proyek pembangunan yang menggunakan anggaran publik harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi kualitas, manfaat, maupun keselamatan masyarakat.
Apabila benar pekerjaan tersebut baru selesai beberapa bulan lalu, muncul pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka:
Pertanyaan tersebut bukan bentuk tuduhan terhadap pihak tertentu, melainkan bagian dari fungsi kontrol sosial pers terhadap penggunaan anggaran publik.
Jika ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan spesifikasi kontrak, pihak yang berwenang perlu menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan instansi teknis terkait, termasuk BBWS apabila proyek tersebut berada dalam kewenangannya, tidak mengabaikan kondisi yang dilaporkan.
Pemeriksaan lapangan perlu segera dilakukan untuk memastikan tingkat keamanan konstruksi. Jika ditemukan potensi bahaya, langkah pengamanan sementara, pembatasan akses pada area rawan, serta penanganan teknis harus diprioritaskan.
Jangan sampai persoalan yang seharusnya dapat diantisipasi sejak dini justru berkembang menjadi kerusakan lebih besar yang mengancam keselamatan warga dan mengganggu akses perekonomian masyarakat.
Pembangunan infrastruktur bukan hanya soal proyek selesai dan bangunan berdiri. Lebih dari itu, kualitas pekerjaan harus terjamin, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dan keselamatannya dapat dipertanggungjawabkan.
AnalisasiberNews.com akan terus memantau perkembangan persoalan ini serta membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pemerintah desa, instansi pelaksana, kontraktor, konsultan pengawas, maupun pihak terkait lainnya demi memperoleh pemberitaan yang berimbang dan berdasarkan fakta.
Jangan biarkan masyarakat hanya menjadi penonton ketika infrastruktur yang menjadi tumpuan kehidupan mereka justru menimbulkan kekhawatiran.
MEDIA: AnalisasiberNews.com
RUBRIK: SOROT DESA
JURNALIS: Sely / Asep Saefulloh (Asep Gemoy)
EDITOR: Yudi Sayuti, S.T.
TAGLINE: Cepat, Akurat, dan Berimbang.

Tidak ada komentar