MEDIA ANALISASIBERNEWS.COM
Media AnalisasiberNews.com terus memperkuat jaringan perwakilan redaksi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, berimbang, dan profesional kepada masyarakat.

CILEGON,|AnalisasiberNews.com – Kasus dugaan penusukan terhadap Jahidi, warga Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Banten, yang mengakibatkan sebilah pisau menancap di kepalanya hingga harus menjalani operasi, masih menyisakan tanda tanya. Lebih dari sebulan setelah peristiwa tersebut, pelaku dan penyebab kejadian belum diketahui secara jelas.
Belum adanya kejelasan mengenai pengungkapan perkara itu memunculkan pertanyaan terkait perkembangan penyelidikan Unit Reskrim Polsek Pulomerak, Polres Cilegon. Keluarga korban berharap kepolisian segera mengungkap kronologi kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah bengkel di kawasan Flyover Merak, Kecamatan Pulomerak, pada Jumat dini hari (25/9/2026).
Istri korban, Lena, menuturkan bahwa suaminya pulang bekerja dari PT Yuliana Inti Persada (YIP) sekitar waktu magrib. Setelah itu, Jahidi kembali berangkat untuk membantu pekerjaan mantan bosnya di sebuah bengkel karena mekanik di tempat tersebut sedang pulang.
“Suami saya meminta izin berangkat kembali untuk membantu pekerjaan bos sebelumnya di sebuah bengkel di kawasan Merak, karena mekanik bengkel tersebut sedang pulang,” kata Lena saat ditemui di rumahnya, Senin (12/10/2026).
Berdasarkan informasi yang diterima Lena dari rekan suaminya, Jahidi menyelesaikan pekerjaannya sekitar tengah malam. Karena kelelahan, korban kemudian tertidur di kursi bengkel.
Namun, saat menjelang subuh, Lena menerima kabar bahwa suaminya mengalami kecelakaan. Informasi tersebut disampaikan oleh seorang sopir tanpa penjelasan terperinci mengenai kejadian yang sebenarnya.
Saat ditemukan, Jahidi dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka serius. Korban kemudian menjalani operasi di Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM), Kota Cilegon.
Biaya Pengobatan Capai Rp150 Juta
Di tengah proses pemulihan korban, keluarga juga menghadapi persoalan biaya pengobatan yang disebut mencapai sekitar Rp150 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp80 juta telah dibayarkan, sedangkan sisanya masih menjadi tunggakan.
“Saat ini sudah dibayar Rp80 juta, sedangkan sisanya masih menunggak. Pihak rumah sakit memberikan waktu satu minggu untuk melunasi,” ungkap Lena.
Menurut Lena, pendaftaran perawatan awal dengan biaya umum dilakukan oleh pihak bengkel. Pemilik bengkel sebelumnya menyatakan kesediaan membantu biaya pengobatan dengan skema tanggungan bersama. Namun, menurut keterangan Lena, bantuan yang telah diberikan sejauh ini baru sebesar Rp20 juta.
“Kami berharap pemerintah bisa membantu melunasi tunggakan biaya pengobatan. Kami juga berharap polisi bisa mengungkap kasus ini agar jelas apa yang sebenarnya terjadi pada suami saya,” ujarnya.
Kini Jahidi telah berada di rumah, tetapi kondisinya belum sepenuhnya pulih. Keluarga masih berupaya menghadapi beban biaya pengobatan sembari menantikan kepastian hukum atas peristiwa yang menimpa korban.
Polisi Disebut Masih Mendalami Kasus
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Unit Reskrim Polsek Pulomerak masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi, termasuk istri korban, disebut telah dimintai keterangan. Polisi juga dikabarkan telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa pisau dan telepon seluler milik korban.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, belum terdapat informasi terkonfirmasi mengenai penetapan tersangka maupun perkembangan konkret pengungkapan perkara tersebut. Motif dan kronologi lengkap kejadian juga masih belum diketahui secara jelas.
Kepolisian diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan penyelidikan, langkah-langkah yang telah dilakukan, serta kendala yang mungkin dihadapi dalam mengungkap perkara ini.
Klarifikasi dari pihak kepolisian juga penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang. Status kejadian, pihak yang bertanggung jawab, serta kemungkinan unsur pidana harus ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang sah.
Kasus ini bukan hanya menyangkut luka serius yang dialami Jahidi, tetapi juga menyisakan persoalan bagi keluarganya yang tengah berjuang menghadapi biaya pengobatan. Keluarga kini menantikan dua hal penting: kepastian hukum atas peristiwa tersebut dan jalan keluar untuk meringankan beban pengobatan korban.
Sumber: Keterangan keluarga korban dan informasi yang dihimpun.
Pewara : TGR
Editor: Redaksi
AnalisasiberNews.com — Cepat, Akurat dan Berimbang.

Tidak ada komentar