KABUPATEN BANDUNG,AnalisaSiberNews.com – 22 September 2026 — Kondisi Jembatan Cisangkuy, yang juga dikenal luas sebagai Jembatan Dodik, di ruas jalan menuju Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, kini memprihatinkan dan mengkhawatirkan. Tembok Penahan Tanah (TPT) serta struktur penyangga bawah jembatan terlihat bergeser, retakan besar terbuka, dan sebagian struktur sudah terpisah dari bahu jembatan — mengancam terputusnya akses utama menuju Kompleks Pendidikan Sekolah Calon Tamtama (Secata) Rindam III/Siliwangi TNI Angkatan Darat.
Dari pantauan di lokasi, meskipun permukaan jalan di atas jembatan tampak baik-baik saja, bagian bawahnya menunjukkan kerusakan yang serius. Dinding penahan tanah yang menopang pondasi telah bergeser menjauhi badan jembatan, celah retakan melebar hingga terlihat jelas ruang di antara struktur penyangga dan lantai jembatan. Jika dibiarkan, pergeseran ini dikhawatirkan terus memburuk dan dapat menyebabkan jembatan ambruk sewaktu-waktu.
Peltu Sugiono, personel di lingkungan Dodik Secata yang telah memantau kondisi ini sejak tiga minggu terakhir, menyampaikan kekhawatirannya secara mendalam.
“Jembatan ini tampak kokoh dari atas, namun bagian bawahnya sangat memprihatinkan. Padahal ini adalah akses utama menuju lingkungan pendidikan TNI. Jika jembatan ini terputus, aktivitas pendidikan, pergerakan personel, serta mobilitas warga sekitar akan terganggu secara signifikan,” ungkap Peltu Sugiono.
Ia menegaskan kerusakan ini bukan retakan biasa, melainkan pergeseran struktur yang nyata dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Kami memohon kepada pihak berwenang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, untuk segera turun melakukan survei teknis, mengidentifikasi penyebab pasti pergeseran ini, dan melaksanakan perbaikan menyeluruh sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Jembatan Cisangkuy menjadi urat nadi penghubung tidak hanya bagi personel dan siswa pendidikan di Dodik Secata, tetapi juga bagi warga Desa Sukamanah dan wilayah sekitarnya. Terputusnya akses ini akan berdampak luas — mulai dari pengiriman logistik, perjalanan dinas TNI, hingga kebutuhan harian warga.
Hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi mengenai penutupan jalan maupun jadwal perbaikan. Masyarakat berharap instansi terkait segera menindaklanjuti laporan ini demi keselamatan bersama dan kelancaran aktivitas di wilayah Pangalengan.
Ajunaedi
