

KABUPATEN BANDUNG,| AnalisasiberNews.com — Upaya menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat terus dilakukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung melalui kegiatan reses. Pada masa persidangan III tahun 2026, anggota DPRD Kabupaten Bandung kembali turun langsung ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing untuk mendengarkan berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Kegiatan reses yang dilaksanakan di Aula Pondok Pesantren Awi Sadapur itu menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dengan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, pengurus ranting Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tingkat desa, pengurus PAC PKB Kecamatan Kertasari, serta berbagai unsur masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing. Aspirasi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sektor kesehatan, sanitasi, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Kegiatan reses tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan fungsi representasi anggota DPRD. Melalui dialog secara langsung, persoalan yang dihadapi warga dapat disampaikan secara terbuka sekaligus menjadi bahan bagi anggota dewan dalam memperjuangkan program pembangunan yang dinilai menjadi prioritas.
Suasana dialog berlangsung terbuka. Warga secara bergantian menyampaikan pertanyaan, masukan, serta usulan yang berkaitan dengan kondisi di wilayah tempat tinggal mereka.
Sejumlah persoalan mendasar menjadi perhatian masyarakat. Salah satu aspirasi yang cukup banyak mendapat perhatian adalah persoalan infrastruktur, khususnya kondisi jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
Warga mengusulkan adanya perbaikan jalan poros desa yang dinilai memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalan desa tidak hanya menjadi akses bagi warga untuk bepergian, tetapi juga menjadi jalur penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas hasil pertanian dan berbagai kebutuhan masyarakat lainnya.

