

KABUPATEN BANDUNG — JAWA BARAT — AnalisaSiberNews.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyuarakan sikap tegas menolak segala bentuk perjudian daring, peredaran narkotika, serta peredaran minuman beralkohol atau minuman keras di wilayahnya. Sikap ini disampaikan langsung oleh Ketua KNPI Kecamatan Cileunyi, Kang Refi Hapyan, sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap kondisi lingkungan sosial yang semakin mengkhawatirkan.
Kang Refi menyoroti masih bebasnya peredaran dan penjualan minuman keras di berbagai titik wilayah Kecamatan Cileunyi. Menurutnya, kebebasan beredarnya barang berbahaya tersebut sangat berisiko merusak masa depan generasi muda dan dapat menghancurkan tatanan kehidupan penerus bangsa.
“Masih bebasnya penjualan minuman keras di sekitar kita sungguh mengkhawatirkan. Ini semua bisa berakibat fatal, merusak akhlak, kesehatan, hingga masa depan anak-anak muda kita. Kita tidak boleh membiarkan generasi penerus bangsa hancur begitu saja,” tegas Kang Refi.
Sejalan dengan itu, Majelis Pemuda Indonesia sekaligus Dewan Penasihat KNPI Kecamatan Cileunyi, Kang Jajang Taryana atau yang akrab disapa Kang Jatar, juga menegaskan penolakan keras terhadap maraknya perjudian daring atau judi online dalam segala bentuknya, serta peredaran obat-obatan terlarang yang sangat berbahaya.

Kang Jatar memperingatkan bahwa dampak buruk dari judi online, penyalahgunaan narkoba, serta konsumsi minuman keras tidak hanya merusak fisik dan mental generasi muda, melainkan dapat memicu masalah berat yang berujung pada tindakan nekat. Beban kerugian, ketergantungan, hingga tekanan batin yang luar biasa berat dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan yang tidak masuk akal, bahkan tidak menutup kemungkinan berujung pada tindakan yang membahayakan diri sendiri hingga nekad mengakhiri hidup.
“Kami menolak dengan tegas segala bentuk judi online dan peredaran narkoba. Hal-hal tersebut sangat berbahaya dan mampu menghancurkan masa depan anak-anak muda kita. Beban kerugian, ketergantungan, hingga tekanan batin yang ditimbulkan dapat menjerumuskan mereka pada tindakan nekat, bahkan berujung pada hal-hal yang membahayakan nyawa sendiri. Kami menginginkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak, bukan generasi yang hancur akibat kebiasaan buruk dan zat yang merusak,” ujar Kang Jatar.
Kedua tokoh pemuda ini pun sepakat untuk terus bersinergi bersama seluruh elemen masyarakat, pemerintah kecamatan, serta aparat keamanan guna melakukan pengawasan, sosialisasi, dan penindakan terhadap peredaran hal-hal yang dapat merusak masa depan generasi muda di wilayah Kecamatan Cileunyi. Upaya ini dilakukan agar generasi muda dapat tumbuh menjadi penerus bangsa yang kuat, sehat, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun negara.
Jurnalis : Ajunaedi.


Tidak ada komentar