

ANALISASIBERNEWS.COM I BANDUNG 16 . 08 .2026– Dalam semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Badan Media, AnalissiberNew/Barce menggelar kegiatan pembinaan dan siraman rohani bagi generasi muda. Kegiatan ini mengusung tema besar: *”Memperkuat Kesadaran Hukum dan Rohani Demi Indonesia Maju, Berkarakter, dan Bermartabat”*.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya soal terbebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan sejati adalah ketika generasi muda merdeka dari kebodohan, merdeka dari pelanggaran hukum, dan merdeka dari kemiskinan akhlak.
“Darkum hadir untuk memimpin dan membina anak-anak muda. Tujuan kita satu: menciptakan kesadaran hukum sejak dini. Kita tidak hanya bicara tema di atas kertas, tetapi menuntun mereka dalam sikap, ucapan, dan perbuatan sehari-hari. Karena kesadaran hukum di dunia akan menjadi bekal keselamatan di akhirat,” tegas narasumber Barce.
*4 PONDASI UTAMA YANG DISAMPAIKAN Barce:*

*1. Kesadaran Hukum Negara: Taat UUD 1945*
Generasi muda harus menjadi penjaga konstitusi. Memahami *Undang-Undang Dasar 1945* dan peraturan perundang-undangan adalah kewajiban. Dengan hukum, kita belajar disiplin, menghargai hak orang lain, dan berani menolak kezaliman.
“Pemuda yang sadar hukum tidak akan mudah terprovokasi, tidak akan ikut menyebar hoaks, dan tidak akan melanggar aturan. Karena dia tahu, setiap perbuatan ada konsekuensinya,” jelas Barce.
*2. Kesadaran Rohani: Kembali kepada Al-Qur’an*
Selain hukum negara, ada hukum tertinggi yaitu hukum Allah SWT. Umat Islam wajib memahami cara beribadah yang benar, sesuai tuntunan _“Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”_ – Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.
Al-Qur’an dengan 30 Juz, 114 Surat, dan 6.666 ayat adalah mukjizat dan petunjuk hidup. Di dalamnya ada aturan tentang jujur, adil, tolong-menolong, dan menjauhi kerusakan. Inilah benteng moral bangsa.
*3. Memaknai Isti’adzah dan Basmalah dalam Kehidupan*
– *A’udzubillahi minasy syaithanir rajim*
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk”. Kalimat ini mengajarkan kita untuk selalu waspada. Melindungi niat, lisan, dan perbuatan dari bisikan yang menyesatkan. Jangan sampai gara-gara emosi sesaat, kita melanggar hukum dan norma.
– *Bismillahirrahmanirrahim*
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Segala aktivitas harus diawali dengan kebaikan dan niat karena Allah. Mulai dari belajar, bekerja, hingga bermedia sosial. Jangan memuji orang lain sebelum kita memperbaiki diri sendiri. Jangan mencela, karena itu bukan akhlak seorang muslim.
*4. Menebar Kebaikan: Dari Diri Sendiri untuk Bangsa*
Barce. mengajak adik-adik untuk menjadi agen perubahan. Generasi yang positif, tidak apatis, dan aktif menebar kebaikan di lingkungan.
“Adik-adik, cukup. Jadikan siraman rohani ini sebagai cambuk. Jadilah pemuda yang terpuji. Tahu mana yang salah dan mana yang benar, lalu berani memilih yang benar. Itulah wujud nyata kesadaran hukum dan cinta tanah air,” pesan Barce di akhir tausiyah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk bangsa Indonesia agar senantiasa diberi kedamaian, keadilan, dan keberkahan.
> *DIRGAHAYU RI KE-81 🇮🇩*
> *”KUATKAN HUKUM, KUATKAN IMAN”*
>
> Barce. hadir untuk generasi muda Indonesia.
> Kemerdekaan ini kita isi bukan hanya dengan lomba, tapi dengan Kesadaran
jurnalis I BRC”


Tidak ada komentar