Bagi masyarakat di wilayah pedesaan, keberadaan infrastruktur jalan yang layak memiliki hubungan erat dengan peningkatan aktivitas ekonomi. Kondisi jalan yang baik akan mempermudah masyarakat membawa hasil pertanian maupun produk usaha menuju pusat perekonomian.
Karena itu, usulan perbaikan jalan menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga menyampaikan persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan air bersih dan sanitasi. Akses terhadap air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kualitas kehidupan masyarakat.
Warga berharap perluasan jaringan air bersih dapat menjadi perhatian dalam program pembangunan daerah. Ketersediaan air bersih yang memadai diperlukan untuk menunjang kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Persoalan sanitasi juga tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat berharap pemerintah daerah bersama lembaga legislatif dapat terus mendorong program yang memberikan kemudahan akses terhadap fasilitas dasar tersebut.
Selain persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar, masyarakat juga menyampaikan aspirasi mengenai penguatan ekonomi.
Usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu sektor yang diharapkan dapat terus dikembangkan karena memiliki peranan dalam membuka kesempatan usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Warga mengusulkan adanya dukungan permodalan serta pelatihan bagi pelaku UMKM, khususnya bagi masyarakat dan generasi muda di wilayah setempat.
Pelatihan usaha dinilai penting agar masyarakat tidak hanya mendapatkan bantuan modal, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola usaha secara berkelanjutan. Pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, pemasaran, pengemasan produk, pemanfaatan teknologi digital, hingga pengembangan pasar menjadi bagian yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing.
Penguatan UMKM juga diharapkan dapat menjadi salah satu strategi untuk membuka lapangan pekerjaan baru di tingkat lokal.
Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif dan usaha berbasis teknologi. Karena itu, masyarakat berharap program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi dapat diberikan secara berkelanjutan, bukan hanya dalam bentuk kegiatan sesaat.
Dukungan terhadap UMKM, menurut aspirasi masyarakat, perlu disinergikan dengan program pemerintah daerah sehingga masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pembinaan, permodalan, pemasaran, serta peningkatan kapasitas usaha.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan sektor pendidikan, khususnya penguatan sarana dan prasarana lembaga pendidikan keagamaan.
Masyarakat mendorong adanya perhatian terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang berada di lingkungan mereka. Keberadaan lembaga pendidikan keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memberikan pendidikan kepada generasi muda.
Karena itu, bantuan sarana dan prasarana menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan dalam dialog reses.
Masyarakat berharap dukungan terhadap lembaga pendidikan dapat dilakukan secara proporsional dan sesuai dengan ketentuan program pemerintah daerah. Sarana pendidikan yang memadai diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi para peserta didik.
Penguatan pendidikan juga dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang. Dengan pendidikan yang baik, generasi muda diharapkan memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Menanggapi berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PKB, H. Wawan Sopian, menyatakan komitmennya untuk membawa aspirasi tersebut ke dalam forum resmi kedewanan.
Menurutnya, kegiatan reses bukan sekadar agenda pertemuan antara anggota dewan dan masyarakat. Reses merupakan salah satu sarana penting untuk mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
“Aspirasi yang disampaikan hari ini adalah suatu amanah yang wajib kami kawal,” ujar H. Wawan Sopian di sela-sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa berbagai usulan masyarakat akan menjadi bahan untuk dibahas dan disampaikan dalam forum kedewanan sesuai mekanisme yang berlaku.
H. Wawan Sopian juga menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan perangkat daerah maupun dinas terkait agar berbagai usulan yang dinilai menjadi skala prioritas dapat diperjuangkan dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
“Kami akan berkoordinasi dengan perangkat daerah atau dinas terkait agar usulan yang menjadi skala prioritas bisa segera direalisasikan dalam anggaran berikutnya,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi antara anggota DPRD, pemerintah daerah, perangkat daerah, dan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan.
Sebab, aspirasi yang disampaikan masyarakat membutuhkan proses pembahasan dan penyesuaian dengan perencanaan pembangunan daerah, kemampuan anggaran, serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah, hasil reses anggota DPRD nantinya akan dirumuskan menjadi bahan pokok-pokok pikiran DPRD atau pokok pikiran (pokir).
Pokok pikiran tersebut menjadi salah satu bahan dalam proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
Karena itu, setiap usulan yang disampaikan masyarakat memiliki arti penting. Aspirasi tersebut perlu didokumentasikan, diverifikasi, serta dikawal agar dapat dipertimbangkan dalam program pembangunan pemerintah daerah.
Bagi masyarakat, proses tersebut menjadi harapan agar persoalan yang disampaikan dalam kegiatan reses tidak berhenti pada forum dialog, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui tahapan perencanaan dan penganggaran.
Dalam konteks pembangunan di Dapil 6 yang meliputi Kecamatan Kertasari, Pacet, Ciparay, dan Baleendah, kebutuhan masyarakat tentu memiliki karakteristik yang beragam.
Setiap wilayah mempunyai persoalan dan kebutuhan pembangunan yang berbeda. Oleh karena itu, kegiatan reses menjadi salah satu sarana bagi anggota DPRD untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kondisi masyarakat di lapangan.
Melalui pertemuan secara langsung, anggota dewan dapat mendengar aspirasi masyarakat sekaligus memperoleh informasi mengenai berbagai persoalan yang mungkin belum sepenuhnya tersampaikan melalui mekanisme formal lainnya.
Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat terus dikawal hingga masuk dalam proses perencanaan pembangunan.
Perbaikan infrastruktur, misalnya, membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah dan perangkat teknis yang memiliki kewenangan. Demikian pula dengan pembangunan sarana air bersih, peningkatan fasilitas pendidikan, pemberdayaan UMKM, maupun program lainnya.
Pengawalan diperlukan agar usulan masyarakat dapat ditentukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan skala prioritas.
Selain memperjuangkan aspirasi, anggota DPRD juga memiliki fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah daerah. Karena itu, masyarakat berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat dapat terus berlangsung setelah kegiatan reses selesai.
Komunikasi yang baik akan membantu memastikan bahwa persoalan yang disampaikan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam proses pembangunan.
Masyarakat yang hadir dalam kegiatan reses berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat memperoleh tindak lanjut secara bertahap.
Perbaikan jalan poros desa menjadi salah satu kebutuhan yang dianggap penting karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat. Begitu pula akses air bersih, sanitasi, pendidikan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah dapat melihat berbagai usulan tersebut secara menyeluruh dengan mempertimbangkan manfaat dan tingkat urgensinya.
Masyarakat juga diharapkan dapat ikut menjaga serta mengawasi pembangunan apabila program yang diusulkan nantinya dapat direalisasikan.
Pembangunan yang berhasil bukan hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Masyarakat dapat berperan dalam menjaga hasil pembangunan, menggunakan fasilitas secara bertanggung jawab, serta memberikan informasi apabila terdapat persoalan di lapangan.
Dengan adanya sinergi antara masyarakat, DPRD, pemerintah daerah, dan perangkat daerah, diharapkan pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan reses kemudian ditutup dengan penyerahan dokumen usulan tertulis secara simbolis dari perwakilan warga kepada anggota DPRD Kabupaten Bandung.
Penyerahan dokumen tersebut menjadi bagian penting karena aspirasi masyarakat tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi juga dituangkan dalam bentuk usulan tertulis.
Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi anggota dewan dalam melakukan inventarisasi dan pengkajian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat.
Setelah proses dialog dan penyerahan aspirasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara anggota dewan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, pengurus partai, serta masyarakat yang hadir.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keterbukaan. Masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sementara anggota DPRD mendapatkan gambaran langsung mengenai kebutuhan pembangunan di daerah pemilihannya.
Kegiatan reses pada dasarnya menjadi salah satu jembatan komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat.
Melalui reses, masyarakat dapat menyampaikan kebutuhan secara langsung, sementara anggota DPRD dapat menghimpun dan memperjuangkan aspirasi tersebut melalui mekanisme kelembagaan.
Bagi masyarakat di wilayah Dapil 6, berbagai aspirasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian dalam agenda pembangunan Kabupaten Bandung ke depan.
Perbaikan infrastruktur, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, penguatan pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat merupakan sejumlah kebutuhan yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama.
Komitmen H. Wawan Sopian untuk membawa aspirasi masyarakat ke forum resmi DPRD menjadi bagian dari proses pengawalan tersebut.
Namun demikian, realisasi setiap usulan tetap membutuhkan proses perencanaan, pembahasan, penganggaran, serta penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat pun diharapkan terus berpartisipasi dalam pembangunan dengan menyampaikan kebutuhan secara objektif serta ikut melakukan pengawasan terhadap program yang telah berjalan.
Dengan adanya komunikasi yang berkelanjutan, diharapkan hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat tidak hanya terjalin ketika kegiatan reses berlangsung, tetapi terus berkembang dalam proses pembangunan daerah.
Kegiatan reses masa persidangan III tahun 2026 di wilayah Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu momentum untuk memperkuat komunikasi tersebut.
Aspirasi masyarakat tentang perbaikan jalan, akses air bersih, sanitasi, dukungan pendidikan keagamaan, penguatan UMKM, permodalan, serta pelatihan bagi generasi muda menjadi catatan penting yang diharapkan dapat dikawal hingga masuk dalam agenda pembangunan.
Pada akhirnya, pembangunan daerah akan lebih tepat sasaran apabila disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, penyerapan aspirasi melalui kegiatan reses menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat dan lembaga perwakilan.
Masyarakat berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan dapat terus diperjuangkan melalui mekanisme kedewanan dan pemerintah daerah.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bandung diharapkan dapat menjalankan fungsi representasi, legislasi, anggaran, dan pengawasan dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan koordinasi lintas pihak, berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat di Dapil 6 diharapkan dapat menemukan solusi secara bertahap.
Reses pun menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah harus selalu berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan dengan proses yang transparan, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Media Analisa Siber News — Kabupaten Bandung, 19 Agustus 2026
Jurnalis:
Ibu Saly — Kabiro Kabupaten Bandung
Asep Saefulloh (Gemoy)
Sumber: Kegiatan Reses DPRD Kabupaten Bandung

