

Analisaaibernews.com, DEMAK – Dinamika struktural di tubuh Kepolisian Resor (Polres) Demak kembali bergulir sebagai bagian dari implementasi penyegaran organisasi. Jabatan Wakapolres Demak kini resmi diemban oleh Kompol Yuniarto Assidiq, yang sebelumnya menjabat sebagai PS Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Jawa Tengah. Ia menggantikan Kompol Hendrie Suryo Liquisasono, yang kini beralih tugas sebagai Analis Kebijakan Pertama Bidang Binopsnal Ditlantas Polda Jawa Tengah.
Upacara serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, di Pendopo Parama Satwika Polres Demak, Sabtu (29/8/2026).
Mutasi sebagai Instrumen Penguatan Ritme Organisasi :
Dalam amanatnya, Kapolres Demak menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan manifestasi dari regulasi organisasi Polri yang bergerak secara dinamis. Proses ini dipandang krusial tidak hanya untuk regenerasi personel, melainkan juga sebagai strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas internal dan mengakselerasi kinerja kesatuan.

“Pergantian kepemimpinan adalah momentum krusial untuk menghadirkan semangat baru, menjaga ritme kerja yang solid, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok fungsi Kepolisian,” ujar AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra.
Kapolres turut menyampaikan apresiasi mendalam dan penghormatan tertinggi kepada Kompol Hendrie Suryo Liquisasono atas dedikasi, loyalitas, serta kontribusi signifikannya dalam menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Demak.
Akselerasi Kinerja dan Penekanan Prinsip ‘Presisi’ :
Kepada pejabat baru, Kompol Yuniarto Assidiq, Kapolres menginstruksikan untuk segera melakukan konsolidasi internal dan adaptasi taktis terhadap karakteristik lingkungan kerja yang baru. Kecepatan dan ketepatan koordinasi antarlini dinilai menjadi kunci utama keberhasilan transisi ini.
“Kepercayaan ini adalah sebuah kehormatan strategis. Segera lakukan penyesuaian diri secara komprehensif. Pastikan agenda terdekat kesatuan, mulai dari rapat evaluasi internal, manajemen logistik, hingga instrumen kegiatan kemasyarakatan dapat berjalan secara presisi,” tegas Kapolres.
Waskat sebagai Mitigasi dan Komitmen Pelayanan Humanis :
Menghadapi tantangan eksternal yang kian kompleks, AKBP Arrizal mengingatkan seluruh jajaran Polres Demak untuk senantiasa mengedepankan postur kepolisian yang responsif, transparan, dan humanis demi mempertahankan serta meningkatkan kepercayaan publik (public trust). Profesionalisme dan integritas harus menjadi komitmen mutlak guna mengeliminasi segala bentuk pelanggaran.
Secara khusus, Kapolres menggarisbawahi urgensi penguatan Pengawasan Melekat (Waskat) oleh para perwira terhadap anggotanya. Menurutnya, fungsi pengawasan ini harus dimaknai secara positif sebagai instrumen proteksi, bukan pencarian kesalahan.
“Waskat bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan sebuah bentuk mitigasi, kepedulian, dan tanggung jawab moral pemimpin untuk memastikan anggotanya tetap berada pada jalur pengabdian yang benar,” jelasnya secara filosofis.
Menutup arahannya, Kapolres Demak menekankan bahwa setiap jabatan struktural membawa konsekuensi tanggung jawab yang multidimensional.
“Jabatan adalah amanah strategis yang harus dipertanggungjawabkan kepada institusi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, setiap pejabat dituntut untuk memberikan sumbangsih terbaik serta menjaga marwah kesatuan demi pelayanan prima kepada masyarakat Kabupaten Demak,” pungkasnya.
Sumber : Humas Polres Demak. ( Faozi )


Tidak ada komentar