ANALISASIBERNEWS.COM • Portal Berita Online (Media Siber)

Portal Berita Online (Media Siber)
Cepat • Akurat • Berimbang • Independen • Profesional • Terpercaya
PT. ANALISASIBER MEDIA NUSANTARA
Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia
AHU-0023456.AH.01.01.Tahun 2026
KBLI 63122
Portal Web dan Platform Digital
KBLI 73100
Periklanan
Seluruh wartawan AnalisasiberNews.com merupakan bagian dari struktur redaksi PT. Analisasiber Media Nusantara dan menjalankan tugas jurnalistik berdasarkan ketentuan perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jl. Raya Rancalabuh, Kampung Gabusan RT 014/RW 003, Desa Rancalabuh, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten 15530.
AnalisasiberNews.com • Media Online • Informasi Publik • Jurnalistik Profesional

Media AnalisasiberNews.com membuka kesempatan kerja sama publikasi bagi instansi, perusahaan, organisasi, UMKM, komunitas, dan masyarakat umum.
Jangkau pembaca melalui berbagai pilihan layanan iklan, advertorial, liputan, dan kerja sama media yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Promosikan produk, jasa, program, kegiatan, perusahaan, maupun instansi melalui banner pada area strategis website.
Publikasi artikel untuk memperkenalkan profil, produk, jasa, program, kegiatan, maupun informasi perusahaan kepada pembaca.
Layanan peliputan kegiatan dan publikasi melalui Media AnalisasiberNews.com sesuai kebutuhan mitra.
Perluas jangkauan informasi melalui kanal media sosial resmi Media AnalisasiberNews.com.
Paket kerja sama dapat disusun secara fleksibel berdasarkan kebutuhan publikasi dan promosi mitra.
Kami terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama publikasi yang profesional, transparan, dan saling menguntungkan.
Untuk mendapatkan informasi mengenai harga, ukuran banner, posisi iklan, durasi tayang, paket advertorial, liputan, dan kerja sama media.
✉ HUBUNGI REDAKSISetiap materi iklan dan publikasi akan melalui proses pemeriksaan sesuai ketentuan dan kebijakan redaksi. Materi yang bertentangan dengan hukum, etika jurnalistik, atau kebijakan media dapat ditolak.

Tidak ada komentar